{"id":3018,"date":"2013-11-12T06:11:59","date_gmt":"2013-11-12T06:11:59","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesiaheritage-cities.org\/?p=3018"},"modified":"2013-11-12T06:11:59","modified_gmt":"2013-11-12T06:11:59","slug":"alam-kerinci-sekepal-tanah-syurga","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/alam-kerinci-sekepal-tanah-syurga\/","title":{"rendered":"Alam Kerinci Sekepal tanah Syurga"},"content":{"rendered":"<p>Kerinci, atau \u201d Kincai \u201d adalah sebuah negeri yang berada dikawasan dataran tinggi puncak pengunungan Andalas (Bukit Barisan ), yang membentang\u00a0 sepanjang\u00a0 gugus barat Pulau Sumatera. Bentang Alamnya yang terdiri dari kawasan perbukitan yang\u00a0 berlapis lapis dan Gunung Kerinci yang kokoh berdiri dengan ketinggian 3.805.M.Dpl seakan mengawasi dan melindungi Bumi Sakti Alam Kerinci dari\u00a0 gangguan\u00a0 dunia\u00a0 luar.<\/p>\n<p>Direktur Eksekutif Lembaga Bina potensia Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci Budhi Vrihaspathi Jauhari\u00a0 Gelar Rio Temenggung Tuo\u00a0 menyebutkan alam kerinci merupakan daerah pegunungan, diantara Pengunungan yang ada di dataran tinggi Kerinci, seperti Gunung Raya, Gunung tujuh, dan Gunung\u00a0 Kerinci seakan ikut menjaga irama dan denyut\u00a0 nadi\u00a0 kehidupan masyarakat.<\/p>\n<p>Para ahli geologi dan ekologi dunia menjuluki Gunung Kerinci sebagai \u201cAtap Sumatera\u201d(Top Of Sumatera ) dan Hutan dikawasan Taman Nasional Kerinci Seblat sebagai paru paru dunia. Dilain \u00a0pihak \u00a0Benda Cagar Budaya (intangible) yang berada di negeri atas angin ini menunjukkan \u00a0alam Kerinci merupakan salah \u00a0satu pusat peradaban tertua yang pernah ada di atas permukaan bumi. Kondisi alamnya yang indah dengan panorama alam yang aduhai, tempat kehidupan berbagai spesies Flora dan Fauna langka, dan oleh \u00a0pujangga besar alam Kerinci \u00a0Gazali Burhan Riodja<b> <\/b>mengibaratkan \u201c Kerinci sebagai sekepal tanah dari surga, sebuah anugerah untuk dunia\u201d .<\/p>\n<p>Bentang alamnya yang terdiri dari gugus pegunungan yang senantiasa diselimuti \u00a0awan \u00a0dan \u00a0embun serta lembah menawan yang terhampar luas membentuk kantung ( engclave ) yang uniek \/ spesifik \u00a0dan merupakan \u00a0engclave yang terluas yang pernah di huni manusia di dunia. Luasnya mencakup 1.484. 650 Hektar dengan garis \u00a0keliling \u00a0530Km, sebahagian besar dari kawasan ini diselimuti hutan \u00a0belantara liar \u00a0dan \u00a0basah \u00a0dengan \u00a0berbagai \u00a0tingkat keragaman hayati yang tumbuh pada ketinggian yang berbeda dengan tiga ekosistim.<\/p>\n<p>Dalam wilayah tiga ekosistim, maka bumi alam Kerinci memproduksi udara segar dan sejuk yang dihirup oleh sebagian penduduk \u00a0dunia, \u00a0mata air\u00a0 bening yang \u00a0mengalir pada puluhan anak anak sungai dan \u00a0tersimpan di \u00a0Danau Kerinci, Danau Gunung Tujuh, selanjutnya kembali mengalir melalui alur sungai Batang Merangin, menuju Sungai Batanghari.<\/p>\n<p>Di\u201cengclave\u201dalam Kerinci terdapat pesona wisata alam seperti air panas bumi di Semurup \u00a0Kecamatan Air Hangat, air panas bumi di Sungai Medang dan di Sungai Abu \u00a0Kecamatan Air Hangat Timur,Sumber panas bumi juga tersimpan di Kecamatan Gunung Raya.<a href=\"https:\/\/www.indonesiaheritage-cities.org\/wp-content\/uploads\/2013\/11\/kerinci-2.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-3019 alignright\" alt=\"kerinci-2\" src=\"https:\/\/www.indonesiaheritage-cities.org\/wp-content\/uploads\/2013\/11\/kerinci-2.jpg\" width=\"224\" height=\"171\" \/><\/a><\/p>\n<p>Kombinasi panorama alam yang indah itu juga menyimpan beraneka ragam Flora dan Fauna, setidaknya terdapat 4.000 jenis spesies flora termasuk jenis tanaman langka\u00a0 \u201cHarpulia\u201d dan \u201cVinus Strain Kerinci\u201d \/ kayu sigi, terdapat 139 jenis burung, 37 jenis mamalia, 6 jenis primata dan 3 jenis mahkluk misterius yakni \u201cUhang Pandak\u201d \u00a0Cigau dan Kuda Liar.<\/p>\n<p>Pesona alam Kerinci dengan beraneka \u00a0ragam \u00a0flora -fauna dan keaneka ragaman seni-budaya dan detak ritme kehidupan masyarakatnya yang \u00a0begitu \u00a0sempurna \u00a0adalah sebuah karunia Tuhan yang belum ditemukan dibahagian dunia lain, Alam Kerinci menggambarkan kesaktian atau keajaiban, kondisi ini merupakan sebuah anugerah yang tiada ternilai yang diberikan oleh Sang \u00a0Maha Pencipta.<\/p>\n<p>Dampak perkembangan zaman dan tuntutan pembangunan ketatanegaraan, Kabupaten Kerinci secara admisitrasi telah \u00a0dimekarkan \u00a0menjadi \u00a0dua \u00a0daerah otonom, yakni \u00a0Kabupaten \u00a0Kerinci dan Kota Sungai Penuh. Kedua daerah \u00a0otonom \u00a0itu secara adat dan kebudayaan merupakan \u201csatu kesatuan hukum adat d\u00a0 an satu kultur budaya\u201c yang tidak dapat dipisahkan, kedua daerah ini \u00a0ibarat denyut nadi dan nafas kehidupan yang tidak dapat dipisahkan antara satu \u00a0dengan yang lain.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.indonesiaheritage-cities.org\/wp-content\/uploads\/2013\/11\/kerinci-1.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-3021 alignleft\" alt=\"kerinci-1\" src=\"https:\/\/www.indonesiaheritage-cities.org\/wp-content\/uploads\/2013\/11\/kerinci-1.jpg\" width=\"195\" height=\"132\" \/><\/a>Dalam dialeg masyarakat disebut Kerinci adalah segalanya, Kerinci tidak hanya menjadi satu nama negeri atau nama daerah, tetapi penduduknya secara adat, budaya, bahasa, danau, gunung, hutan \u00a0serta alamnya selalu menambahkan\u00a0 suku\u00a0 kata\u00a0 Kerinci, antara masyarakat Kota Sungai Penuh dan masyarakat Kabupaten Kerinci meski secara administrasi bersifat \u00a0otonum,namun dalam kehidupan dan kebudayaan tetap satu dan menyatu dalam satu dialeg, satu\u00a0 bahasa, satu adat istiadat dan satu kebudayaan yang sama yakni \u201cKerinci\u201d, harus diakui, hingga saat ini sejarah dan budaya suku Kerinci termasuk tulisan asli Kerinci \/ aksara Incung belum terdokumentasi dengan baik, sebahagian belum digali dan sebahagian lainnya telah terkubur dalam perut Ranouh Kincai (Budhi Vrihaspathi Jauhari)<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kerinci, atau \u201d Kincai \u201d adalah sebuah negeri yang berada dikawasan dataran tinggi puncak pengunungan Andalas (Bukit Barisan ), yang membentang\u00a0 sepanjang\u00a0 gugus barat Pulau Sumatera. Bentang Alamnya yang terdiri&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":3020,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[76,108],"tags":[],"class_list":["post-3018","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news","category-kota-sungai-penuh"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3018","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3018"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3018\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3018"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3018"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3018"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}