{"id":11227,"date":"2019-06-17T11:23:59","date_gmt":"2019-06-17T04:23:59","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesiaheritage-cities.org\/?p=11227"},"modified":"2019-06-17T11:23:59","modified_gmt":"2019-06-17T04:23:59","slug":"mendikbud-buka-festival-dan-rakernas-jkpi-disambut-379-penari-pendet","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/mendikbud-buka-festival-dan-rakernas-jkpi-disambut-379-penari-pendet\/","title":{"rendered":"Mendikbud Buka Festival dan Rakernas JKPI, Disambut 379 Penari Pendet"},"content":{"rendered":"<div class=\"text-justify\">\n<p>Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy membuka festival dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) ke-7, yang disingkronkan dengan pameran HUT Kota Amlapura ke-379, bertempat di Taman Budaya Candra Bhuana, Amlapura, Minggu (16\/6). Pembukaan ditandai dengan pemukulan tambur oleh Mendikbud bersama Wakil Gubernur Bali Tjokorda Artha Ardana Sukawati (Cok Ace), serta Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri. Kehadiran Mendikbud disambut 379 penari pendet.<\/p>\n<\/div>\n<div class=\"text-justify\">\n<p>Mendikbud mengatakan, seni dan budaya merupakan warisan. Tanpa budaya tradisi, bangsa akan ketinggalan arah. \u201cMari kawal pelestarian budaya dan pusaka. Kita harus bangga dengan keberagaman budaya,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<\/div>\n<div class=\"text-justify\">\n<p>Bupati Mas Sumatri menyebutkan, Karangasem yang merupakan kabupaten paling ujung timur Pulau Bali itu\u00a0 memiliki beragam budaya. Sejumlah bangunan peninggalan zaman kerajaan hingga kini masih lestari. Di antaranya Taman Sukasada Ujung, Taman Tirtagangga, dan bangunan puri Kerajaan Karangasem. Selain itu, lanjut dia, terdapat desa dengan konsep Bali Aga masih tetap menjaga budayanya. Yakni Desa Tenganan Pegringsingan di Kecamatan Manggis.<\/p>\n<p>Mas Sumatri lantas membeberkan, Taman Budaya Candra Buana dipilih sebagai tempat digelarnya festival Pusaka Budaya Nusantara dan Rakernas JKPI serta pameran pembangunan dalam rangka HUT Amlapura ke -379\u00a0 guna memperkenalkan JKPI\u00a0 kepada masyarakat luas \u201cDengan kasanah budaya yang dimiliki Karangasem, kami berharap dapat meningkatkan kunjungan pariwista ke Karangasem,\u201d harap bupati perempuan pertama di Karangasem itu. Mas Sumatri yang juga ketua Presedium JKPI menegaskan,\u00a0 banyak manfaat yang diperoleh Karangasem\u00a0 menjadi tuan rumah penyelenggaraan kongres JKPI 2019. &#8220;Sisi ekonomi, pariwisata dan pengembangan budaya pasti kami dapatkan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p>Wagub Bali Cok Ace pada kesempatan yang sama berharap festival dan rakernas JKPI dapat menggali potensi seni dan budaya di Karangasem untuk dilestarikan. Ia pun berharap kegiatan tersebut dapat memajukan kesenian Bali dengan konsep Tri Hita Karana. \u201cKami berharap ini bukan sekedar festival saja. Hendaknya diimplementasikan kepada masyarakat,&#8221; ujar Cok Ace.<\/p>\n<p>Acara kemarin juga dihadiri Wakil Bupati Karangasem I Wayan Artha Dipa, Ketua DPRD Karangasem I Nengah Sumardi, dan sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Karangasem.<\/p>\n<p>Usai pembukaan, puluhan Anggota JKPI diundang meninjau museum Samsara dan launching program Karangasem Living Museum serta jamuan makan siang di Desa Jungutan,\u00a0 Bebandem.<\/p>\n<p><em>baliexpress.jawapos.com<\/em><\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy membuka festival dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) ke-7, yang disingkronkan dengan pameran HUT Kota Amlapura ke-379, bertempat di&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":11228,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[76,96,102],"tags":[],"class_list":["post-11227","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news","category-featured","category-kabupaten-karang-asem"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11227","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=11227"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11227\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=11227"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=11227"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=11227"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}