{"id":10337,"date":"2018-09-26T10:50:02","date_gmt":"2018-09-26T03:50:02","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesiaheritage-cities.org\/?p=10337"},"modified":"2018-09-26T10:50:02","modified_gmt":"2018-09-26T03:50:02","slug":"yogyakarta-gelar-perhelatan-internasional-sambut-hari-batik-nasional","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/yogyakarta-gelar-perhelatan-internasional-sambut-hari-batik-nasional\/","title":{"rendered":"Yogyakarta Gelar Perhelatan Internasional, Sambut Hari Batik Nasional"},"content":{"rendered":"<p><strong>Yogyakarta<\/strong>\u00a0&#8211; Perhelatan akbar untuk menyambut momentum\u00a0Hari Batik Nasional bertajuk\u00a0<em>Jogja Internatioal Batik Bienalle<\/em>\u00a0atau JIBB bakal digelar selama hampir sepekan, 2-6 Oktober mendatang. Beragam acara akan dilangsungkan \u00a0di sejumlah titik Daerah Istimewa Yogyakarta.<\/p>\n<p>Dalam perhelatan terkait Hari Batik Nasional yang melibatkan peserta asal Indonesia dan sejumlah perwakilan negara sahabat ini, akan diisi dengan berbagai kegiatan tentang batik. Mulai dari pameran, simposium nasional dan internasional,\u00a0<em>workshop<\/em>\u00a0pewarna alam,\u00a0<em>fashion show<\/em>,\u00a0<em>heritage tour<\/em>\u00a0hingga karnaval rias kreasi.<\/p>\n<p>\u201cRencananya\u00a0<em>event<\/em>\u00a0ini akan dibuka oleh Presiden RI Joko Widodo di Pagelaran Keraton Yogyakarta pada tanggal 3 Oktober 2018,\u201d ujar Ketua Panitia Pelaksana JIBB 2018 Tazbir Selasa, 25\/9. Acara ini juga dihadiri Presiden World Craft Council (WCC) Dr. Ghada Hijjawi Qaddumi, dan Presiden ASEAN Handicraft Promotion and Development Association (AHPADA) Edric Ong.<\/p>\n<p>Tazbir menuturkan JIBB 2018 terdiri dari berbagai rangkaian kegiatan yang sebenarnya telah dihelat sejak September 2018. Diawali dengan\u00a0<em>roadshow<\/em>\u00a0di beberapa kota batik di Jawa dan Madura. Lalu ada penyelenggaraan Gebyar Batik di Kabupatan dan Kota DIY yang berakhir tanggal 29 September 2018.<\/p>\n<p>Sedangkan puncak acara dihelat 2-6 Oktober 2018 difokuskan di Yogya. \u201cSerangkaian kegiatan JIBB ini diharapkan dapat menegaskan kembali representasi Yogya sebagai Kota Batik Dunia.\u201d<\/p>\n<p>Tazbir menambahkan predikat \u201cKota Batik Dunia\u201d yang telah disematkan World Craft Council (WCC) merupakan prestasi tak ternilai harganya untuk Indonesia, khususnya bagi Yogyakarta.<\/p>\n<p>WCC yang berafiliasi dengan UNESCO, sebuah lembaga Internasional yang berfokus pada apresiasi, kegiatan, serta permasalahan komunitas kriya di dunia menobatkan Yogyakarta sebagai \u201cKota Batik Dunia\u201d pada tanggal 18 oktober 2014 di Dongyang, Tiongkok. Penobatan dilakuan oleh Presiden WCC.<\/p>\n<p>Yogyakarta, ujar Tazbir, telah memenuhi tujuh kreteria yang ditetapkan WCC sebagai syarat menjadi kota Batik Dunia. Kriteria itu, antara lain, nilai sejarah, keaslian, regenerasi, nilai ekonomi, ramah lingkungan, reeputasi internasional dan tersebar luas. Dan dalam Hari Batik Nasional nanti gelar di atas akan dipertegas kembali.<\/p>\n<p><em>travel.tempo.co<\/em>\u00a0<em>PRIBADI WICAKSONO (Yogyakarta)\/Image\u00a0batikkeris.co.id<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Yogyakarta\u00a0&#8211; Perhelatan akbar untuk menyambut momentum\u00a0Hari Batik Nasional bertajuk\u00a0Jogja Internatioal Batik Bienalle\u00a0atau JIBB bakal digelar selama hampir sepekan, 2-6 Oktober mendatang. Beragam acara akan dilangsungkan \u00a0di sejumlah titik Daerah Istimewa&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":10338,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[76,96,87],"tags":[],"class_list":["post-10337","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news","category-featured","category-kota-yogyakarta"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10337","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10337"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10337\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10337"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10337"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10337"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}