{"id":10546,"date":"2018-10-29T12:59:12","date_gmt":"2018-10-29T05:59:12","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesiaheritage-cities.org\/?p=10546"},"modified":"2018-10-29T12:59:12","modified_gmt":"2018-10-29T05:59:12","slug":"dr-has-tamrin-serahkan-tongkat-kepemimpinan-jkpi-kepada-bupati-karang-asem","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/dr-has-tamrin-serahkan-tongkat-kepemimpinan-jkpi-kepada-bupati-karang-asem\/","title":{"rendered":"Dr HAS Tamrin Serahkan Tongkat Kepemimpinan JKPI Kepada Bupati Karang Asem"},"content":{"rendered":"<p><strong>SOLO<\/strong>\u00a0\u2013 Walikota Baubau Dr HAS Tamrin MH, selaku mantan Ketua Presidium Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) periode 2017 \u2013 2018, menyerahkan tongkat estafet kepemimpinan kepada Bupati Karang Asem, I Gusti Ayu Mas Sumatri Sos MAP, selaku ketua Presidium JKPI terpilih periode 2018 \u2013 2019.<\/p>\n<p>Dr HAS Tamrin MH mengatakan JKPI memiliki dimensi yang sangat banyak, sehingga program kerja tiap daerah yang menjadi anggota JKPI sangat bervariasi, sehingga dibutuhkan kerja sama antar lembaga baik dukungan masyarakat, pemerintah daerah dan pemerintah pusat. Presidium JKPI tiap tahunnya berganti dan tidak bekerja sendiri, tetapi tiap anggota JKPI juga memberi kontribusi untuk kemajuan organisasi dan anggota JKPI.<\/p>\n<p>\u201d Presidiumnya itu kan tiga dan tidak bekerja hanya mereka, tetapi kita selaku anggota memberikan kontribusi. Saling sharing antar kepala daerah, bahkan direktur eksekutif itu selalu membantu dan memediasi dengan kewenangan kementerian,\u201d kata Dr HAS Tamrin usai kegiatan Kongres JKPI, Jumat (26\/10).<\/p>\n<p>Dia mengatakan kinerja presidium terdahulu akan menjadi pekerjaan rumah yang akan dilaksanakan oleh Ketua Presidium terpilih secara bersama \u2013 sama. Secara tanggung jawab tiga presidium terpilih ditiap periodenya akan bekerja bersama dan akan dibantu oleh direktur eksekutif sebagai jembatan penyambung dengan berbagai kementerian di pusat.<\/p>\n<p>Ditambahkan, untuk menjadi anggota JKPI, pihaknya tidak menutup diri, namun ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi tiap daerah untuk bisa bergabung dan menjadi anggota JKPI. \u201d Bukan dipersulit, pada dasarnya JKPI itu welcome, tetapi yang bergabung harus ada identitasnya yang khas dan spesifik, sehinga saat bergabung ada pusaka \u2013 pusaka yang bisa diunggulkan dan tidak sama tiap daerahnya,\u201d tutupnya.<\/p>\n<p>Sementara itu dilokasi yang sama Ketua Presidium terpilih periode 2018 \u2013 2019, I Gusti Ayu Mas Sumatri Sos MAP mengatakan, pekerjaan pertamnya adalah, menjalankan program yang telah dicanangkan oleh presidium JKPI sebelumnya. Dan pihaknya akan menambahkan inovasi sesuai kebutuhan tiap daerah anggota JKPI.<\/p>\n<p>\u201d Yang kedua, kita akan menambahkan inovasi sesuai dengan kebutuhan masing \u2013 masing,\u201d kata I Gusti Ayu Mas Sumatri.<\/p>\n<p>Dikatakan juga, jika Kabupaten Karang Asem kedepan, telah siap menjadi tuan rumah pelaksanaan perisidium JKPI di tahun 2019. Dan direncanakan akan terlaksana pada bulan Juni 2019.<\/p>\n<p>\u201d Kita akan berusaha untuk lebih maksimal mungkin dari pelaksanaan JKPI di sini (Solo, red),\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p>Untuk diketahui hasil kongres JKPI 2018 di Solo, Bupati Karang Asem terpilih menjadi ketua presidium periode 2018 \u2013 2019, Bupati Siak terpilih menjadi ketua presidium periode 2019 \u2013 2020 dan Walikota Bogor terpilih menjadi ketua presidium periode 2020 \u2013 2021.<\/p>\n<p><em>baubaupost.com<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SOLO\u00a0\u2013 Walikota Baubau Dr HAS Tamrin MH, selaku mantan Ketua Presidium Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) periode 2017 \u2013 2018, menyerahkan tongkat estafet kepemimpinan kepada Bupati Karang Asem, I Gusti&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":10547,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[76,96,72],"tags":[],"class_list":["post-10546","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news","category-featured","category-kota-surakarta"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10546","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10546"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10546\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10546"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10546"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10546"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}