{"id":11042,"date":"2019-02-25T10:31:00","date_gmt":"2019-02-25T03:31:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesiaheritage-cities.org\/?p=11042"},"modified":"2019-02-25T10:31:00","modified_gmt":"2019-02-25T03:31:00","slug":"kesenian-dongkrek-semakin-diminati-generasi-muda-madiun","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/kesenian-dongkrek-semakin-diminati-generasi-muda-madiun\/","title":{"rendered":"Kesenian Dongkrek Semakin Diminati Generasi Muda Madiun"},"content":{"rendered":"<p><strong>Madiun<\/strong> &#8211; Kesenian khas Madiun, Dongkrek, mulai digandrungi oleh anak-anak muda. Terbukti sejumlah pemuda dari berbagai kalangan di Madiun, pada minggu terakhir bulan februari ini menggelar kesenian yang menceritakan tentang keangkaramurkaan yang akhirnya dikalahkan oleh kebajikan tersebut.<\/p>\n<p>Sebagai contoh, mahasiswa Universitas PGRI Madiun (UNIPMA) yang melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Bina Desa di kelurahan Pandean Kecamatan Mejayan Sabtu malam (23\/2\/2019) menggelar <em>Open Stage<\/em> Kesenian Dongkrek di Taman Kota Caruban Asti. \u00a0Ketua panitia, Azin Maspi\u00a0 Anhar mengatakan, kegiatan ini juga sebagai \u00a0kaderisasi pelestarian kesenian Dongkrek di SDN Pandean.<\/p>\n<p>\u201cKetika kami wawancara atau observasi dengan tokoh masyarakat yang ada di sini menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat di kelurahan Pandean ini sudah sangat luar biasa sebenarnya di kesenian dongkrek. Namun kita ingin melakukan kaderisasi di sekolah dasar negeri Pandean ini \u201c, kata Azin.<\/p>\n<p>Dengan demikian, menurut Azin, kesenian dongkrek nantinya bisa menjadi kegiatan ekstra kurikuler di sekolah tersebut. Dan\u00a0pihaknya \u00a0selama ini telah memberikan pelatihan bersama Sanggar Satria Manggala kelurahan Pandean untuk melatih siswa-siswi SDN Pandean sebelum tampil pada <em>Open Stage<\/em> di Taman Kota Caruban Asti. Pertunjukan kesenian dongkrek ini melibatkan 37 anak dimeriahkan dengan tari Goyang-goyang, tari Rampak dan tari Dewi Bulan. \u00a0Agar kesenian dongkrek dikenal masyarakat mancanegara seperti halnya Reog Ponorogo, Azin juga mengundang 18 mahasiswa dari Pilipina dan Thailand untuk menyaksikan seni pertunjukan Dongkrek.<\/p>\n<p>\u201cDan kami juga mengundang mahasiswa asing dari Pilipina dan Thailand berjumlah 18 mahasiswa\u201d, katanya.<\/p>\n<p>Agar bisa bersaing dengan kesenian-kesenian lainnya, menurut mahasiswa semester 7 jurusan PGSD tersebut, dongkrek perlu dikemas dan dikreasikan dengan seni-seni yang lain \u00a0agar lebih menarik dan tidak monoton.<\/p>\n<p>Pergelaran kesenian dongkrek selanjutnya akan diadakan pada tanggal 27 Pebruari mendatang\u00a0 di Balai Desa Mejayan oleh karang taruna desa setempat. \u00a0Dengan melibatkan pemuda dan orang dewasa, pertunjukan ini akan menghapus kesan selama ini \u00a0bahwa \u00a0kesenian dongkrek hanya ditampilkan oleh anak-anak.<\/p>\n<p><em>rri.co.id\/Image\u00a0<span class=\"irc_ho\" dir=\"ltr\">Budaya Jawa<\/span><\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Madiun &#8211; Kesenian khas Madiun, Dongkrek, mulai digandrungi oleh anak-anak muda. Terbukti sejumlah pemuda dari berbagai kalangan di Madiun, pada minggu terakhir bulan februari ini menggelar kesenian yang menceritakan tentang&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":11043,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[76,96,103],"tags":[],"class_list":["post-11042","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news","category-featured","category-kota-madiun"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11042","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=11042"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11042\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=11042"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=11042"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=11042"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}