{"id":12557,"date":"2022-01-05T12:26:00","date_gmt":"2022-01-05T05:26:00","guid":{"rendered":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/?p=12557"},"modified":"2022-01-05T12:26:00","modified_gmt":"2022-01-05T05:26:00","slug":"keraton-yogyakarta-menggelar-peringatan-hadeging-nagari-ngayogyakarta-hadiningrat-ke-275","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/keraton-yogyakarta-menggelar-peringatan-hadeging-nagari-ngayogyakarta-hadiningrat-ke-275\/","title":{"rendered":"Keraton Yogyakarta Menggelar Peringatan &#8220;Hadeging Nagari&#8221; Ngayogyakarta Hadiningrat ke-275"},"content":{"rendered":"<p><b>Yogyakarta<\/b>\u00a0&#8211;\u00a0Keraton Yogyakarta\u00a0menggelar peringatan berdirinya Kesultanan Yogyakarta yang biasa disebut dengan istilah Pengetan Hadeging Nagari Ngayogyakarta Hadiningrat ke-275 selama dua hari 2-3 Januari 2022. Kegiatan yang berlangsung tepat setelah pergantian tahun ini pada dasarnya diselenggarakan berdasarkan penanggalan Kalender Sultan Agungan yang jatuh setiap 29 Jumadil Awal.<\/p>\n<p>Berdasarkan asal-usulnya, tepat sebulan setelah penandatanganan Perjanjian Giyanti, Pangeran Mangkubumi sebagai pendiri Kesultanan Yogyakarta memproklamasikan berdirinya kerajaan baru pada 13 Maret 1755 atau 29 Jumadil Awal 1680 Be.<\/p>\n<p>&#8220;Tapi sepanjang bulan Desember 2021 telah digelar berbagai rangkaian kegiatan untuk memperingati agenda<br \/>\nHadeging Nagari,&#8221; kata Penghageng Kawedanan Pengulon (kepala unit yang menangani urusan keagamaan) Keraton Yogyakarta Kanjeng Raden Tumenggung (KRT) Jayaningrat.<\/p>\n<p>Diantaranya seperti Sholawatan Jawa, Sema\u2019an Al-Quran, dan Mujahadah di Masjid Pathok Negara Ploso Kuning, Mlangi, Babadan\u00a0dan Dongkelan. Berbagai lomba juga digelar oleh Kawedanan Pengulon, namum mengingat situasi pandemi berbagai perlombaan seperti tabuh bedhug, adzan dan rodat digelar secara daring atau online.<\/p>\n<p>Di penghujung puncak peringatan acara, para\u00a0Abdi Dalem\u00a0Keraton Yogyakarta menggelar ziarah ke makam Sri Sultan Hamengku Buwono I dan pemimpin keraton berikutnya di Pajimatan Imogiri pada Ahad pagi, 2 Januari 2021. Lalu malam harinya digelar Mujahadah di Masjid Gedhe Keraton Yogyakarta selepas salat isya.<\/p>\n<p>Jayaningrat\u00a0mengatakan rangkaian acara pada Ahad juga meliputi pembacaan shalawat\u00a0Nabi Muhammad SAW, Manaqib (Jawahirul Ma\u2019ani) oleh Abdi Dalem Kanca Kaji serta Dzikrul Ghofilin oleh KH\u00a0Misbachul Munir. Kemudian esoknya Senin, 3 Januari 2021 digelar Sema\u2019an Al-Qur\u2019an dari juz 1-30 yang dilantunkan sejak pukul 05.00 WIB hingga malam hari menjelang puncak acara peringatan Hadeging Nagari di Kagungan Dalem Masjid Gedhe Yogyakarta.<\/p>\n<p>Jayaningrat mengatakan akibat situasi pandemi Sabda Tama Ngarsa Dalem (Raja Keraton) Sri\u00a0Sultan Hamengku Buwono X\u00a0dan tausiyah pada puncak peringatan acara Hadeging Nagari itu juga direkam dan disiarkan secara langsung melalui Kanal Youtube Keraton Yogyakarta pada Senin malam, 3 Januari.<\/p>\n<p><em>travel.tempo.co<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Yogyakarta\u00a0&#8211;\u00a0Keraton Yogyakarta\u00a0menggelar peringatan berdirinya Kesultanan Yogyakarta yang biasa disebut dengan istilah Pengetan Hadeging Nagari Ngayogyakarta Hadiningrat ke-275 selama dua hari 2-3 Januari 2022. Kegiatan yang berlangsung tepat setelah pergantian tahun&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":12558,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[96,87],"tags":[],"class_list":["post-12557","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-featured","category-kota-yogyakarta"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12557","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=12557"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12557\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12558"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=12557"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=12557"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=12557"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}