{"id":11653,"date":"2019-11-01T09:56:25","date_gmt":"2019-11-01T02:56:25","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesiaheritage-cities.org\/?p=11653"},"modified":"2019-11-01T09:56:25","modified_gmt":"2019-11-01T02:56:25","slug":"ambon-dinobatkan-jadi-kota-musik-dunia-unesco","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/ambon-dinobatkan-jadi-kota-musik-dunia-unesco\/","title":{"rendered":"Ambon Dinobatkan Jadi Kota Musik Dunia UNESCO"},"content":{"rendered":"<p>Dalam rangka Hari Kota Sedunia yang jatuh pada tanggal 31 Oktober, UNESCO telah menobatkan Ambon menjadi salah satu kota musik dunia.<\/p>\n<p>Dengan ini, Kota Ambon bersanding bersama 65 kota lainnya yang ditunjuk UNESCO dan akan bergabung dalam Jaringan Organisasi Kota Kreatif yang kini berjumlah total 246 anggota.<\/p>\n<p>Dalam situs Unesco.org disebutkan bahwa jaringan ini menyatukan kota-kota yang mendasarkan pengembangan mereka pada kreativitas, baik dalam musik, seni dan kerajinan rakyat, desain, bioskop, sastra, seni digital dan gastronomi.<\/p>\n<p>Kota-kota kreatif UNESCO berkomitmen untuk menempatkan budaya di pusat strategi pembangunan mereka dan untuk membagikan praktik terbaik mereka kepada dunia.<\/p>\n<p>Menurut Direktur Jenderal UNESCO, Audrey Azoulay, di seluruh dunia, kota-kota yang terpilih ini memiliki cara sendiri untuk menjadikan budaya sebagai pilar bukan aksesoris.<\/p>\n<p>\u201cStrategi mereka juga kami lihat untuk membawa budaya sebagai pilar, bukan aksesoris, ini mendukung inovasi politik dan sosial, serta sangat penting bagi generasi muda,\u201d kata Audrey seperti dikutip situs unesco.org.<\/p>\n<p>Pada tanggal 31 Oktober 2019, UNESCO dan para pejabat dari 24 kota di seluruh dunia merayakan Hari Kota Sedunia.<\/p>\n<p>Jaringan Organisasi Kota Kreatif sedunia ini tidak hanya berfokus pada budaya melainkan juga akses, inklusi, pendidikan kewarganegaraan global, pertahanan hak, ekonomi, dan pekerjaan.<\/p>\n<p>Selain itu juga dinilai bagaimana pencegahan dan ketahanan terhadap perubahan iklim. Perayaan ini merupakan sebuah kesempatan untuk berdialog tentang perkotaan.<\/p>\n<p>Pertemuan ini akan menampilkan kota-kota luar biasa yang mengandalkan inovasi dan kecerdasan kolektif untuk membangun masa depan kota mereka. Berikut daftar anggota baru Jaringan Kota Kreatif UNESCO:<\/p>\n<p>1. Afyonkarahisar (Turki) \u2013 Gastronomi<br \/>\n2. Ambon (Indonesia) \u2013 Musik<br \/>\n3. Angouleme (Prancis) \u2013 Sastra<br \/>\n4. Aregua (Paraguay) \u2013 Kerajinan dan Seni Rakyat<br \/>\n5. Arequipa (Peru) \u2013 Gastronomi<br \/>\n6. Asahikawa (Jepang) \u2013 Desain<br \/>\n7. Ayacucho (Peru) \u2013 Kerajinan dan Seni Rakyat<br \/>\n8. Baku (Azerbaijan) \u2013 Desain<br \/>\n9. Ballarat (Australia) \u2013 Kerajinan dan Seni Rakyat<br \/>\n10. Bandar Abbas (Republik Islam Iran) \u2013 Kerajinan dan Seni Rakyat<br \/>\n11. Bangkok (Thailand) \u2013 Desain<br \/>\n12. Beirut (Lebanon) \u2013 Sastra<br \/>\n13. Belo Horizonte (Brasil) \u2013 Gastronomi<br \/>\n14. Bendigo (Australia) \u2013 Gastronomi<br \/>\n15. Bergamo (Italia) \u2013 Gastronomi<br \/>\n16. Biella (Italia) \u2013 Kerajinan Tangan dan Seni Rakyat<br \/>\n17. Caldas da Rainha (Portugal) \u2013 Kerajinan dan Seni Rakyat<br \/>\n18. Kota Cebu (Filipina) \u2013 Desain<br \/>\n19. Essaouira (Maroko) \u2013 Musik<br \/>\n20. Exeter (Kerajaan Inggris Raya dan Irlandia Utara) \u2013 Sastra<br \/>\n21. Fortaleza (Brasil) \u2013 Desain<br \/>\n22. Hanoi (Vietnam) \u2013 Desain<br \/>\n23. Havana (Kuba) \u2013 Musik<br \/>\n24. Hyderabad (India) \u2013 Gastronomi<br \/>\n25. Jinju (Republik Korea) \u2013 Kerajinan dan Seni Rakyat<br \/>\n26. Kargopol (Federasi Rusia) \u2013 Kerajinan dan Seni Rakyat<br \/>\n27. Karlsruhe (Jerman) \u2013 Media arts<br \/>\n28. Kazan (Federasi Rusia) \u2013 Musik<br \/>\n29. Kirsehir (Turki) \u2013 Musik<br \/>\n30. Kuhmo (Finlandia) \u2013 Sastra<br \/>\n31. Lahore (Pakistan) \u2013 Sastra<br \/>\n32. Leeuwarden (Belanda) \u2013 Sastra<br \/>\n33. Leiria (Portugal) \u2013 Musik<br \/>\n34. Lliria (Spanyol) \u2013 Musik<br \/>\n35. Merida (Meksiko) \u2013 Gastronomi<br \/>\n36. Metz (Prancis) \u2013 Musik<br \/>\n37. Muharraq (Bahrain) \u2013 Desain<br \/>\n38. Mumbai (India) \u2013 Film<br \/>\n39. Nanjing (Cina) \u2013 Sastra<br \/>\n40. Odessa (Ukraina) \u2013 Sastra<br \/>\n41. Overstrand Hermanus (Afrika Selatan) \u2013 Gastronomi<br \/>\n42. Port of Spain (Trinidad dan Tobago) \u2013 Musik<br \/>\n43. Portoviejo (Ekuador) \u2013 Gastronomi<br \/>\n44. Potsdam (Jerman) \u2013 Film<br \/>\n45. Queretaro (Meksiko) \u2013 Desain<br \/>\n46. Ramallah (Palestina) \u2013 Musik<br \/>\n47. San Jose (Kosta Rika) \u2013 Desain<br \/>\n48. Sanandaj (Republik Islam Iran) \u2013 Musik<br \/>\n49. Santiago de Cali (Kolombia) \u2013 Media Arts<br \/>\n50. Santo Domingo (Republik Dominika) \u2013 Musik<br \/>\n51. Sarajevo (Bosnia dan Herzegovina) \u2013 Film<br \/>\n52. Sharjah (Uni Emirat Arab) \u2013 Kerajinan dan Seni Rakyat<br \/>\n53. Slemani (Irak) \u2013 Sastra<br \/>\n54. Sukhothai (Thailand) \u2013 Kerajinan dan Seni Rakyat<br \/>\n55. Trinidad (Kuba) \u2013 Kerajinan dan Seni Rakyat<br \/>\n56. Valladolid (Spanyol) \u2013 Film<br \/>\n57. Valledupar (Kolombia) \u2013 Musik<br \/>\n58. Valparaiso (Chili) \u2013 Musik<br \/>\n59. Veszprem (Hongaria) \u2013 Musik<br \/>\n60. Viborg (Denmark) \u2013 Media Arts<br \/>\n61. Viljandi (Estonia) \u2013 Kerajinan dan Seni Rakyat<br \/>\n62. Vranje (Serbia) \u2013 Musik<br \/>\n63. Wellington (Selandia Baru) \u2013 Film<br \/>\n64. Wonju (Republik Korea) \u2013 Sastra<br \/>\n65. Wroclaw (Polandia) \u2013 Sastra<br \/>\n66. Yangzhou (Cina) &#8211; Gastronomi<\/p>\n<p>Sebelumnya, Pemerintah Kota Ambon bersama Badan Ekonomi Kreatif telah mendaftarkan Ambon sebagai kota musik dunia ke-18. Dua bangunan telah diresmikan guna mendukung fasilitas dan infrastruktur yang memadai, seperti gedung studio musik di Universitas Pattimura dan gedung pertemuan musik etnik di kampus Institut Agama Islam Negeri Ambon.<\/p>\n<p>travel.kompas.com<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dalam rangka Hari Kota Sedunia yang jatuh pada tanggal 31 Oktober, UNESCO telah menobatkan Ambon menjadi salah satu kota musik dunia. Dengan ini, Kota Ambon bersanding bersama 65 kota lainnya&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":12112,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[76,96,81],"tags":[],"class_list":["post-11653","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news","category-featured","category-kota-ambon"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11653","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=11653"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11653\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12112"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=11653"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=11653"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=11653"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}