{"id":11335,"date":"2019-07-29T11:32:26","date_gmt":"2019-07-29T04:32:26","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesiaheritage-cities.org\/?p=11335"},"modified":"2019-07-29T11:32:26","modified_gmt":"2019-07-29T04:32:26","slug":"denpasar-kite-festival-2019-tradisi-layangan-tradisional-bali","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/denpasar-kite-festival-2019-tradisi-layangan-tradisional-bali\/","title":{"rendered":"Denpasar Kite Festival 2019, Tradisi Layangan Tradisional Bali"},"content":{"rendered":"<p>Para peserta festival layang-layang tradisional nampak sangat menikmati suasana menerbangkan layang-layang besar buatan masing-masing. Sebanyak 785 peserta dengan beragam jenis layangan turut meramaikan &#8220;Denpasar Kite Festival 2019&#8221; di Pantai Mertasari, Denpasar, Bali, Minggu (28\/7\/2019).<\/p>\n<p>Diadakannya kegiatan ini sebagai wujud melestarikan tradisi layang-layang tradisional Bali sekaligus menjadi daya tarik bagi wisatawan mancanegara maupun lokal.<\/p>\n<p>Lomba layang-layang yang menekankan tradisional dan kreasi ini dibuka Walikota Denpasar, I.B Rai Dharmawijaya Mantra. Walikota Rai Mantra mengatakan, layang-layang telah menjadi permainan tradisi, khususnya bagi masyarakat Bali. Terlebih layang-layang memiliki filosofi konsep Rareangon yang terus berkembang serta menjadi event di ajang daerah, nasional hingga internasional. Kreatifitas juga semakin maju, sehingga perlu terus didukung.<\/p>\n<p>\u201cKreatifitas layang-layang harus terus didukung dalam pelestarian permainan tradisi dengan kreatifitas terus berkembang,\u201d ujarnya Rai Mantra di lokasi Pantai Mertasari.<\/p>\n<p>Kegiatan ini juga dilakukan dalam mendukung program Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar dalam mengurangi sampah plastik, dengan kreatifitas para Rareangon memberikan nilai lebih pada plastik melalui pembuatan layang-layang yang juga dilombakan saat ini. Kriteria penilaian berkaitan dengan keindahan layang-layang saat terbang, keserasian warna, guangan, dan jegjegtali.<\/p>\n<p>Layang-layang yang dilombakan meliputi, layang tradisional seperti Bebean, Janggan, Pecukan, dan Janggan Buntut dari kalangan anak-anak, remaja dan dewasa. Pelaksanaan lomba hanya sehari tetapi dimaksimalkan dalam layang-layang saat mengudara, terlebih kegiatan kali ini juga diikuti dari warga binaan Lapas Kerobokan.<\/p>\n<p>\u201cLayang-layang tidak hanya sebagai bentuk hobi semata, namun saat ini layang-layang dengan berbagai bentuk dan kreatifitasnya telah menjadi mata pencaharian dan nilai tambah,\u201d ujar Ketua Persatuan Layang-Layang Indonesia (Pelangi) Denpasar, I Wayan Mariyana Wandhira, sebagai pihak penyelenggara kepada wartawan.<\/p>\n<p><em>ANTARA<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Para peserta festival layang-layang tradisional nampak sangat menikmati suasana menerbangkan layang-layang besar buatan masing-masing. Sebanyak 785 peserta dengan beragam jenis layangan turut meramaikan &#8220;Denpasar Kite Festival 2019&#8221; di Pantai Mertasari,&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":11336,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[76,96,91],"tags":[],"class_list":["post-11335","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news","category-featured","category-kota-denpasar"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11335","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=11335"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11335\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=11335"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=11335"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=11335"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}