{"id":10881,"date":"2019-01-11T12:58:58","date_gmt":"2019-01-11T05:58:58","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesiaheritage-cities.org\/?p=10881"},"modified":"2019-01-11T12:58:58","modified_gmt":"2019-01-11T05:58:58","slug":"jelang-nyepi-pemkot-denpasar-gelar-lomba-ogoh-ogoh","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/jelang-nyepi-pemkot-denpasar-gelar-lomba-ogoh-ogoh\/","title":{"rendered":"Jelang Nyepi, Pemkot Denpasar Gelar Lomba &#8220;Ogoh-Ogoh&#8221;"},"content":{"rendered":"<p><strong>Denpasar<\/strong>\u00a0&#8211; Pemerintah Kota Denpasar, Bali tetap menggelar lomba &#8220;ogoh-ogoh&#8221; atau boneka raksasa menjelang hari suci Nyepi pada 7 Maret 2019. Antusias anak muda Denpasar dalam membuat ogoh-ogoh sudah tampak dibeberapa kawasan banjar.<\/p>\n<p>Kepala Dinas Kebudayaan Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Bagus Mataram di Denpasar, Rabu, mengatakan lomba &#8220;ogoh-ogoh&#8221; tersebut sebagai bentuk kreativitas anak-anak muda dalam menyambut haru suci Nyepi. Meski pada tahun ini merupakan tahun politik.<\/p>\n<p>Di Kota Denpasar dalam tahun politik ini tetap melaksanakan lomba &#8216;ogoh-ogoh&#8217; untuk melestarikan adat dan budaya serta kreatifitas anak muda Denpasar,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Lebih lanjut, Ngurah Mataram mengatakan Pemkot Denpasar sangat mendukung kreatifitas anak muda terlebih dalam pembuatan &#8220;ogoh-ogoh&#8221; yang juga sebagai bagian dari ekonomi kreatif.<\/p>\n<p>Ia mengatakan terkait dengan tahun politik ini, pihaknya telah merancang kriteria lomba &#8220;ogoh-ogoh&#8221; serta melarang pembuatan boneka raksasa yang bermuatan politik.<\/p>\n<p>Sementara dalam menjaga keamanan dan kenyaman bersama dalam pawai dan lomba ogoh-ogoh, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan seluruh komponen lembaga adat, dinas, dan aparat keamanan di Kota Denpasar.<\/p>\n<p>Ngurah Mataram lebih lanjut mengatakan kriteria perlombaan &#8220;ogoh-ogoh&#8221; sama seperti tahun-tahun sebelumnya yang tetap mengacu pada kriteria pembuatan &#8220;ogoh-ogoh&#8221; berbahan dasar alami yang artinya tidak menggunakan bahan seperti stayrofoam.<\/p>\n<p>&#8220;Lomba ogoh-ogoh ini tetap dilaksanakan, namun kriteria lomba tetap mengacu seperti tahun sebelumnya dan tidak boleh berbau politik,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Sementara itu, Ketua Sekaa Teruna Yowana Saka Bhuwana Banjar Tainsiat, Ketut Gede Arya Narendra mengaku pihaknya telah mempersiapkan tema &#8220;ogoh-ogoh&#8221; tahun ini.<\/p>\n<p>&#8220;Pemkot Denpasar yang tidak melarang pembuatan &#8216;ogoh-ogoh&#8217; dalam hajatan tahun politik ini tentunya tetap mendukung dan mendorong kreatifitas anak muda dalam membuat boneka raksasah di setiap banjar,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p><em>ANTARA\/Image\u00a0wowkeren.com<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Denpasar\u00a0&#8211; Pemerintah Kota Denpasar, Bali tetap menggelar lomba &#8220;ogoh-ogoh&#8221; atau boneka raksasa menjelang hari suci Nyepi pada 7 Maret 2019. Antusias anak muda Denpasar dalam membuat ogoh-ogoh sudah tampak dibeberapa&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":10882,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[76,96,91],"tags":[],"class_list":["post-10881","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news","category-featured","category-kota-denpasar"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10881","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10881"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10881\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10881"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10881"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10881"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}