{"id":1509,"date":"2012-07-23T04:02:21","date_gmt":"2012-07-23T04:02:21","guid":{"rendered":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/?p=1509"},"modified":"2012-07-23T04:02:21","modified_gmt":"2012-07-23T04:02:21","slug":"nyadran-tradisi-diy-sambut-ramadhan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/nyadran-tradisi-diy-sambut-ramadhan\/","title":{"rendered":"NYADRAN TRADISI DIY SAMBUT RAMADHAN"},"content":{"rendered":"<p>Indonesia kaya dengan beragam budaya. Untuk menyambut bulan suci Ramadhan berbagai daerah mengadakan tradisi. Seperti yang dilakukan di Yogyakarta. Ribuan warga di Kecamatan Pandak dan Pajangan Bantul menggelar tradisi <em>nyadranan<\/em> di Makam Sewu. Ribuan warga memadati komplek Makam Sewu di Wijirejo Kecamatan Pandak guna mengikuti tradisi <em>nyadranan<\/em>. Upacara ini selalu digelar setiap tanggal 20 bulan Sya\u2019ban atau Ruwah. Diawali dengan kirab jodang dan gunungan yang dibawa oleh prajurit berpakaian beskap dari balai desa menuju komplek Makam Sewu yang berjarak sekitar 1,5 kilometer.<\/p>\n<p>Selain gunungan berupa hasil bumi, kirab juga membawa <em>jodang<\/em> berisi <em>uborampe<\/em> seperti nasi wuduk, ketan kolak <em>apem<\/em> dan <em>ingkung<\/em>. Di komplek Makam Sewu sendiri sudah dipadati oleh warga yang ingin mencari berkah pada ritual ini. Setelah dilakukan doa bersama gunungan direbutkan warga dilanjutkan dengan makan bersama nasi gurih.<\/p>\n<p>Selain melakukan kenduri warga juga berziarah di makam Panembahan Bodo. Dalam ziarah ini hadir beberapa tokoh masyarakat dan agama. Panembahan Bodo merupakan salah satu murid Sunan Kalijogo. Ia \u00a0merupakan ulama besar penyebar Islam pada abad 16 masehi. Panembahan Bodo sendiri bernama asli Raden Trenggono putra dari Adipati Terung ke tiga sekitar abad 16 masehi.<\/p>\n<p>Warga yang datang mengikuti acara tahunan ini bukan hanya dari wilayah Pajangan dan Pandak, namun banyak juga warga yang berasal dari luar Bantul bahkan luar DIY.<\/p>\n<p><strong>TEKS&amp;FOTO: BERBAGAI SUMBER<\/strong><\/p>\n<p><strong>PENULIS: NURAKHMAYANI<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Indonesia kaya dengan beragam budaya. Untuk menyambut bulan suci Ramadhan berbagai daerah mengadakan tradisi. Seperti yang dilakukan di Yogyakarta. Ribuan warga di Kecamatan Pandak dan Pajangan Bantul menggelar tradisi nyadranan&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":1510,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[76,87],"tags":[],"class_list":["post-1509","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news","category-kota-yogyakarta"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1509","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1509"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1509\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1509"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1509"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1509"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}