{"id":11098,"date":"2019-03-20T11:01:28","date_gmt":"2019-03-20T04:01:28","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesiaheritage-cities.org\/?p=11098"},"modified":"2019-03-20T11:01:28","modified_gmt":"2019-03-20T04:01:28","slug":"alunan-gamelan-dan-tarian-indonesia-meriahkan-peragaan-busana-di-moskow","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/alunan-gamelan-dan-tarian-indonesia-meriahkan-peragaan-busana-di-moskow\/","title":{"rendered":"Alunan Gamelan dan Tarian Indonesia Meriahkan Peragaan Busana di Moskow"},"content":{"rendered":"<p>Acara seni dan pameran bertajuk \u201cTraektoria: Ide Kreatif, Pengembangan dan Realisasi\u201d yang berlangsung di galeri seni \u201cNa Kashirke\u201d pada 17 Maret 2019 menghadirkan berbagai tampilan seni.<\/p>\n<p>Pada pameran itulah musik gamelan untuk pertama kalinya mengiringi sebuah peragaan busana di Rusia.<\/p>\n<p>Uniknya, para penabuh bukanlah orang asal Indonesia melainkan warga negara Rusia yang tergabung dalam sanggar musik \u201c Gamelan Dadali\u201d binaan KBRI\u00a0Moskow yang dipimpin oleh Ki Tri Koyo, alumni ISI Yogyakarta.<\/p>\n<p>Selain musik gamelan, ada pula penampilan tari Golek Asmarandana yang dimainkan oleh Elisabeth Nur Nilasari. Ia merupakan guru tari sanggar \u201cKirana Nusantara Dance\u201d yang juga alumni ISI Yogyakarta.<\/p>\n<p>Duta Besar RI untuk Federasi Rusia dan Republik Belarus, M. Wahid Supriyadi mengatakan bahwa acara tersebut sangat spesial, sebab baru pertama kalinya digelar di Rusia.<\/p>\n<p>\u201cAlunan musik gamelan mengiringi langsung sebuah peragaan busana. Hal ini menunjukkan bahwa seni tradisional Indonesia dapat diterima dengan baik di Rusia yang masyarakatnya dikenal sangat menghargai nilai-nilai seni dan\u00a0budaya. Hubungan kedua negara semakin dekat, khususnya di bidang seni dan budaya,\u201d kata Wahid.<\/p>\n<p>Sementara itu, dalam pameran tersebut terdapat berbagai karya busana rancangan para generasi muda yang berusia 7 hingga 19 tahun.<\/p>\n<p>Rancangan dan karya diambil dengan tema tropis dan inspirasi teknik busana dari negara-negara Asia.<\/p>\n<p>Seperti halnya batik dan jumputan dari Indonesia, serta terdapat pula karya yang mengambil inspirasi dari filosofi pewayangan.<\/p>\n<p>Pameran tidak hanya menampilkan karya busana yang telah siap pakai, tetapi juga ditampilkan beragam karya sejak awal suatu konsep dibuat.<\/p>\n<p>Mulai dari sketsa awal busana, konsep desain, sketsa dan desain di atas tekstil, pilihan bahan tekstil dan pola busana.<\/p>\n<p>Lalu juga komposisi pewarnaan, dekorasi atau aksesoris dan motif busana, serta desain rangkaian koleksi karya busana yang dibuat.<\/p>\n<p>Selain itu juga, Wahid menyampaikan bahwa semua warga Indonesia mau pun Rusia dapat mengunjungi kegiatan unggulan KBRI Moskow, yakni Festival Indonesia 2019 yang\u00a0berlangsung pada 2 &#8211; 4 Agustus 2019 di Taman Krasnaya Presnya.<\/p>\n<p>Festival ini merupakan kegiatan terpadu promosi budaya, pariwisata, ekonomi dan perdagangan Indonesia, forum bisnis, serta penyajian beragam produk dan promosi berbagai provinsi di Indonesia.<\/p>\n<p><em>travel.kompas.com<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Acara seni dan pameran bertajuk \u201cTraektoria: Ide Kreatif, Pengembangan dan Realisasi\u201d yang berlangsung di galeri seni \u201cNa Kashirke\u201d pada 17 Maret 2019 menghadirkan berbagai tampilan seni. Pada pameran itulah musik&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":11099,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[76,96],"tags":[],"class_list":["post-11098","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news","category-featured"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11098","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=11098"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11098\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=11098"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=11098"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=11098"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}