{"id":16671,"date":"2017-12-28T10:26:40","date_gmt":"2017-12-28T03:26:40","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesiaheritage-cities.org\/?p=8234"},"modified":"2017-12-28T10:26:40","modified_gmt":"2017-12-28T03:26:40","slug":"wisata-bawah-laut-pahawang-dipadati-wisatawan-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wisata-bawah-laut-pahawang-dipadati-wisatawan-2\/","title":{"rendered":"Wisata Bawah laut Pahawang Dipadati Wisatawan"},"content":{"rendered":"<div><b>Pesawaran\u00a0<\/b>&#8211; Objek wisata Pulau Pahawang dipadati ribuan wisatawan, meskipun saat ini kondisi cuaca masih kurang baik di perairan Teluk Lampung.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>&#8220;Wisatawan mulai membludak sejak kemarin, meskipun saat ini angin masih kencang,&#8221; kata Sahat P Nasution, salah satu pengelola wisata, di Pulau Pahawang Kabupaten Pesawaran, Senin.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>Dia mengatakan, meskipun demikian, kondisi cuaca tidak membahayakan keselamatan wisatawan sebab masih dalam kategori aman.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>Ia menyebutkan memiliki lima kapal yang dioperasikan mengangkut wisatawan.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>&#8220;Saat libur panjang dua minggu lalu jumlah wisatawan sangat sedikit, sebab angin sangat kencang dan berbahaya sehingga tidak ada yang berani menyeberang,&#8221; katanya.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>&#8220;Untuk saat ini, wisatawan sudah datang sejak pagi dan untuk sekali nyeberang dibebankan biaya menyewa kapal Rp800 ribu hingga Rp1 juta,&#8221; katanya lagi.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>Pada hari biasa, biaya sewa perahu mencapai Rp400 ribu, lalu sewa pelampung dan alat snorkling hanya Rp75 ribu.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>&#8220;Jika paket harga per orang Rp300 ribu untuk 10 penumpang, itu sudah dapat makan dan yang lainnya,&#8221; kata dia.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>Pada hari biasa, biaya sewa perahu per paket mencapai Rp175 ribu.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>Meskipun harga naik wisatawan dari berbagai daerah yang sudah datang, tidak mempermasalahkan harga.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>Rahman, warga Jakarta mengatakan harga tidak masalah sebab sebanding dengan pelayanan serta keindahan alam bawah lautnya.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>&#8220;Seru dan mengasyikkan, meskipun angin kencang tapi terbayar dengan keindangan lautnya,&#8221; kata dia.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>Ia mengataka akan kembali datang ke Pahawang sebab belum mencoba tempat penginapannya.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>Hal senada disampaikan, Nanda\u00a0 warga Kabupaten Pringsewu mengatakan keindahan laut seperti di Pahawang jarang ditemui di wilayah lain.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>&#8220;Saya sangat menyukai laut, sehingga berlibur ke Pulau Pahawang sudah menjadi rutinitas setiap bulan,&#8221; kata dia.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>Keindahan bawah lautnya, sangat membuat pengunjung ingin kembali datang lagi terlebih harganya wisata yang terjangkau.<\/div>\n<div><\/div>\n<div><em>lampung.antaranews.com\/Image\u00a0Gapura News<\/em><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pesawaran\u00a0&#8211; Objek wisata Pulau Pahawang dipadati ribuan wisatawan, meskipun saat ini kondisi cuaca masih kurang baik di perairan Teluk Lampung. &#8220;Wisatawan mulai membludak sejak kemarin, meskipun saat ini angin masih&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":8235,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[76,96],"tags":[],"class_list":["post-16671","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news","category-featured"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16671","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=16671"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16671\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=16671"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=16671"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=16671"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}