{"id":10331,"date":"2018-09-25T11:09:25","date_gmt":"2018-09-25T04:09:25","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesiaheritage-cities.org\/?p=10331"},"modified":"2018-09-25T11:09:25","modified_gmt":"2018-09-25T04:09:25","slug":"kuliner-khas-daerah-banjar-di-puncak-hari-jadi-kota-banjarmasin","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/kuliner-khas-daerah-banjar-di-puncak-hari-jadi-kota-banjarmasin\/","title":{"rendered":"Kuliner Khas Daerah Banjar di Puncak Hari jadi Kota Banjarmasin"},"content":{"rendered":"<p><strong>Banjarmasin<\/strong> &#8211; Peringatan puncak hari jadi Kota Banjarmasin yang ke-492 tahun pada 24 September 2018 benar-benar menjadi pesta rakyat.<\/p>\n<p>Sebab, pada gelar yang diselenggarakan di depan Balaikota Bsnjarmasin itu menyajikan beragam makanan gratis, dari kuliner daerah hingga 5.000 mangkok Mei ayam yang dibuat puluhan pedagang kaki lima.<\/p>\n<p>Kuliner khas daerah Banjar yang disajikan diantaranya seperti kokoleh, surabi, lupis, lapat dan putu mayang serta laksa.<\/p>\n<p>Adanya kuliner-kuliner khas daerah ini sangat menyita perhatian hadirin yang hadir pada peringatan puncak Harjad ibu kota provinsi tersebut.<\/p>\n<p>Bahkan, istri Gubernur Kalsel Hj\u00a0 Raudhatul Jannah Sahbirin yang merupakan Ketua Tim Penggerak PKK provinsi menyempatkan diri mengunjungi stand-stand kuliner khas Banjar yang dibuat ibu-ibu tim penggerak PKK kota tersebut.<\/p>\n<p>Menurut Hj Raudhatul Jannah, kuliner daerah harus terus dilestarikan, dan harus ada di setiap kegiatan resmi daerah, sehingga bisa dikenal dari generasi ke generasi.<\/p>\n<p>&#8220;Kuliner daerah kita sangat enak, harus dilestarikan,&#8221; tuturnya.<\/p>\n<p>Selain kuliner khas daerah, adanya puluhak gerobak pembuat mie ayam dari pedagang kaki lima juga menarik perhatian para pejabat, salah satunya Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel H Haris Makkie yang ikut berbaur bersama masyarakat menikmatinya.<\/p>\n<p>&#8220;Ini pesta rakyat, jadi semuanya yang hadir harus kenyang, kita syukuri kota ini sudah berusia 492 tahun dengan kemajuan yang sudah mulai pesat,&#8221; ujar Haris Makkie.<\/p>\n<p>Menurut dia, pemerintah provinsi selalu mendukung langkah pemerintah kota setempat untuk memajukan daerahnya, yakni, cita-cita Banjarmasin jadi Kota Sungai Terindah Di Indonesia.<\/p>\n<p>&#8220;Ini cita-cita kita bersama, ayo bersama pula mewujudkannya, mari kita ciptakan Banjarmasin yang bersih dan indah serta moderen,&#8221; paparnya.<\/p>\n<p>Terkait Banjarmasin yang moderen ini, Wali Kota Banjarmasin H Ibnu Sina menyatakan, Banjarmasin sudah menuju itu, yakni, dengan sudah menerapkan program smart city.<\/p>\n<p>&#8220;Kita upayakan kemajuan teknologi akan terus bisa dilakukan untuk memberikan kemudahan pelayanan bagi masyarakat,&#8221; tuturnya.<\/p>\n<p><em>ANTARA\/Image\u00a0banjarmasin.tribunnews.com<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Banjarmasin &#8211; Peringatan puncak hari jadi Kota Banjarmasin yang ke-492 tahun pada 24 September 2018 benar-benar menjadi pesta rakyat. Sebab, pada gelar yang diselenggarakan di depan Balaikota Bsnjarmasin itu menyajikan&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":10332,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[76,96,100],"tags":[],"class_list":["post-10331","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news","category-featured","category-kota-banjarmasin"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10331","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10331"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10331\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10331"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10331"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10331"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}