{"id":2051,"date":"2012-10-25T12:16:23","date_gmt":"2012-10-25T12:16:23","guid":{"rendered":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/?p=2051"},"modified":"2012-10-25T12:16:23","modified_gmt":"2012-10-25T12:16:23","slug":"walikota-surabaya-mengelola-cagar-budaya-harus-kreatif","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/walikota-surabaya-mengelola-cagar-budaya-harus-kreatif\/","title":{"rendered":"Walikota Surabaya: \u201cMengelola Cagar Budaya Harus Kreatif\u201d"},"content":{"rendered":"<p>Banyaknya cagar budaya yang di miliki Indonesia saat ini menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah pusat maupun daerah untuk melestarikannya. Dalam sambutan pada <em>Welcome Dinner<\/em> dikediamannya,Walikota Surabaya, Ir. Rismaharini, MT Senin (22\/10) lalu mengakui kesulitan untuk merawat cagar budaya yang ada di Surabaya Jawa Timur.<\/p>\n<p>Menurutnya untuk melestarikan cagar budaya diperlukan biaya besar. Untuk itu, pemerintah daerah harus kreatif mengelola cagar budaya serta mendapatkan pendapatan dari hasil cagar budaya tersebut. &#8220;Tapi kami selalu berupaya kami selalu dispensasi untuk bangunan cagar budaya pajak PBB nya kami beri potongan 50 persen,&#8221; ujar Rismaharini.<\/p>\n<p>Sementara ketua JKPI, Ir. H. Amran Nur pada kesempatan yang sama menjelaskan pentingnya pemerintah daerah melestarikan cagar budaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. &#8220;Dengan melestarikan peninggalan-peninggalan pusaka hasil budaya dapat menarik minat wisatawan domestik maupun mancanegara. Ini dapat meningkatkan perekonomian masyarakat,&#8221; ujar Amran.<\/p>\n<p>Dalam <em>Welcome Dinner<\/em> kali ini, para tamu dihibur dengan tarian-tarian serta pentas seni lainnya dari beberapa daerah anggota JKPI. Misalnya Keroncong Tugu dari Jakarta Utara, Talempong Paciak dari Sawahlunto, Sang Wanito Tomo dari Yogyakarta, dll.<\/p>\n<p><strong>(Nurakhmayani)\u00a0\u00a0 <\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Banyaknya cagar budaya yang di miliki Indonesia saat ini menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah pusat maupun daerah untuk melestarikannya. Dalam sambutan pada Welcome Dinner dikediamannya,Walikota Surabaya, Ir. Rismaharini, MT Senin&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[76],"tags":[],"class_list":["post-2051","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2051","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2051"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2051\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2051"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2051"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2051"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}