{"id":10622,"date":"2018-11-15T12:10:08","date_gmt":"2018-11-15T05:10:08","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesiaheritage-cities.org\/?p=10622"},"modified":"2018-11-15T12:10:08","modified_gmt":"2018-11-15T05:10:08","slug":"karnaval-batik-besurek-bengkulu-dipromosikan-ke-kemenpar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/karnaval-batik-besurek-bengkulu-dipromosikan-ke-kemenpar\/","title":{"rendered":"Karnaval Batik Besurek Bengkulu Dipromosikan ke Kemenpar"},"content":{"rendered":"<div class=\"post-content clearfix\"><strong>Bengkulu<\/strong> &#8211; Pemerintah Provinsi Bengkulu akan mempromosikan kegiatan Karnaval Batik Besurek yang diselenggarakan Pemerintah Kota Bengkulu dengan memasukkannya ke kalender kegiatan pariwisata atau &#8220;top 100 calender of event&#8221; Kementerian Pariwisata.<\/p>\n<p>&#8220;Kami akan coba promosikan ke kalender wisata nasional karena ini berpotensi,&#8221; kata Asisten I Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Hamka Sabri di Bengkulu, Senin.<\/p>\n<p>Ia mengatakan pemerintah Provinsi Bengkulu mengapresiasi dan bangga dengan penyelenggaraan Festival Besurek yang sukses digelar pemerintah kota dalam beberapa tahun terakhir.<\/p>\n<p>Penyelenggaraan festival pada 2018 telah terlaksana pada Minggu (11\/11) dan diiikuti oleh masyarakat serta pegiat seni industri kreatif lokal.<\/p>\n<p>Karnaval besurek yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat menurut dia dapat meningkatkan kesadaran melestarikan warisan leluhur sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat.<\/p>\n<p>&#8220;Keikutsertaan peserta dan kreativitas mereka juga meningkat dari tahun ke tahun, ditambah antusias masyarakat untuk terlibat,&#8221; ucapnya.<\/p>\n<p>Karnaval batik besurek dimulai pada 2013 dan tahun ini masuk tahun kelima penyelenggaraan yang digelar menyambut HUT Provinsi Bengkulu.<\/p>\n<p>Hamka menambahkan, event ini juga diharapkan mampu menarik kunjungan wisatawan ke daerah ini sehingga perlu didukung oleh pemerintah provinsi maupun pusat.<\/p>\n<p>Sementara Wakil Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi mengatakan karnaval tersebut merupakan bentuk apresiasi pemerintah atas kreativitas para seniman sekaligus upaya meningkatkan kebanggaan dan pelestarian kain besurek.<\/p>\n<p>&#8220;Ini bentuk sinergi pemerintah kota dan provinsi untuk memajukan pariwisata daerah,&#8221; ucapnya.<\/p>\n<p>Karnaval besurek pada tahun ini diikuti lebih dari 250 peserta batik etnik dan ribuan peserta pawai busana kain besurek. Kegiatan sehari ini juga dihadiri tamu dari luar daerah seperti Bau-Bau, Batu, Pekalongan, Demak dan Kota Medan serta daerah lainnya.<\/p><\/div>\n<div><\/div>\n<div><em>antaranews.com\/Image\u00a0<span class=\"irc_ho\" dir=\"ltr\">Sepenggal info<\/span><\/em><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bengkulu &#8211; Pemerintah Provinsi Bengkulu akan mempromosikan kegiatan Karnaval Batik Besurek yang diselenggarakan Pemerintah Kota Bengkulu dengan memasukkannya ke kalender kegiatan pariwisata atau &#8220;top 100 calender of event&#8221; Kementerian Pariwisata.&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":10623,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[76,96,117],"tags":[],"class_list":["post-10622","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news","category-featured","category-kota-bengkulu"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10622","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10622"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10622\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10622"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10622"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10622"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}