{"id":13021,"date":"2022-10-18T11:38:48","date_gmt":"2022-10-18T04:38:48","guid":{"rendered":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/?p=13021"},"modified":"2022-10-18T11:38:48","modified_gmt":"2022-10-18T04:38:48","slug":"abu-dhardha-sang-juara-pada-ajang-drum-competition-part-iii-di-fort-oranje-ternate","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/abu-dhardha-sang-juara-pada-ajang-drum-competition-part-iii-di-fort-oranje-ternate\/","title":{"rendered":"ABU DHARDHA, SANG JUARA PADA AJANG DRUM COMPETITION PART III DI FORT ORANJE TERNATE"},"content":{"rendered":"<p>Oleh: Rinto Taib<\/p>\n<p>Para peserta kompetisi nampak tampil maksimal dan semakin memukau pada grand final dihadapan para dewan juri antara lain: Sahrul Nachrawi, Maulana Mustafa, Muchtar Buamona, Adnan Saiful dan Rinto Taib. Para penonton sekaligus fans atau pendukung dari masing-masing peserta kompetisi nampak antusias dan sesekali meneriakan yel-yel dukungan kepada para peserta. Abu Dhardha sang pemenang kategori dewasa pada grand final Drum Competition tersebut nampak gembira ketika namanya dibacakan oleh MC diatas panggung acara sebagai sang pemenang dengan peringkat sebagai juara 1 pada Drum Competition Part III yang telah berlangsung sukses sejak tanggal 13 dan 15 Oktober di kawasan cagar budaya peringkat nasional Fort Oranje Ternate.<\/p>\n<p>Abu Dhardha memang layak meraih perolehan nilai tertinggi dari semua para juri, kemampuannya yang luar biasa meskipun di usia yang masih belia, Dhardha sapaan akrab atas dirinya sangatlah populer dikalangan para musisi Maluku Utara terlebih dikalangan para drummer. Berulang kali memenangkan kompetisi serupa untuk kategori juara yang sama serta aktif mengisi acara di berbagai event gelaran musik sebagai drummer dengan kecakapannya yang tak diragukan lagi.<\/p>\n<figure id=\"attachment_13024\" aria-describedby=\"caption-attachment-13024\" style=\"width: 450px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-13024\" src=\"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/rn3.jpg\" alt=\"\" width=\"450\" height=\"254\" srcset=\"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/rn3.jpg 600w, https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/rn3-300x169.jpg 300w, https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/rn3-370x208.jpg 370w, https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/rn3-220x124.jpg 220w, https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/rn3-270x152.jpg 270w\" sizes=\"(max-width: 767px) 100vw, 450px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-13024\" class=\"wp-caption-text\">Sebagai Finalis Drum Competition Part III di Fort Oranje Ternate<\/figcaption><\/figure>\n<p>Rasanya tak berlebihan namun faktanya tak bisa dipungkiri bahwa Dhardha seolah memiliki kelebihan dan talenta yang sulit ditandingi oleh para drummer seusianya di Ternate. Dentuman alat musik tabuh yang dihasilkan dari kemampuan Dhardha seolah membuat para penonton merasa tak percaya kala dirinya tampil memukau meskipun dengan jenis pilihan lagu yang tergolong sulit sekalipun. Dhardha tetap menikmati tanpa terkesan seolah sedang mengalami demam panggung atau berada pada situasi sulit untuk mengiringi para musisi lainnya yang sepanggung dengannya.<\/p>\n<p>Orang bijak berkata bahwa \u201cbuah tak jatuh jauh dari pohonnya\u201d adalah benar adanya, Sukardi atau akrab di sapa Kobori, ayah Dhardha yang juga seorang musisi senior Maluku Utara, seorang drummer yang juga piawai memainkan alat musik tabuh tersebut bahkan handal pula dalam memainkan alat musik lainnya tentu menjadi guru terbaik sekaligus sosok yang mengantarkan Dhardha hingga berada pada kesuksesan saat ini. Ibunya juga dikenal sebagai sosok yang sangat memahami potensi dan talenta sang anak sehingga lengkaplah kesempurnaan Dhardha untuk menggeluti hobinya hingga berhasil meraih semua pencapaian hingga saat ini meskipun ditengah rutinitas bersekolah dan belajar sebagai siswa pada umumnya di sebuah SLTP di kota Ternate.<\/p>\n<figure id=\"attachment_13023\" aria-describedby=\"caption-attachment-13023\" style=\"width: 450px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-13023\" src=\"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/rn2.jpg\" alt=\"\" width=\"450\" height=\"450\" srcset=\"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/rn2.jpg 540w, https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/rn2-300x300.jpg 300w, https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/rn2-150x150.jpg 150w, https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/rn2-370x370.jpg 370w, https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/rn2-120x120.jpg 120w, https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/rn2-154x154.jpg 154w\" sizes=\"(max-width: 767px) 100vw, 450px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-13023\" class=\"wp-caption-text\">Dhardha latihan Drum diusia 3 Tahun<\/figcaption><\/figure>\n<p>Pencapaian yang diperoleh juga merupakan proses panjang perjalanan menggeluti dunia drum. Belajar memainkan drum telah dilakukan Dhardha sejak duduk di bangku kelas 5 sekolah dasar. Pertama kali tampil sebagai sang juara untuk pertama kalinya bagi Dfardha adalah ketika berusia 11 tahun. Seiring waktu berjalan, Dhardha terus meningkatkan kualitas dirinya hingga berturut-turut menjuarai lomba pada Drum Competition Part 1 (juara 1) untuk kategori anak-anak, Drum Competition Part II (Juara 1) untuk kategori umum dan juga sebagai juara 1 pada Drum Competition Part III yang baru saja di gelar di benteng Oranje Ternate. Sebuah event yang seolah telah turut memperkuat dan mewujudkan program pemerintah Kota Ternate menjadikan benteng Oranje sebagai creative hub.<\/p>\n<figure id=\"attachment_13025\" aria-describedby=\"caption-attachment-13025\" style=\"width: 450px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-13025\" src=\"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/rn4.jpg\" alt=\"\" width=\"450\" height=\"254\" srcset=\"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/rn4.jpg 600w, https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/rn4-300x169.jpg 300w, https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/rn4-370x208.jpg 370w, https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/rn4-220x124.jpg 220w, https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/rn4-270x152.jpg 270w\" sizes=\"(max-width: 767px) 100vw, 450px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-13025\" class=\"wp-caption-text\">Para Penonton diajang Drum Competition Part III di Fort Oranje<\/figcaption><\/figure>\n<p>Jalan untuk menapaki masa depan tentulah masih panjang untuk dilalui, dengan kecakapan, potensi dan talenta yang dimiliki di usia 15 tahun saat ini tentunya memberikan peluang emas bagi Dhardha untuk meraih masa depan yang gemilang. Teruslah belajar dan berkarya karena masa depan ditentukan dari perencanaan dan usaha keras yang diawali saat ini.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh: Rinto Taib Para peserta kompetisi nampak tampil maksimal dan semakin memukau pada grand final dihadapan para dewan juri antara lain: Sahrul Nachrawi, Maulana Mustafa, Muchtar Buamona, Adnan Saiful dan&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":13022,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[76,96,101],"tags":[],"class_list":["post-13021","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news","category-featured","category-kota-ternate"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13021","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=13021"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13021\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/media\/13022"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=13021"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=13021"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=13021"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}