{"id":10845,"date":"2019-01-04T13:57:17","date_gmt":"2019-01-04T06:57:17","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesiaheritage-cities.org\/?p=10845"},"modified":"2019-01-04T13:57:17","modified_gmt":"2019-01-04T06:57:17","slug":"kota-arang-menuju-warisan-budaya-dunia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/kota-arang-menuju-warisan-budaya-dunia\/","title":{"rendered":"Kota Arang Menuju Warisan Budaya Dunia"},"content":{"rendered":"<p><span lang=\"IN\"><strong>Padang<\/strong> &#8211; Sumatera Barat memiliki potensi tambang\u00a0\u00a0yang melimpah, salah satunya tambang tua yang\u00a0\u00a0berada di Kota Sawahlunto, Sumatra Barat.<\/span><\/p>\n<p><span lang=\"IN\">Di kota kecil yang diberi julukan Kota Arang ini, Belanda pernah menapakkan kaki dan mendirikan lokasi pertambangan yang dalam catatan sejarah dikenal sebagai tambang\u00a0\u00a0batu bara pertama di Indonesia. Sejarah panjang Tambang Batu Bara Ombilin ini tidak disangka-sangka menarik perhatian mata dunia<\/span>\u00a0internasional<span lang=\"IN\">.<\/span><\/p>\n<p><span lang=\"IN\">Kepala Dinas Kebudayaan Sumatra Barat, Ranti Gemala<\/span>, Kamis (3\/1\/2019) mengatakan, s<span lang=\"IN\">alah satu dari tiga organisasi penilai formal<\/span><span lang=\"IN\">, International Council on Monuments and Sites\u00a0\u2013 ICOMOS yang diberi mandat UNESCO melirik Tambang Batu\u00a0<\/span>B<span lang=\"IN\">ara Ombilin untuk dijadikan Warisan Budaya Dunia. Sebuah kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Sumatera Barat\u00a0<\/span>apabila<span lang=\"IN\">\u00a0harapan menjadikan Tambang Batu Bara Ombilin sebagai Warisan Budaya Dunia\u00a0\u00a0bisa diwujudkan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span lang=\"IN\">Dari lokasi tambang ini<\/span>\u00a0nantinya\u00a0<span lang=\"IN\">akan berputar rupiah, berbagai sektor kehidupan menggeliat dan bukan tidak mungkin mimpi membangun perekonomian masyarakat semakin terbuka lebar.<\/span><span lang=\"IN\">\u00a0<\/span><span lang=\"IN\">Wisatawan dunia\u00a0<\/span>\u00a0jelas Ranti akan\u00a0<span lang=\"IN\">berduyun-duyun mendatangi objek wisata sejarah dan budaya yang sudah sekian lama diperjuangkan. Kurang lebih sembilan tahun masyarakat di daerah berjuang<\/span>,\u00a0<span lang=\"IN\">\u00a0mengangkat<\/span><span lang=\"IN\">\u00a0<\/span><span lang=\"IN\">aset peninggalan sejarah\u00a0\u00a0menjadi warisan budaya yang diakui dunia.<\/span><span lang=\"IN\">\u00a0<\/span><span lang=\"IN\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p>\u201c<span lang=\"IN\">Jika tidak ada aral melintang, hasil penantian panjang itu akan terjawab bulan Juni 2019<\/span>,\u201d ujar Ranti Gemala.<\/p>\n<p><span lang=\"IN\">Namun sebelum itu, pemerintah daerah jelas Ranti Gemala telah melakukan pembenahan guna menarik minat kunjung<\/span><span lang=\"IN\">\u00a0<\/span><span lang=\"IN\">wisatawan ke daerah. Pemerintah daerah setempat menghidupkan kembali moda transoprtasi kereta api yang lama mati suri. Perjalanan dengan kereta api diyak<\/span>i<span lang=\"IN\">ni memberi sentuhan dan kesan tersendiri bagi wisatawan di samping pembangunan fasilitas pendukung wisata lain seperti<\/span>\u00a0alih fungsi stasiun menjadi\u00a0<span lang=\"IN\">Museum Kereta Api Sawahlunto<\/span>\u00a0pada\u00a0\u00a0tanggal 17 Desember 2005.<\/p>\n<p>Untuk kelancaran\u00a0<span lang=\"IN\">produksi dan distribusi batu bara dari hulu hingga hilir<\/span>,\u00a0<span lang=\"IN\">tim<\/span>\u00a0yang sudah dibentuk<span lang=\"IN\">\u00a0melakukan tinjauan akses transportasi dari Sawahlunto menuju Pelabuhan Teluk Bayur yang dikenal sebagai pelabuhan tertua di pantai barat Pulau Sumatra<\/span><span lang=\"IN\">.<\/span><\/p>\n<p><span lang=\"IN\">B<\/span>erbagai upaya dilakukan untuk mengembalikan masa keemasan pelabuhan laut yang namanya pernah populer dalam sebuah tembang era- 80 an yang didendangkan penyanyi legendaris asal Minang, Ernie Johan. Tidak tanggung-tanggung, General Manager PT Pelindo II Teluk Bayur, Armein Amir\u00a0 menargetkan tahun 2020 mendatang,\u00a0\u00a0Pelabuhan Teluk Bayur menjadi pelabuhan terbesar \u00a0di seluruh Indonesia.<\/p>\n<p><span lang=\"IN\">&#8220;Sebagai objek vital pendistribusian\u00a0\u00a0arus keluar masuk barang, Teluk Bayur\u00a0 sedang berbenah diri melalui perbaikan fasilitas, peningkatan kapasitas dan produktifitas,\u00a0 serta kelengkapan sistem informasi\u00a0\u00a0berbasis IT,&#8221; papar Armein Amir, Kamis, (3\/1\/2019)<\/span><\/p>\n<p><span lang=\"IN\">Dengan luas lahan 91 hektar dan panjang dermaga 1,4 kilometer, pengakomodasian berbagai\u00a0\u00a0komoditas ekspor andalan yang salah satuny<\/span>a\u00a0\u00a0<span lang=\"IN\">batu bara\u00a0\u00a0bisa ditingkatkan pada tahun berikutnya.\u00a0<\/span>Dari segi kualitas diakui Armein,\u00a0\u00a0batu bara yang dihasilkan Tambang Batu Bara Ombilin masuk kategori terbaik. Amat disayangkan jika produksi batu bara dari\u00a0\u00a0Kota Arang ini tidak mampu memenuhi permintaan dunia internasional yang terus meningkat.<\/p>\n<p>\u2018\u2019Pelindo II Teluk Bayur pada tahun\u00a0<span lang=\"IN\">tahun 2019\u00a0<\/span>ini\u00a0<span lang=\"IN\">\u00a0mengucurkan anggaran miliaran rupiah untuk membangun infrastruktur kepelabuhan<\/span>,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p><span lang=\"IN\">Untuk membangun Lapangan Lini II dan Lapangan Penumpukan Peti Kemas, pihaknya jelas Armein Amir menginvestasikan dana sebesar Rp 28,4 miliar. Perbaikan berat dermaga beton umum menelan biaya senilai Rp 79,2 miliar dan pembangunan Pusat Maritim &#8211; Maritim Centre dengan\u00a0\u00a0investasi senilai\u00a0\u00a0Rp10,8 miliar.<\/span><\/p>\n<p>Armein berharap, kerja keras\u00a0\u00a0masyarakat Sumatra Barat memperjuangkan Tambang Batu Bara Ombilin untuk dijadikan Warisan Budaya Dunia memberi kontribusi yang cukup besar terhadap perekonomian daerah. Pendapatan Asli Daerah \u2013 PAD\u00a0\u00a0bertambah\u00a0\u00a0yang ditandai meningkatnya hunian hotel. Demikian pula restoran atau pusat-pusat kuliner, otomatis dibidik wisatawan yang ingin mencicipi kuliner khas daerah setempat.<\/p>\n<p>Tidak hanya pelaku bisnis pariwisata yang nantinya mendulang rupiah, masyarakat daerah juga merasakan dampak perekonomian sekitarnya. Tambang Batu Bara Ombilin selaku Warisan Budaya Dunia dapat menjadi wahana strategis untuk pemasaran produk unggulan daerah. Usaha Mikro Kecil Mengengah \u2013 UMKM menggeliat sejalan dengan pergerakan sektor perekonomian lain yang berpengaruh cukup besar terhadap peningkatan taraf kesejahteraan masyarakat Sumatra Barat pada umumnya.<\/p>\n<p><em>rri.co.id<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Padang &#8211; Sumatera Barat memiliki potensi tambang\u00a0\u00a0yang melimpah, salah satunya tambang tua yang\u00a0\u00a0berada di Kota Sawahlunto, Sumatra Barat. Di kota kecil yang diberi julukan Kota Arang ini, Belanda pernah menapakkan&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":10847,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[76,96,73],"tags":[],"class_list":["post-10845","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news","category-featured","category-kota-sawahlunto"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10845","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10845"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10845\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10845"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10845"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10845"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}