{"id":16683,"date":"2018-03-02T16:03:09","date_gmt":"2018-03-02T09:03:09","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesiaheritage-cities.org\/?p=8518"},"modified":"2018-03-02T16:03:09","modified_gmt":"2018-03-02T09:03:09","slug":"dua-menteri-dijadwalkan-hadir-di-cap-go-meh-singkawang-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/dua-menteri-dijadwalkan-hadir-di-cap-go-meh-singkawang-2\/","title":{"rendered":"Dua Menteri Dijadwalkan Hadir di Cap Go Meh Singkawang"},"content":{"rendered":"<p>Dua menteri negara dijadwalkan hadir dalam puncak perayaan Imlek dan Cap Go Meh 2569 di Kota Singkawang, Kalimantan Barat, Jumat (2\/3\/2018).<\/p>\n<p>Kedua menteri tersebut adalah Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi.<\/p>\n<p>Humas Panitia, Yoris Anes mengatakan, semula rencananya Presiden Joko Widodo juga direncanakan akan menghadiri perhelatan akbar tersebut.<\/p>\n<p>Namun, dikarenakan agenda presiden yang padat, sehingga presiden diwakilkan oleh Menteri Agama memenuhi undangan dari panitia.<\/p>\n<p>&#8220;Menteri Pariwisata juga direncanakan akan hadir, tapi dari informasi terakhir yang dipastikan akan hadir baru dua menteri itu,&#8221; ungkap Yoris, Kamis (1\/3\/2018).<\/p>\n<p>Selain para menteri, sejumlah pejabat juga dikabarkan akan menghadiri kegiatan tersebut.<\/p>\n<p>Sebelumnya, ribuan masyarakat dan wisatawan tumpah ruah memenuhi kiri kanan jalan di sepanjang rute yang dilewati iringan pawai lampion di Kota Singkawang, Kalimantan Barat, Rabu (28\/2\/2018) malam.<\/p>\n<p>Masyarakat dari berbagai kalangan itu pun membaur di tengah ingar bingar suara musik yang diputar dari pengeras suara di setiap kendaraan hias yang melintas.<\/p>\n<p><em>travel.kompas.com\/Image Sjaiful Bun<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dua menteri negara dijadwalkan hadir dalam puncak perayaan Imlek dan Cap Go Meh 2569 di Kota Singkawang, Kalimantan Barat, Jumat (2\/3\/2018). Kedua menteri tersebut adalah Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":8519,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[76,96,98],"tags":[],"class_list":["post-16683","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news","category-featured","category-kota-singkawang"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16683","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=16683"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16683\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=16683"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=16683"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=16683"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}