{"id":3037,"date":"2013-12-06T10:08:04","date_gmt":"2013-12-06T10:08:04","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesiaheritage-cities.org\/?p=3037"},"modified":"2013-12-06T10:08:04","modified_gmt":"2013-12-06T10:08:04","slug":"istri-almarhum-hary-rusli-dan-bens-leo-kagumi-warisan-budaya-suku-kerinci","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/istri-almarhum-hary-rusli-dan-bens-leo-kagumi-warisan-budaya-suku-kerinci\/","title":{"rendered":"Istri almarhum Hary Rusli dan  Bens Leo kagumi warisan budaya suku Kerinci"},"content":{"rendered":"<p>Jakarta. Ibu Kania Rusli\u00a0 istri almarhum Hary Rusli dan Seniman Indonesia Bens Leo\u00a0 mengagumi peninggalan budaya\u00a0\u00a0 dan berbagai artefak\u00a0 hasil karya masyarakat suku Kerinci di masa lampau, dan khasanah kebudayaan ini mesti kita lestarikan dan kita abadikan\u00a0 untuk\u00a0 generasi muda\u00a0 dan peninggalan ini tekah menunjukkan\u00a0 tingkat kebudayaan dan peradaban suku Kerinci telah berusia parem<\/p>\n<p>Apa yang dilakukan oleh\u00a0 Penulis Buku Incung Budhi VJ Rio Temenggung, Drs Joni Mardizal,MM H.Yozerizal ,S.Sos,MM ini merupakan sebuah langkah maju karena mampu kembali memetakan dan\u00a0 mengangkat aksara Incung yang telah punah sejak abad ke 19 yang Lalu.<\/p>\n<p>Selama hampir 3\u00a0 abad aksara incung tekah terkubur di dalam pusaranan peradaban,dan saat ini hanya ada 3-5 orang masyarakat suku Kerinci yang dapat membaca dan memahami aksara incung dengan baik,dan umumnya beliau beliau itu telah berusia renta<\/p>\n<p>Selama ini upaya pelestarian\u00a0 warisan budaya \u201cAksara Incung\u201d yang dilakukan Pemerintah mirip seperti iklan mobil fanther\u201dNyaris tidak terdengar\u201d kalaupun ada ada sifatnya hanya seremonial dan basa\u00a0 basi ,berkali kaliaksara inciung di seminarkan,akan tetapi pihak Dinas Pendidikan Kota Sungai Penuh terkesan Cuek bebek\u201d \u2013Kepala Dinas Pendidikan ,KepalaBudparpora \u201cTidak memandang dengan VCDsebelah matapun\u201d peninggalan budaya masyarakat suku Kerinci.<\/p>\n<p>Secara Pribadi saya sudah minta agar Kepala Dinas Diknas dan Kepala Budparpora serta kepala Bidang\u00a0 yang menangani pendidikan,budaya dan wisata agar di copot dan diganti dengan pejabat baru yang orisinil yang\u00a0 mau peduli dengan budaya daerah dan kearifan local.<\/p>\n<p>Dalam rangaian ramah tamah itu Budhi VJ Rio Temenggung\u00a0 menyerahkan buku Incung dan \u00a0VCD Wisata Jambi Menyapa Dunia kepada\u00a0 penerima anuegerah antara lain Prof.Dr. Murdiyati,\u00a0 Kania Harry Rusli, Prof.Dr, Puti Reno Renaudha Thaib dan perwakilan penerima anugerah<\/p>\n<p>Mala mini 30 November Mendikbud RI\u00a0 M.Nuh didampingi Wakil Menteri\u00a0 akan menyerahkan Satya lencana Kebudayaan \u00a0dan anugerah kebudayaan\u00a0 kepada\u00a0 45 orang Seniman dan budayawan se Indonesia termasukkepada Budhi VJ Rio Temenggung\u00a0 satu satunya budayawan\u00a0 asal Propinsi Jambi yang mendapat anugerah( Nurul dan Aditya)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta. Ibu Kania Rusli\u00a0 istri almarhum Hary Rusli dan Seniman Indonesia Bens Leo\u00a0 mengagumi peninggalan budaya\u00a0\u00a0 dan berbagai artefak\u00a0 hasil karya masyarakat suku Kerinci di masa lampau, dan khasanah kebudayaan&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[76],"tags":[],"class_list":["post-3037","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3037","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3037"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3037\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3037"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3037"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3037"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}