{"id":12481,"date":"2021-12-09T12:32:00","date_gmt":"2021-12-09T05:32:00","guid":{"rendered":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/?p=12481"},"modified":"2021-12-09T12:32:00","modified_gmt":"2021-12-09T05:32:00","slug":"kongres-ke-v-jkpi-di-bogor-tetapkan-8-ibu-kota-kebudayaan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/kongres-ke-v-jkpi-di-bogor-tetapkan-8-ibu-kota-kebudayaan\/","title":{"rendered":"Kongres ke-V JKPI di Bogor Tetapkan 8 Ibu Kota Kebudayaan"},"content":{"rendered":"<p><strong>BOGOR<\/strong>&#8211; Selain menetapkan Ketua Presidium Jaringan Kota Pusaka Indonesia\u00a0(JKPI) 2021-2024. Kongres Ke-V\u00a0JKPI\u00a0yang berlangsung di\u00a0Kota Bogor\u00a0sejak Kamis 2 Desember 2021 hingga Sabtu 4 Desember 2021 itu, juga menetapkan delapan Ibu Kota Budaya yang tersebar di sejumlah kota dan kabupaten di Indonesia.<\/p>\n<p>Ketua Dewan Kurator Ibu Kota Kebudayaan\u00a0JKPI, Taufik Rahzen mengatakan, gagasan penetapan\u00a0ibu kota kebudayaan\u00a0bukanlah sesuatu yang baru. Sebab, di Uni Eropa sendiri memiliki tradisi menetapkan\u00a0ibu kota kebudayaan\u00a0setiap tahun sejak 1980-an.<\/p>\n<p>\u201cPada awalnya hanya ada satu kota setiap tahun, namun karena antusiasme anggota pada tahun 2000 menjadi delapan kota. Sejak itu dikembangkan yang melibatkan beberapa kota sekaligus,&#8221; katanya akhir pekan kemarin.<\/p>\n<p>Taufik menjelaskan, penetapan\u00a0ibu kota kebudayaan\u00a0ini memicu negara-negara Arab dan Amerika untuk menetapkan\u00a0ibu kota kebudayaan\u00a0mereka sendiri.<\/p>\n<p>&#8220;Arab Capital of Culture ditetapkan mulai tahun 1996 dan America Capital of Culture pada tahun 2000,&#8221; ungkapnya.<\/p>\n<p>Sehingga kata dia, dengan berkaca dari negara-negara lain, maka pra kongres\u00a0JKPI\u00a0di Banda Aceh lalu memutuskan untuk memilih delapan kota sebagai\u00a0ibu kota kebudayaan\u00a0setiap tahunnya.<\/p>\n<p>&#8220;Masing-masing\u00a0ibu kota kebudayaan\u00a0ini memiliki karakteristik dan kekuatan masing-masing yang akan dipilih secara berganti setiap tahunnya,&#8221; bebernya.<\/p>\n<p>Berikut ini ayobogor.com telah merangkum 8\u00a0ibu kota kebudayaan\u00a0yang ditetapkan pada Kongres ke-V\u00a0JKPI\u00a0di\u00a0Kota Bogor\u00a0sejak Kamis 2 Desember 2021 hingga Sabtu 4 Desember 2021:<\/p>\n<p>1. Surakarta (Ibu Kota Kemajuan Kebudayaan)<br \/>\n2. Sawahlunto (Ibu Kota Warisan Sejarah)<br \/>\n3. Banda Aceh (Ibu Kota Bandar Maritim)<br \/>\n4. Bogor (Ibu Kota Berkelanjutan)<br \/>\n5. Siak Sri Indrapura (Ibu Kota Literasi dan Pendidikan)<br \/>\n6. Ambon (Ibu Kota Kreatif)<br \/>\n7. Denpasar (Ibu Kota Kebangsaan)<br \/>\n8. Sumbawa (Ibu Kota Perubahan Iklim)<\/p>\n<p>Kota Bogor sendiri tahun ini ditetapkan sebagai Ibu Kota Berkelanjutan.<\/p>\n<p><em>bogor.ayoindonesia.com\/image tribun<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BOGOR&#8211; Selain menetapkan Ketua Presidium Jaringan Kota Pusaka Indonesia\u00a0(JKPI) 2021-2024. Kongres Ke-V\u00a0JKPI\u00a0yang berlangsung di\u00a0Kota Bogor\u00a0sejak Kamis 2 Desember 2021 hingga Sabtu 4 Desember 2021 itu, juga menetapkan delapan Ibu Kota&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":12482,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[76,96,78],"tags":[],"class_list":["post-12481","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news","category-featured","category-kota-bogor"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12481","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=12481"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12481\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12482"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=12481"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=12481"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=12481"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}