{"id":16697,"date":"2018-04-24T10:10:15","date_gmt":"2018-04-24T03:10:15","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesiaheritage-cities.org\/?p=8917"},"modified":"2018-04-24T10:10:15","modified_gmt":"2018-04-24T03:10:15","slug":"bali-kalahkan-hawaii-dan-paris-sebagai-top-10-honeymoon-destination-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/bali-kalahkan-hawaii-dan-paris-sebagai-top-10-honeymoon-destination-2\/","title":{"rendered":"Bali Kalahkan Hawaii dan Paris Sebagai Top 10 Honeymoon Destination"},"content":{"rendered":"<p>Bali menyabet 3 kategori sekaligus dalam 2018 Global Destination Marketing Summit and World Culture and Tourism Forum yakni sebagai Top 10 Overseas Destination, Top 10 Luxury Travel Destination dan Top 10 Honeymoon Destination for Chinnese Tourists selama tahun 2017.<\/p>\n<p>Award kategori Top 10 Honeymoon Destination, Bali berada di urutan pertama mengalahkan destinasi kelas dunia bergengsi lainnya seperti, Hawaii, Paris, New York, Dubai, Sanya, Madrid, Sydney, Guam dan Valietta.<\/p>\n<p>\u201cSedangkan untuk kategori Top 10 Overseas Destination dan Top 10 Luxury Travel Destination, Bali berada di urutan 4,\u201d kata Asdep Pemasaran Greater China Kemenpar Vinsensius Jemadu ketika menerima award yang diserahkan oleh CEO Destination Marketing C-Trip pada acara perhelatan akbar 2018 Global Destination Marketing Summit and World Culture and Tourism Forum yang diselenggarakan oleh Pemerintah Tiongkok dan C-Trip di Xanxi Convention Center, Propinsi Xanxi, China, beberapa waktu lalu.<\/p>\n<p>Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, penghargaan ini menandai Indonesia mampu bersaing di kancah internasional. Terlebih penghargaan ini semakin mengukuhkan Bali yang pada tahun 2017 meraih the best destination 2017 versi TripAdvisor.<\/p>\n<div id=\"lastread\">\u00a0\u201cMengapa award menjadi penting? Seperti yang sudah saya singgung, award begitu penting bagi kita karena tiga alasan yang saya singkat 3C yakni: Confidence, Credibility, dan Calibration,\u201d tutur Arief Yahya melalui siaran pers.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>Memang terkadang ada yang menanyakan apa gunanya memenangkan award. \u201cTapi, kita bisa balik pertanyaannya. Apa salahnya jika kita memenangkan sebuah award? Apakah salah kita lulus dalam ujian dengan nilai yang terbaik, tentu raihan ini harus kita syukuri,&#8221; jelasnya.<\/div>\n<div>\n<p>Kesempatan menerima award tersebut di Provinsi Xanxi Tiongkok, dilakukan Vinsensius Jemadu di tengah memimpin kegiatan road show sales mission di 3 kota besar Tiongkok yakni; Nanning, Shenzhen dan Guangzhou.<\/p>\n<p>Vinsensius Jemadu mengutip pernyataan Menteri Pariwisata Arief Yahya pada setiap kesempatan, bahwa untuk memperoleh kemenangan harus selalu direncanakan.<\/p>\n<p><em>lifestyle.okezone.com<\/em><\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bali menyabet 3 kategori sekaligus dalam 2018 Global Destination Marketing Summit and World Culture and Tourism Forum yakni sebagai Top 10 Overseas Destination, Top 10 Luxury Travel Destination dan Top&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":8918,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[76,96],"tags":[],"class_list":["post-16697","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news","category-featured"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16697","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=16697"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16697\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=16697"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=16697"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=16697"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}