{"id":11257,"date":"2019-07-05T11:25:42","date_gmt":"2019-07-05T04:25:42","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesiaheritage-cities.org\/?p=11257"},"modified":"2019-07-05T11:25:42","modified_gmt":"2019-07-05T04:25:42","slug":"tari-gambuh-sejak-abad-ke-15-sampai-pesta-kesenian-bali-2019","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/tari-gambuh-sejak-abad-ke-15-sampai-pesta-kesenian-bali-2019\/","title":{"rendered":"Tari Gambuh, Sejak Abad ke-15 Sampai Pesta Kesenian Bali 2019"},"content":{"rendered":"<p>Sejumlah seniman membawakan sendra tari Gambuh dalam pagelaran kesenian di Pesta Kesenian Bali ke-41, Denpasar, Bali.<\/p>\n<p>Untuk diketahui, drama tari klasik Bali yang biasa ditampilkan untuk mengiringi ritual agama Hindu tersebut merupakan salah satu dari sembilan tari Bali yang diakui UNESCO sebagai warisan budaya tak benda.<\/p>\n<p>Gambuh adalah teater dramatari Bali yang dianggap sebagai sumber segala jenis tari klasik Bali karena paling kaya akan gerak-gerak tari khas Bali. Dengan begitu, tarian ini dinilai banyak kalangan sebagai yang paling tinggi mutunya.<\/p>\n<p>Tari Gambuh diperkirakan muncul sekitar abad ke-15 dengan lakon bersumber pada cerita Panji. Gambuh sendiri totalitas berbentuk teater (teatrikal) karena di dalamnya terdapat jalinan unsur seni suara, drama dan tari, seni rupa, sastra, dan lainnya.<\/p>\n<p>Gambuh dipentaskan dalam upacara-upacara Dewa Yadnya seperti odalan, upacara Manusa Yadnya seperti perkawinan keluarga bangsawan, upacara Pitra Yadnya (ngaben) dan lain sebagainya, diiringi gamelan Penggambuhan yang berlaras pelog Saih Pitu.<\/p>\n<p>Tokoh yang biasa ditampilkan dalam Gambuh adalah Condong, Kakan-kakan, Putri, Arya\/Kadean-kadean, Panji (Patih Manis), Prabangsa (Patih Keras), Demang, Temenggung, Turas, Panasar, dan Prabu.<\/p>\n<p>Dalam memerankan tokoh-tokoh tersebut, penari Gambuh pada umumnya menggunakan dialog bahasa Kawi, kecuali tokoh Turas, Panasar dan Condong yang berbahasa Bali, baik halus, madya, atau kasar.<\/p>\n<p>Hingga kini, Gambuh abadi dan aktif di beberapa desa, seperti Kedisan (Tegallalang, Gianyar), Batuan (Gianyar), Padang Aji dan Budakeling (Karangasem),<br \/>\nTumbak Bayuh (Badung), Pedungan (Denpasar), Apit Yeh (Tabanan), Anturan dan Naga Sepeha (Buleleng).<\/p>\n<p>Sekarang, melalui event Pesta Kesenian Bali ke-41, Denpasar, Gambuh dibawakan dalam beberapa serial, dari dua sampai tiga penari.<\/p>\n<p><em>rri.co.id<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sejumlah seniman membawakan sendra tari Gambuh dalam pagelaran kesenian di Pesta Kesenian Bali ke-41, Denpasar, Bali. Untuk diketahui, drama tari klasik Bali yang biasa ditampilkan untuk mengiringi ritual agama Hindu&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":11258,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[91],"tags":[],"class_list":["post-11257","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kota-denpasar"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11257","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=11257"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11257\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=11257"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=11257"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=11257"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}