{"id":11153,"date":"2019-04-30T11:38:44","date_gmt":"2019-04-30T04:38:44","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesiaheritage-cities.org\/?p=11153"},"modified":"2019-04-30T11:38:44","modified_gmt":"2019-04-30T04:38:44","slug":"pemko-banda-aceh-gelar-festival-budaya-daerah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/pemko-banda-aceh-gelar-festival-budaya-daerah\/","title":{"rendered":"Pemko Banda Aceh Gelar Festival Budaya Daerah"},"content":{"rendered":"<p>Banda Aceh &#8211; Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman membuka secara resmi kegiatan Festival Budaya Daerah dan Expo UMKM Banda Aceh di Taman Bustanussalatin (Taman Sari).<\/p>\n<p>Acara pembukaan dimeriahkan oleh penampilan Rapai Debus Sanggar Seni Gemilang, orang nomor satu di Banda Aceh Aminullah ikut memperlihatkan aksinya dalam atraksi debus tersebut.<\/p>\n<p>&#8220;Saya sudah coba untuk tidak ikut pada awalnya, namun penampilan ini spesial untuk ultah Banda Aceh,&#8221; ucapnya.<\/p>\n<p>Ia mengatakan, bahwa Rapai Debus adalah salah satu seni budaya yang patut dipertahankan.<\/p>\n<p>&#8220;Ini akan menjadi hal yang menarik dimata wisatawan asing,&#8221; tambahnya.<\/p>\n<p>Dalam kesempatannya, Aminullah mengajak masyarakat untuk menjadi pelaku adat dengan melestarikan budaya yang ada.<\/p>\n<p>&#8220;Warisan budaya ini apabila tidak kita peringati setiap tahunnya, maka kita akan kehilangannya. Mari sama-sama lestarikan adat dan budaya kita,&#8221; ujar Aminullah.<\/p>\n<p>Menurutnya, untuk menjadi warga Kota Banda Aceh yang baik salah satunya adalah dengan menjaga warisan dari nenek moyang, dimana terletak nilai dan identitas suatu daerah pada sebuah tradisi dan budayanya.<\/p>\n<p>Aminullah juga mengharapkan masyarakat untuk memperkenalkan budaya-budaya Banda Aceh pada berbagai kesempatan.<\/p>\n<p>&#8220;Perkenalkan budaya kita melalui media-media sosial, ceritakan kepada kerabat dan saudara, saat kita bepergian keluar daerah, bahwa Banda Aceh punya curi khas yang menarik.&#8221;<\/p>\n<p>Aminullah menerangkan, bahwa dengan hal tersebut maka masyarakat juga telah ikut serta dalam mempromosikan wisata Kota Banda Aceh.<\/p>\n<p>Disamping itu, Aminullah mengatakan bahwa Pemko akan memperkenalkan kesenian lokal ini di ajang Nasional bahkan Internasional.<\/p>\n<p>&#8220;Nantinya kesenian kita ini akan dibawa ke Malang dan Karangasem di Bali dalam acara festival budaya,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>&#8220;Kedepan juga akan segera kita aktifkan panggung utama di taman sari ini, agar wisatawan bisa menikmati budaya yang original pada setiap akhir pekannya.&#8221; pungkas Aminullah.<\/p>\n<p>Kegiatan festival budaya dan expo tersebut adalah salah satu dari rangkaian acara HUT Kota Banda Aceh ke-814. Pembukaan\u00a0ditandai dengan pemukulan rapai oleh Wali Kota Aminullah, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan, Saminan, Kadis Pariwisata, Iskandar, Kadis Koperasi, UKM dan Perdagangan, T Iwan Kesuma.<\/p>\n<p><em>rri.co.id<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Banda Aceh &#8211; Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman membuka secara resmi kegiatan Festival Budaya Daerah dan Expo UMKM Banda Aceh di Taman Bustanussalatin (Taman Sari). Acara pembukaan dimeriahkan oleh&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":11154,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[76,96,75],"tags":[],"class_list":["post-11153","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news","category-featured","category-kota-banda-aceh"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11153","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=11153"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11153\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=11153"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=11153"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=11153"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}