{"id":16702,"date":"2018-05-02T12:07:24","date_gmt":"2018-05-02T05:07:24","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesiaheritage-cities.org\/?p=8949"},"modified":"2018-05-02T12:07:24","modified_gmt":"2018-05-02T05:07:24","slug":"kota-padang-perkuat-tradisi-budaya-lokal-minangkabau-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/kota-padang-perkuat-tradisi-budaya-lokal-minangkabau-2\/","title":{"rendered":"Kota Padang Perkuat Tradisi Budaya Lokal Minangkabau"},"content":{"rendered":"<p>Padang &#8211; Pemerintah Kota Padang, Sumbar akan mempertahankan dan memperkuat tradisi budaya lokal Minangkabau di tengah upaya menuju kota metropolitan dan maju.<\/p>\n<p>&#8220;Padang sedang bergerak ke arah metropolitan namun dalam perkembangannya tidak bisa lepas dari budaya lokal yang sudah turun temurun, hal ini akan dikembangkan,&#8221; kata Sekretaris Daerah Kota Padang, Asnel di Padang, Senin.<\/p>\n<p>Menurutnya tradisi budaya lokal seperti permainan tradisional,? kebiasaan atau pengobatan akan menjadi penghias kota dalam mewujudkan jadi kota modern dan metropolitan.<\/p>\n<p>Permainan tradisional seperti Sepak raga atau &#8220;sipak rago&#8221;, silat, randai dan beberapa pidato adat akan dilestarikan ke generasi berikutnya.<\/p>\n<p>Artinya akan lebih dikembangkan lagi pelaksanaan kegiatan tersebut di tengah pemuda dan warga di setiap kelurahan nantinya.<\/p>\n<p>Terlebih saat ini di Padang ada sekitar sembilan hingga sepuluh kelurahan yang masih menjunjung tinggi dan melestarikan tradisi tersebut.<\/p>\n<p>&#8220;Ke depan akan ada pemerataan di seluruh wilayah Padang untuk pelestarian budaya tradisional tersebut,&#8221; tambahnya.<\/p>\n<p>Upaya pelestarian ini juga sejalan dengan langkah pemkot memajukan pariwisata di Padang.<\/p>\n<p>Tentunya dengan adanya khasanah keberagaman dari budaya tradisional ditambah dengan variasi kuliner yang ada akan menambah alternatif pilihan untuk wisata.<\/p>\n<p>&#8220;Nantinya Padang tidak identik dengan pantai saja, mungkin juga randai atau makanan lainnya,&#8221; ujar dia.<\/p>\n<p>Menurutnya meski Padang sebagian besar dihuni masyarakat yang heterogen, keberadaan budaya tradisional di tengah kota modern akan menjadi tameng menghadapi serangan budaya luar khususnya mancanegara.<\/p>\n<p>Dia berharap adanya dukungan warga baik yang telah menetap maupun pendatang untuk melestarikan kebudayaan tradisional tersebut.<\/p>\n<p>Selain itu pihaknya cukup terbuka dalam pengembangan budaya asli Indonesia lainnya.<\/p>\n<p>Terlebih dengan adanya pendataan potensi desa oleh Badan Pusat Statistik, potensi kebudayaan lokal semakin diperkenalkan kepada umum.<\/p>\n<p>Sementara itu Ketua Paguyuban Warga Sunda Sumbar, Aji Rukmana menilai penguatan tradisi lokal harus dikedepankan.<\/p>\n<p>Namun demikian tradisi itu mengacu pada kebiasaan dan adat yang terjadi dalam satu kawasan.<\/p>\n<p>Tidak hanya Minangkabau, bila ada tradisi etnis lain perlu juga dan dilestarikan.<\/p>\n<p><em>ANTARA\/Image\u00a0<span class=\"irc_ho\" dir=\"ltr\">kamerabudaya.com<\/span><\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Padang &#8211; Pemerintah Kota Padang, Sumbar akan mempertahankan dan memperkuat tradisi budaya lokal Minangkabau di tengah upaya menuju kota metropolitan dan maju. &#8220;Padang sedang bergerak ke arah metropolitan namun dalam&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":8950,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[76,96,99],"tags":[],"class_list":["post-16702","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news","category-featured","category-kota-padang"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16702","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=16702"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16702\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=16702"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=16702"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=16702"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}