{"id":11640,"date":"2019-10-21T10:04:04","date_gmt":"2019-10-21T03:04:04","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesiaheritage-cities.org\/?p=11640"},"modified":"2019-10-21T10:04:04","modified_gmt":"2019-10-21T03:04:04","slug":"kembalikan-budaya-tradisional-lkaam-bukittinggi-gelar-festival-permainan-anak-nagari-minangkabau","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/kembalikan-budaya-tradisional-lkaam-bukittinggi-gelar-festival-permainan-anak-nagari-minangkabau\/","title":{"rendered":"Kembalikan Budaya Tradisional, LKAAM  Bukittinggi Gelar Festival Permainan Anak Nagari Minangkabau"},"content":{"rendered":"\n<p><strong>Bukittinggi <\/strong>&#8211; Untuk mengembalikan budaya tradisional, Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Kota Bukittinggi, Sabtu hingga Minggu 19 &#8211; 20 Oktober 2019,\u00a0menggelar festival permainan anak nagari Minangkabau,\u00a0yang berlokasi\u00a0di lapangan Wirabraja.<\/p>\n\n\n\n<p>Ketua panitia, Iskandar DT. Lelo Kayo, mengatakan, festival permainan anak nagari Minangkabau ini, terselenggara atas dukungan Kementrian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora),\u00a0dan juga pemerintah kota Bukittinggi. Dimana, pemerintah pusat telah membuka pintu kepada lembaga adat dan pemerintah daerah, untuk melaksanakan permainan tradisional.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Kesempatan itu, tentunya kita manfaatkan secara maksimal untuk menyelenggarakan festival permainan anak nagari Minangkabau di Bukittinggi. Acara ini didukung dengan dana dari Kemenpora sebesar Rp75 juta,\u00a0Dana Pokok Pikiran (Pokir)\u00a0Anggota DPRD Bukittinggi atas nama Dedi Fatria melalui\u00a0Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora),\u00a0sebesar Rp50 juta,\u00a0dan juga dana LKAAM Bukittinggi sendiri,&#8221;\u00a0terangnya Sabtu (19\/10\/2019).<\/p>\n\n\n\n<p>Menurut Iskandar, kegiatan ini\u00a0diikuti 61 sekolah dasar dan 19 SMP se Bukittinggi. Tujuannya, untuk lebih mengenalkan permainan anak nagari Minangkabau kepada generasi muda. Festival permainan anak nagari ini dilaksanakan dalam tiga kategori, kategori SD, SMP dan umum se Sumatra Barat.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cUntuk tingkat SD, dilaksanakan permainan lore, congkak, tarompa sayak, tangkelek panjang. Untuk kategori SMP, dilaksanakan permainan engrang, galah, kampar dan patok lelel. Sedangkan kategori umum se\u00a0Provinsi Sumatera Barat, dilaksanakan permainan gasiang,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Ketua LKAAM Bukittinggi, Syahrizal DT. Palang Gagah, menyebutkan, festival permainan anak nagari Minangkabau, dilaksanakan dalam rangka melestarikan adat budaya Minangkabau, khusunya permainan tradisional.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Kegiatan ini membawa kita kepada memori masa lalu. Pemikiran seperti ini dalam LKAAM Bukittinggi sudah lama direncanakan. Ada 20 permainan tradisional Minangkabau, namun untuk saat ini, kita laksanakan 9 permainan selama dua hari. Permainan tradisional ini mengajarkan banyak hal dan juga membentuk kepribadian generasi muda yang peduli sesama serta bersikap sportif dalam berolahraga,&#8221;\u00a0ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Permainan tradisional ini diharapkan dapat mengenalkan kembali permainan tradisional kepada generasi muda, yang memiliki manfaat dalam membentuk kepribadian mereka.<\/p>\n\n\n\n<p>Wali Kota Bukittinggi\u00a0M.\u00a0Ramlan Nurmatias, mengapresiasi pelaksanaan festival permainan anak nagari Minangkabau ini. Dimana, kegiatan ini tentunya menjadi salah satu upaya LKAAM dan juga pemerintah untuk mengantisipasi efek negatif dari perkembangan teknologi saat ini.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Kami sangat berterima kasih kepada LKAAM yang ikut memikirkan dan memberikan perhatian terhadap permainan tradisional ini. Sekarang kehidupan kita diselimuti gadget, banyak generasi muda yang menghabiskan waktu dengan gadget dan lupa dengan permainan tradisional yang mendekatkan diri mereka dengan lingkungan sekitar. Dengan kegiatan ini, tentunya kita harapkan dapat mengurangi kegiatan generasi muda untuk bermain gadget dan mengenalkan generasi muda dengan permainan tradisional Minangkabau,&#8221;\u00a0sebutnya.<\/p>\n\n\n\n<p>M. Ramlan Nurmatias\u00a0mengakui, kegiatan ini sangat positif dan sejalan dengan program pemerintah seperti sekolah keluarga, dalam upaya mempertahankan adat budaya Minangkabau.<\/p>\n\n\n\n<p><em>rri.co.id\/Image harianhaluan.com<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bukittinggi &#8211; Untuk mengembalikan budaya tradisional, Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Kota Bukittinggi, Sabtu hingga Minggu 19 &#8211; 20 Oktober 2019,\u00a0menggelar festival permainan anak nagari Minangkabau,\u00a0yang berlokasi\u00a0di lapangan Wirabraja.&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":12137,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[76,96,109],"tags":[],"class_list":["post-11640","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news","category-featured","category-kota-bukittinggi"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11640","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=11640"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11640\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12137"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=11640"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=11640"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=11640"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}