{"id":11157,"date":"2019-05-08T10:18:07","date_gmt":"2019-05-08T03:18:07","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesiaheritage-cities.org\/?p=11157"},"modified":"2019-05-08T10:18:07","modified_gmt":"2019-05-08T03:18:07","slug":"kapal-wisata-coral-adventurer-berlabuh-di-baubau","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/kapal-wisata-coral-adventurer-berlabuh-di-baubau\/","title":{"rendered":"Kapal Wisata \u201cCoral Adventurer\u201d Berlabuh di Baubau"},"content":{"rendered":"<p><strong>Baubau<\/strong> &#8211; Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra) dengan sejumlah destinasi wisata yang dimilikinya masih menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan macanegara.<\/p>\n<p>Kapal wisman Coral Adventurer berlabuh di dermaga Kota Baubau dengan membawa 126 wisman beseta 75 orang crew kapal.<\/p>\n<p>Kedatangan wisman yang didominasi oleh lansia tersebut disambut hangat oleh pemkot Baubau khususnya Dinas Pariwisata setempat.<\/p>\n<p>Penyambutan ratusan wisman dari sejumlah Negara di Asia Pasific tersebut dilakukan di kompleks Mesjid Agung Keraton (baruga keraton) dengan menampilkan muda-mudi yang menegenakan pakaian adat serta disuguhkan aneka penganan tradisional.<\/p>\n<p>Kadis Pariwisata Kota Baubau, Ali Arham menargetkan kunjugan wisman di Kota pemilik benteng terluas di dunia ini akan terus ditingkatkan dengan harapan dapat mendorong sektor ekonomi kreatif.<\/p>\n<p>\u201cTentunya kita harapkan datangnya mereka member dampak kepada masyarakat kita. Misalnya bisa kita lihat bagaimana kehidupan ekonomi kreatif kita bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh para pengelola tamu-tamu dari luar negeri itu,\u201d jelas Ali Arham, saat ditemui di Baruga Keraton Buton.<\/p>\n<p>Sementara itu Andre Lantang, Manager Bahteramas Wisata Travel sebagai penyedia jasa wisman mengaku Baubau menjadi salah satu persinggahan kapal Coral Adventurer karena selain letaknya yang strategis, penerimaan masyarakatnya juga dikenal sangat ramah terhadap seluruh pengunjung.<\/p>\n<p>\u201cAlasannya kenapa kita bawa kesini karena Baubau ini salah satu daerah yang terakses oleh seluruh jalur karena lintasan laut. Baubau juga punya kultur budaya yang bagus, memiliki alam yang cantik sekali, kemudian penerimaan masyarakat sangat baik, lebih di atas dari daerah-daerah lain di Sultra,\u201d tutur Andre Lantang.<\/p>\n<p>Sebelum menikmati indahnya pemandangan alam Kota Baubau dari ketinggian, melihat secara langsung benteng terluas di dunia, para wisman diajak ke kampung tenun Sulaa untuk berbelanja aneka souvenir khas Kota Baubau.<\/p>\n<p>\u201cMereka kemarin dari Bone Rate, menikmati alam bawah laut di Kabupaten Selayar, lalu setelah Kota Baubau mereka akan ke Timur Indonesia, Seram. Jadi ada tiga jargon pariwisata Indonesia yakni <em>Culture<\/em>, <em>Nature<\/em>, dan <em>People<\/em>,\u201d imbuhnya.<\/p>\n<p><em>rri.co.id\/Image\u00a0baubaupost.com<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Baubau &#8211; Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra) dengan sejumlah destinasi wisata yang dimilikinya masih menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan macanegara. Kapal wisman Coral Adventurer berlabuh di dermaga Kota Baubau&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":11158,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[76,96,95],"tags":[],"class_list":["post-11157","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news","category-featured","category-kota-bau-bau"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11157","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=11157"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11157\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=11157"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=11157"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=11157"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}