{"id":10269,"date":"2018-09-17T12:09:53","date_gmt":"2018-09-17T05:09:53","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesiaheritage-cities.org\/?p=10269"},"modified":"2018-09-17T12:09:53","modified_gmt":"2018-09-17T05:09:53","slug":"malang-flower-carnival-hadirkan-busana-dari-bahan-daur-ulang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/malang-flower-carnival-hadirkan-busana-dari-bahan-daur-ulang\/","title":{"rendered":"Malang Flower Carnival Hadirkan Busana dari Bahan Daur Ulang"},"content":{"rendered":"<p><strong>Malang\u00a0<\/strong>&#8211; Puluhan wisatawan mancanegara dan mahasiswa asing antusias menikmati pertunjukan Malang Flower Carnival (MFC) di Malang, Ahad 16 September 2018. Mereka hadir karena tertarik dengan beragam kostum yang disajikan dalam perhelatan bertema\u00a0<em>Eksotika Bunga Nusantara<\/em>\u00a0ini.<\/p>\n<p>&#8220;Saya suka karena kostum yang dihadirkan menunjukkan keragaman kebudayaan Indonesia,&#8221; kata mahasiswa asal Mesir, Muhammad el Fouly. Selain kostum-kustum Nusantara, busana khas dari berbagai Negara juga ditampilkan peserta dari Belanda, Mesir, Mali, dan Tajikistan di Malang Flower Carnival.<\/p>\n<p>Semua peserta berjalan di atas\u00a0<em>catwalk<\/em>\u00a0yang disiapkan di sepanjang Jalan Ijen Boulevard sejauh 800 meter. Peserta dibagi atas dua kategori yakni umum dan anak.<\/p>\n<p>Total sebanyak 150 desainer dan 260 peserta mengikuti MFC. Mereka menampilkan kostum bercorak aneka bunga seperti matahari, teratai, padma raksasa atau Rafflesia Arnoldii. Sebagian peserta juga menampilkan beragam tradisi seperti karakter topeng Malang yakni Dewi Sekartaji, Panji Asmarabangun dan Bapang. Berbagai desain candi di nusantara juga menjadi inspirasi para desainer.<\/p>\n<p>Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Ida Ayu Made Wahyuni mengatakan pada penyelenggaraan tahun 2018 ini kostum peserta menggunakan bahan daur ulang.\u00a0 Bahan tersebut didesain dengan indah untuk untuk mengangkat kembali citra Kota Malang sebagai kota bunga.<\/p>\n<p>\u201cSelain itu penggunaan bahan daur ulang juga untuk memicu partisipasi masyarakat dalam program pelestarian lingkungan,&#8221; kata Ida dalam sambutannya pada MFC 2018 di Jalan Simpang Balapan, Kota Malang, Minggu.<\/p>\n<p>Ida mengatakan MFC masuk dalam\u00a0<em>100 Event Wonderful Indonesia<\/em>\u00a0yang merupakan program dari Kementerian Pariwisata. Diharapkan, hal tersebut dapat menarik minat wisatawan mancanegara untuk berkunjung ke Indonesia khususnya Kota Malang.<\/p>\n<p>MFC, kata Ida, diharapkan menjadi momen yang bisa menggerakkan semua sektor industri kreatif dan meningkatkan kunjungan wisata di Kota Malang.<\/p>\n<p><em>ANTARA\/Image\u00a0<span class=\"irc_ho\" dir=\"ltr\">Klikapa.com<\/span><\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Malang\u00a0&#8211; Puluhan wisatawan mancanegara dan mahasiswa asing antusias menikmati pertunjukan Malang Flower Carnival (MFC) di Malang, Ahad 16 September 2018. Mereka hadir karena tertarik dengan beragam kostum yang disajikan dalam&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":10270,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[76,96,93],"tags":[],"class_list":["post-10269","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news","category-featured","category-kota-malang"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10269","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10269"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10269\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10269"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10269"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10269"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}