{"id":2891,"date":"2013-09-13T07:47:19","date_gmt":"2013-09-13T07:47:19","guid":{"rendered":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/?p=2891"},"modified":"2013-09-13T07:47:19","modified_gmt":"2013-09-13T07:47:19","slug":"mandi-balimau","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/mandi-balimau\/","title":{"rendered":"Mandi Balimau"},"content":{"rendered":"<p>Acara Mandi Balimau merupakan tradisi masyarakat Kerinci yang telah diwarnai oleh pengaruh kebudayaan Islam, acara ini dilaksanakan pada saat memasuki bulan Arab yakni bulan Syafar dengan makna simbolik membersihkan diri dari anasir anasir yang buruk dalam tubuh manusia ,terutama\u00a0 pada ibu ibu muda yang sedang hamil muda, kegiatan ini dilaksanakan pada minggu pertama bulan\u00a0 Syafar, warga yang akan melakukan mandi\u00a0 balimau\u00a0 mempersiapkan aneka jeruk yang dipotong\u00a0 potong\u00a0 kecil yang dimasukkan ke dalam wadah baskom yang telah diisi air,\u00a0 setelah\u00a0 doa dibaca oleh seorang ulama,setelah itu masing masing menimbakan air limau yang ada dalam baskom ( Pasau )\u00a0 kesekujur tubuh, selanjutnya masyarakat mandi didalam air sungai\u00a0\u00a0 yang mengalir bening disela bebatuan, acara ini masih banyak dilakukan oleh masyarakat di Desa Pulau Tengah,Semurup dan Siulak Kecil<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Acara Mandi Balimau merupakan tradisi masyarakat Kerinci yang telah diwarnai oleh pengaruh kebudayaan Islam, acara ini dilaksanakan pada saat memasuki bulan Arab yakni bulan Syafar dengan makna simbolik membersihkan diri&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[108],"tags":[],"class_list":["post-2891","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-kota-sungai-penuh"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2891","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2891"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2891\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2891"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2891"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2891"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}