{"id":14455,"date":"2023-08-09T11:41:03","date_gmt":"2023-08-09T04:41:03","guid":{"rendered":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/?p=14455"},"modified":"2023-08-09T11:41:03","modified_gmt":"2023-08-09T04:41:03","slug":"perdosparin-minta-jkpi-bantu-percepatan-pembentukan-badan-pengelola-wt-bos","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/perdosparin-minta-jkpi-bantu-percepatan-pembentukan-badan-pengelola-wt-bos\/","title":{"rendered":"Perdosparin Minta JKPI Bantu Percepatan Pembentukan Badan Pengelola WT BOS"},"content":{"rendered":"<p>Padang, Prokabar \u2013 Pengurus Besar Persatuan Dosen Pariwisata Indonesia (Perdosparin) dan Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) meminta Kemendikbud serius urus Pembentukan Pengelolah <strong>Warisan Tambang Batubara Ombilin Sawahlunto<\/strong> (WT BOS)<\/p>\n<p>Ketua Umum Perdosparin, <strong>Febby Dt Bangso<\/strong> mengingatkan percepatan penting dilakulan karena empat tahun Kota Sawahlunto ditetapkan sebagai Kota Warisan Dunia UNESCO. Namun masih belum memiliki badan pengelola.<\/p>\n<p>\u201cBadan pengelola mestinya sudah rampung pada 2020 lalu, namun sampai saat ini belum juga terbentuk, jangan sampai nanti menjadi evaluasi Unesco karena kita dianggap tidak serius,\u201d tegas Febby Dt Bangso.<\/p>\n<p>\u201cDirjen Kebudayaan harus memastikan Surat Keputusan Presiden harus segera terbit sebelum sibuk dengan tahun politik, Jika Pemerintah Pusat tidak segera membentuk Badan Pengelola (BP) WTBOS. WTBOS belum dapat maksimal dikelola, sebab jika hanya Pemko saja secara kewenangan, anggaran dan kebijakan tentu sangat terbatas,\u201d lanjutnya.<\/p>\n<p><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-14456\" src=\"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/Berita-090823.jpg\" alt=\"\" width=\"1051\" height=\"869\" srcset=\"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/Berita-090823.jpg 1051w, https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/Berita-090823-300x248.jpg 300w, https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/Berita-090823-1024x847.jpg 1024w, https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/Berita-090823-768x635.jpg 768w, https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/Berita-090823-370x306.jpg 370w, https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/Berita-090823-770x637.jpg 770w, https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/Berita-090823-600x496.jpg 600w, https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/Berita-090823-186x154.jpg 186w\" sizes=\"(max-width: 1051px) 100vw, 1051px\" \/><\/p>\n<pre style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-size: 8pt;\"><span style=\"font-size: 10pt;\">Dari kiri: Ketua Umum Perdosparin Febby Dt Bangso, Walikota Sawahlunto Deri Asata, <\/span>\n<span style=\"font-size: 10pt;\">Margareha Hanita dari SKSG UI dan Direktur JKPI Nanang\u00a0<\/span> <\/span><\/pre>\n<p>Lebih lanjut , FDB yang biasa disapa awak media sekaligus presedium ketahanan budaya dan masyarakat adat, menyebut penetapan status Warisan Dunia atas Warisan Tambang Batu Bara Ombilin Sawahlunto dilakukan dengan pertimbangan kandungan Nilai Universal Luar Biasa (Outstanding Universal Value), khususnya kriteria II dan IV.<\/p>\n<p>Kriteria dua adalah tentang adanya pertukaran penting dalam nilai-nilai kemanusiaan sepanjang masa atau dalam lingkup kawasan budaya, dalam perkembangan arsitektur dan teknologi, seni monumental, perencanaan kota dan desain lanskap.<\/p>\n<p>Dalam keterkaitannya dengan kriteria dua, keunikan tambang Ombilin itu menunjukkan adanya pertukaran informasi dan teknologi lokal dengan teknologi Eropa terkait dengan eksploitasi batubara di masa akhir abad ke-19 sampai dengan masa awal abad ke-20 di dunia, khususnya di Asia Tenggara.<\/p>\n<p>\u201cLewat Rakernas Jaringan Kota Pusaka Ke X yang akan dilaksanakan di Semarang tanggal 22 sd 25 Agustus 2023 mendatang kita berharap 73 Kab Kota Yang tergabung bisa memberikan rekomendasi dan mendorong pemerintah pusat segera menerbitkan Surat Keputusan Presiden agar jangan terbengkalai berlarut \u2013 larut,\u201d ungkap Febby<\/p>\n<p>Sebelumnya Dari hasil penilaian Unesco, Sawahlunto dan Jakarta yang gagal mendapatkan prediket warisan dunia.<\/p>\n<p>[Dikutip dari:<a href=\"https:\/\/prokabar.com\/perdosparin-minta-jaringan-kota-pusaka-indonesia-bantu-percepatan-pembentukan-badan-pengelola-wt-bos\/\"> Prokabar<\/a>, cover foto: <a href=\"https:\/\/blog.pigijo.com\/menyusuri-situs-sejarah-lubang-tambang-mbah-soero-warisan-unesco-di-kota-sawahlunto\/\">PigiBlog<\/a>]<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Padang, Prokabar \u2013 Pengurus Besar Persatuan Dosen Pariwisata Indonesia (Perdosparin) dan Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) meminta Kemendikbud serius urus Pembentukan Pengelolah Warisan Tambang Batubara Ombilin Sawahlunto (WT BOS) Ketua&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":14457,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[76,79,73],"tags":[],"class_list":["post-14455","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news","category-jkpi","category-kota-sawahlunto"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14455","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=14455"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14455\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/media\/14457"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=14455"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=14455"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=14455"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}