{"id":3023,"date":"2013-11-12T06:19:36","date_gmt":"2013-11-12T06:19:36","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesiaheritage-cities.org\/?p=3023"},"modified":"2013-11-12T06:19:36","modified_gmt":"2013-11-12T06:19:36","slug":"sungai-penuh-kota-pusaka","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/sungai-penuh-kota-pusaka\/","title":{"rendered":"Sungai Penuh  Kota Pusaka"},"content":{"rendered":"<p>Secara historis Kota Sungai Penuh merupakan daerah otonom baru hasil pemekaran Kabupaten Kerinci, terbentuk berdasarkan \u00a0Undang Undang Nomor 25 Tahun \u00a02008 \u00a0dan disyahkan oleh DPR-RI Tanggal 21 Juli 2008, \u00a0dan diresmikan oleh Menteri Dalam Negeri H. Mardiyanto tanggal 8 November 2008<b>.<\/b><\/p>\n<p>Hingga tahun 2013 Kota Sungai Penuh memiliki 8 Kecamatan yakni: Kecamatan Sungai Penuh, Kecamatan Tanah Kampung, Kecamatan Sungai Bungkal, Kecamatan Kumun Debai, Kecamatan Pondok Tinggi, Kecamatan Pesisir Bukit, Kecamatan Hamparan Rawang, dan Kecamatan Koto Baru<\/p>\n<p>Kota Sungai Penuh memiliki total luas wilayah 391,5 Km2\u00a0 meliputi kawasan TNKS seluas 231,776 Km2\u00a0 ( 59,2%) dan lahan budidaya \/ luas hunian seluas 159,724 Km2 \u00a0(40,8%). Kota Sungai Penuh merupakan salah satu dari dua Kota yang ada di Propinsi Jambi (salah satu dari 11 Kabupaten\/Kota di Propinsi Jambi).<\/p>\n<p>Posisi Kota Sungai Penuh cukup unik dan berbeda dengan \u00a0daerah \u00a0daerah lain di Propinsi Jambi, \u00a0Kota Sungai Penuh berada di tengah tengah-tengah Kabupaten Induk (Kerinci), Kota Sungai Penuh merupakan salah satu kota tua yang ada di Propinsi Jambi<\/p>\n<p>Kota Sungai Penuh berbatasan lansung dengan Kabupaten Kerinci di sebelah \u00a0Utara, sebelah selatan dan sebelah timur, hanya wilayah yang berada di sebelah barat yang berbatasan dengan wilayah Tapan Kabupaten Pesisir Selatan ( Propinsi Sumatera Barat), dan Kota ini berada pada ketinggian 500 &#8211; 1500 M.Dpl dengan kondisi iklim sejuk dan memiliki panorama alam yang menawan<\/p>\n<p align=\"center\">\u00a0<a href=\"https:\/\/www.indonesiaheritage-cities.org\/wp-content\/uploads\/2013\/11\/Jembatan-Kerinduan-Masyarakat.jpg\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" alt=\"Jembatan--Kerinduan-Masyarakat\" src=\"https:\/\/www.indonesiaheritage-cities.org\/wp-content\/uploads\/2013\/11\/Jembatan-Kerinduan-Masyarakat.jpg\" width=\"600\" height=\"271\" \/><\/a><b>( Jembatan \u00a0Kerinduan Masyarakat)<\/b><\/p>\n<p>Kota Sungai Penuh merupakan sebuah kota kecil yang bernuansa agraris berada dikawasan dataran tinggi puncak pengunungan \u00a0andalas \u00a0( bukit barisan ), membentang sepanjang gugus barat Pulau Sumatera. Bentang alamnya yang terdiri dari kawasan \u00a0perbukitan \u00a0yang \u00a0berlapis \u00a0lapis dan dikelilingi \u00a0oleh daerah hulu \u00a0dan \u00a0daerah \u00a0hilir \u00a0Kabupaten Kerinci.<\/p>\n<p>Gugusan pegunungan bukit barisan dengan panorama alam\u00a0 \u201cBukit Kahyangan\u201d Bukit Puti Senang, dan pengunungan yang ada di dataran tinggi \u00a0Kota Sungai Penuh \u00a0seakan ikut menjaga irama dan denyut nadi kehidupan masyarakat. Dilain pihak berbagai peninggalan \u00a0benda cagar budaya yang berada di negeri atas angin ini menunjukkan Kota Sungai Penuh merupakan bagian tidak terpisahkan \u00a0alam Kerinci yang merupakan salah satu pusat peradaban tertua di dunia.<\/p>\n<p>Kota Sungai Penuh dari sisi sejarah pembentukan dan penabalannya berdasarkan naskah dalam sistim pemerintahan adalah tanggal 18 Juli 1778 M, dengan demkian sampai 18 Juli tahun 2013 Kota\u00a0 Sungai telah berusia 235 tahun ( Drs.H.Junaidi.T.Noor,MM: Makalah suatu wacana hari jadi Kota Sungai Penuh)<\/p>\n<p>Kota Sungai Penuh yang berada dalam wilayah alam Kerinci memiliki kondisi alam yang indah dengan panorama alam yang aduhai, tempat kehidupan berbagai spesies flora dan fauna langka, telah menginspirasikan seorang pujangga Ghazali Burhan Rio Djayo mengumpamakan daerahnya bagaikan sekepal tanah dari surga.<\/p>\n<p>Bentang alamnya yang terdiri dari gugus pegunungan senantiasa diselimuti awan putih dan embun serta lembah menawan yang terhampar luas membentuk kantung (engclave) yang unik \u00a0spesifik dan \u00a0merupakan bahagian engclave \u00a0yang terluas yang pernah di huni manusia. sebagian dari kawasan ini diselimuti hutan belantara liar dan basah dengan berbagai tingkat keragaman hayati yang tumbuh pada ketinggian yang berbeda dengan tiga ekosistim.<\/p>\n<p>Dalam wilayah tiga ekosistim, Kota Sungai Penuh yang merupakan bagian \u00a0tidak terpisahkan \u00a0dari alam Kerinci memproduksi udara segar dan sejuk \u00a0yang dihirup oleh sebahagian penduduk dunia, mata air bening dari kaki \u00a0kaki pegunungan \u00a0yang mengalir \u00a0pada \u00a0sejumlah anak anak sungai dan bermuara di danau Kerinci, selanjutnya kembali mengalir melalui alur sungai Batang Merangin menuju sungai batanghari<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.indonesiaheritage-cities.org\/wp-content\/uploads\/2013\/11\/kerinci-3.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\"alignleft\" alt=\"kerinci-3\" src=\"https:\/\/www.indonesiaheritage-cities.org\/wp-content\/uploads\/2013\/11\/kerinci-3.jpg\" width=\"258\" height=\"245\" \/><\/a>Fitra Helmi,SE,MM (Kepala Bappeda &amp; Budayawan muda Kota Sungai Penuh: Juni : 2013 ) menyebutkan\u00a0 Kota Sungai Penuh memiliki Pesona alam \u00a0yang menawan dengan \u00a0beraneka ragam Flora -Fauna dan ke aneka ragaman seni, budaya dan detak ritme\u00a0 kehidupan masyarakatnya yang begitu sempurna adalah sebuah\u00a0 karunia Tuhan yang belum ditemukan dibelahan dunia lain<\/p>\n<p>Kota Sungai Penuh yang merupakan bagian dari alam Kerinci menggambarkan\u00a0 kesaktian \u00a0atau \u00a0\u00a0keajaiban,\u00a0 potensi\u00a0 ini merupakan \u00a0sebuah \u00a0anugerah \u00a0yang \u00a0tiada \u00a0ternilai yang diberikan oleh Yang Maha Pencipta. Kota yang \u00a0berada di \u201c puncak andalas\u201d\u00a0 merupakan \u00a0daerah yang memiliki \u00a0satu \u00a0kesatuan kultur dan satu kesatuan hukum adat.<\/p>\n<p>Potensi dan keaneka ragaman wisata alam dan kekayaan budaya \u00a0yang \u00a0dimiliki Kota Sungai Penuh telah mendapat pengakuan dari\u00a0 organisasi Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI).<\/p>\n<p>Dengan \u00a0di kukuhkannya Kota Sungai Penuh sebagai \u00a0anggota JKPI ke 50 pada Rakernas III JKPI tanggal 20 Juni 2013 di Kota \u00a0Blitar &#8211; Propinsi Jawa Timur. Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) menilai bahwa Kota Sungai Penuh memiliki keanekaragaman \u00a0Pusaka alam dan atau pusaka budaya (tangible dan \u00a0intangible) termasuk berbagai peninggalan kebudayaan Islam seperti \u00a0makam makam \/ jirat \u00a0tokoh \u00a0ulama \u00a0pengembang \u00a0agama Islam, Al Qu\u2019ran tulisan tangan, Masjid masjid kuno serta berbagai peninggalan artefak zaman megalitikum dan neolitikum dan \u00a0peninggalan \u00a0aksara \u00a0zaman \u00a0klasik.<\/p>\n<p align=\"center\">\u00a0 <a href=\"https:\/\/www.indonesiaheritage-cities.org\/wp-content\/uploads\/2013\/11\/tabuh-larangan.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-3025\" alt=\"tabuh-larangan\" src=\"https:\/\/www.indonesiaheritage-cities.org\/wp-content\/uploads\/2013\/11\/tabuh-larangan.jpg\" width=\"500\" height=\"255\" \/><\/a> <b>(Tabuh larangan di Luhah Rio Temenggung Sungai Penuh)<\/b><\/p>\n<p>Keaneka ragaman \u00a0tangible \u00a0dan intangible banyak terdapat di Kabupaten Kerinci. Artefak dan Benda Cagar Budaya yang tersebar di alam Kerinci hingga saat ini masih\u00a0 banyak\u00a0 yang\u00a0 belum digali, dilain pihak benda benda budaya yang telah ada belum sepenuhnya dirawat, beberapa diantaranya telah musnah ditelan pusaran kemajuan \u00a0peradaban zaman.(Budhi Vrihaspathi Jauhari)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Secara historis Kota Sungai Penuh merupakan daerah otonom baru hasil pemekaran Kabupaten Kerinci, terbentuk berdasarkan \u00a0Undang Undang Nomor 25 Tahun \u00a02008 \u00a0dan disyahkan oleh DPR-RI Tanggal 21 Juli 2008, \u00a0dan&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":3027,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[76,96,108],"tags":[],"class_list":["post-3023","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news","category-featured","category-kota-sungai-penuh"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3023","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3023"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3023\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3023"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3023"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3023"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}