{"id":12356,"date":"2021-08-16T13:31:22","date_gmt":"2021-08-16T06:31:22","guid":{"rendered":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/?p=12356"},"modified":"2021-08-16T13:31:22","modified_gmt":"2021-08-16T06:31:22","slug":"jembatan-alalak-yang-unik-siap-jadi-ikon-wisata-baru-di-banjarmasin","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/jembatan-alalak-yang-unik-siap-jadi-ikon-wisata-baru-di-banjarmasin\/","title":{"rendered":"Jembatan Alalak Yang Unik Siap Jadi Ikon Wisata Baru di Banjarmasin"},"content":{"rendered":"<p>Jembatan Alalak\u00a0yang\u00a0menghubungkan\u00a0Kota Banjarmasin\u00a0dan Kabupaten Barito Kuala diproyeksikan menjadi ikon wisata baru di Banjarmasin\u00a0khususnya dan\u00a0Kalimantan\u00a0Selatan. Pada September tahun ini, jembatan itu direncanakan sudah selesai dibangun dan bisa diakses masyarakat.<\/p>\n<p>Wali Kota Banjarmasin\u00a0Ibnu Sina\u00a0meninjau progres\u00a0pembangunan jembatan itu pada Jumat, 13 Agustus lalu.\u00a0&#8220;Hari ini kami meninjau progres pembangunan Jembatan Alalak dan saya bersama Pak Syauqi\u00a0(Kepala BPJN Kalimantan Selatan Syauqi Kamal) dari Balai berharap ini sesuai dengan rencana akan selesai nanti tanggal 15 September 2021,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Jembatan Alalak\u00a0dibangun untuk menggantikan Jembatan Kayu Tangi 1 yang telah berusia sekitar 30 tahun dan menjadi jalur utama akses Kota Banjarmasin dengan berbagai wilayah di\u00a0Kalimantan Selatan\u00a0dan Kalimantan Tengah. Menurut rilis Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, bentang\u00a0utama jembatan\u00a0Alalak dirancang dengan menggunakan\u00a0<em>cable<\/em>&#8211;<em>stayed<\/em>\u00a0dan struktur jembatan lengkung dan pertama di Indonesia.<\/p>\n<p>Menurut Ibnu, pembangunannya sempat tertunda karena tingkat kesulitan konstruksinya.\u00a0&#8220;Sempat tertunda memang, tetapi sengaja kami lihat situasi di lapangan memang progresnya sangat menggembirakan, apalagi ini menghubungkan Kota Banjarmasin dan Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan,&#8221; kata dia.<\/p>\n<p>Ibnu berharap setelah selesai dibangun, jembatan itu dapat dimanfaatkan maksimal untuk kepentingan masyarakat.\u00a0Misalnya pemanfaatan ruang terbuka di lahan sisi jembatan yang dapat dimanfaatkan menjadi ruang publik sehingga dapat menjadi daya tarik wisatawan dari dalam dan luar Kalimantan Selatan.<\/p>\n<p>Ia juga berharap Pemkot Banjarmasin dapat bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dan Pemerintah Kabupaten Barito Kuala dalam menjaga jembatan.\u00a0&#8220;Kita bisa sama-sama mengelola kawasan ini supaya betul-betul jelas peruntukannya, dan masyarakat pun jangan sampai nanti memanfaatkan kawasan ini untuk sesuatu yang tidak semestinya,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Selain Jembatan Alalak ini, Kota\u00a0Banjarmasin\u00a0juga memiliki satu jembatan yang menjadi ikon baru wisata, yakni jembatan Pulau Bromo di Banjarmasin Selatan. Jembatan berkonstruksi gantung tersebut menjadi unik karena seperti rollercoaster.<\/p>\n<p><em>travel.tempo.co\/Image kompas.com<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jembatan Alalak\u00a0yang\u00a0menghubungkan\u00a0Kota Banjarmasin\u00a0dan Kabupaten Barito Kuala diproyeksikan menjadi ikon wisata baru di Banjarmasin\u00a0khususnya dan\u00a0Kalimantan\u00a0Selatan. Pada September tahun ini, jembatan itu direncanakan sudah selesai dibangun dan bisa diakses masyarakat. Wali Kota&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":12357,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[76,96,100],"tags":[],"class_list":["post-12356","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news","category-featured","category-kota-banjarmasin"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12356","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=12356"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12356\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12357"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=12356"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=12356"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=12356"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}