{"id":3003,"date":"2013-10-04T07:17:54","date_gmt":"2013-10-04T07:17:54","guid":{"rendered":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/?p=3003"},"modified":"2013-10-04T07:17:54","modified_gmt":"2013-10-04T07:17:54","slug":"perkembangan-islam-di-alam-kerinci-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/perkembangan-islam-di-alam-kerinci-5\/","title":{"rendered":"Perkembangan Islam di Alam Kerinci 5"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: center;\"><em>(Menara Masjid Keramat Pulau Tengah \u2013 Kerinci)<\/em><\/p>\n<p>Seniman dan budayawan \u00a0alam Kerinci kelahiran Pulau Tengah Harun Pasir\u00a0 (70 tahun) mengemukakan bahwa pada awalnya Masjid ini beratap ijuk, dinding dan lantai merupakan lantai tebal dari kayu yang berkualitas, sedangkan pada puncak kubah terbuat dari batu. Pada tahun 1907 atap diganti dengan atap seng dan\u00a0 dan pada tahun 1927 atap kembali diganti dengan atap seng, pada tahun 1928 lantai mesjid diganti dengan lantai semen, mengingat usia masjid yang tua \u00a0dan banyaknya papan papan dinding yang telah lapuk maka pada tahun 1930 an \u00a0dinding bagian bawah diganti dengan dinding semen yang kokoh, pada \u00a0tahun \u00a01948 \u00a0beberapa \u00a0tiang yang keropos diganti dengan tiang tiang yang lebih kokoh, namun puncak qubah telah diganti dengan qubah dari seng, penggantian \u00a0ini \u00a0disebabkan \u00a0qubah tersebut terjatuh dari atas puncak qubah.<\/p>\n<p>Pemberian nama \u201c Mesjid Keramat \u201d dilatar belakangi oleh sejarah perjuangan rakyat\u00a0 Pulau Tengah\u00a0 dalam\u00a0 menentang kolonial Belanda yang dimulai tahun 1903, Masjid ini pada masa pertempuran melawan kolonial Belanda dijadikan sebagai benteng pertahanan dan \u00a0tempat berlindung bagi masyarakat terutama wanita, anak anak dan orang tua tua.<\/p>\n<p>Mesjid ini menjadi saksi bisu semangat heroik para hulubalang dan masyarakat Pulau Tengah dalam menentang Kolonial Belanda dan pada tahun 1939. Mesjid ini dan sebuah bangunan surau kecil selamat dari peristiwa kebakaran yang meluluh lantakkan pemukiman\u00a0 masyarakat yang\u00a0 ada di sekitar bangunan mesjid.<\/p>\n<p><em>\u00a0<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Menara Masjid Keramat Pulau Tengah \u2013 Kerinci) Seniman dan budayawan \u00a0alam Kerinci kelahiran Pulau Tengah Harun Pasir\u00a0 (70 tahun) mengemukakan bahwa pada awalnya Masjid ini beratap ijuk, dinding dan lantai&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":3004,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[76,108],"tags":[],"class_list":["post-3003","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news","category-kota-sungai-penuh"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3003","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3003"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3003\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3003"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3003"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3003"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}