{"id":3079,"date":"2013-12-06T10:38:12","date_gmt":"2013-12-06T10:38:12","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesiaheritage-cities.org\/?p=3079"},"modified":"2013-12-06T10:38:12","modified_gmt":"2013-12-06T10:38:12","slug":"sekilas-perjuangan-pembentukan-kabupaten-kerinci-dan-kota-sungai-penuh-hal-9","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/sekilas-perjuangan-pembentukan-kabupaten-kerinci-dan-kota-sungai-penuh-hal-9\/","title":{"rendered":"Sekilas perjuangan pembentukan Kabupaten  Kerinci dan Kota Sungai Penuh &#8211; Hal 9"},"content":{"rendered":"<p>Sekilas Tentang Kota Sungai Penuh<\/p>\n<p>Secara historis Kota Sungai Penuh merupakan daerah otonom baru hasil pemekaran Kabupaten Kerinci, terbentuk berdasarkan Undang Undang Nomor 25 Tahun 2008 dan disyahkan oleh DPR-RI Tanggal 21 Juli 2008, dan diresmikan oleh Menteri Dalam Negeri . Mardiyanto\u00a0 tanggal 8 November 2008. Hingga tahun 2013, Kota Sungai Penuh<\/p>\n<p><b>(Kota Sungai Penuh Tempoe Doeloe)<\/b><\/p>\n<p>Memiliki 8 Kecamatan yakni: Kecamatan Sungai Penuh, .Kecamatan Tanah Kampung, Kecamatan Sungai Bungkal, Kecamatan Kumun Debai, Kecamatan Pondok Tinggi, Kecamatan Pesisir Bukit, Kecamatan \u00a0Hamparan Rawang, Kecamatan Koto Baru<\/p>\n<p>Kota Sungai Penuh memiliki total luas wilayah 391,5 Km2\u00a0 meliputi kawasan TNKS seluas 231,776Km2 ( 59,2%) dan lahan budi daya \/ luas hunian seluas159,724Km2 (40,8%). Kota Sungai Penuh merupakan salah satu\u00a0 dari\u00a0 dua Kota yang ada di Propinsi Jambi ( salah satu dari 11 Kabupaten\/Kota di\u00a0 Propinsi\u00a0 Jambi.<\/p>\n<p>Posisi Kota Sungai Penuh cukup unik dan berbeda dengan daerah daerah lain di Propinsi Jambi, Kota Sungai Penuh berada di tengah tengah tengah Kabupaten Induk (Kerinci) Kota ini berbatasan lansung dengan Kabupaten Kerinci di sebelah Utara, Sebelah Selatan dan Sebelah Timur, hanya wilayah yang berada di sebelah Barat yang berbatasan dengan wilayah Tapan Kabupaten Pesisir Selatan ( Propinsi Sumatera Barat), Memiliki ketinggian 500 &#8211; 1500 M.Dpl dengan kondisi iklim sejuk dan memiliki panorama alam yang indah\u00a0 menawan<\/p>\n<p>Kota Sungai Penuh merupakan sebuah kota kecil yang bernuansa agraris berada dikawasan dataran tinggi puncak pengunungan andalas ( bukit barisan),membentang sepanjang gugus barat Pulau Sumatera. Bentang alamnya yang terdiri dari kawasan perbukitan yang berlapis lapis dan dikelilingi oleh daerah hulu dan daerah hilir \u00a0Kabupaten Kerinci. Gugusan pegunungan bukit barisan dengan\u00a0 panorama alam\u00a0 \u201c Bukit Kahyangan\u201d Bukit Batu Puti Senang, dan pengunungan yang ada di dataran tinggi Kota Sungai Penuh seakan ikut menjaga irama dan denyut nadi kehidupan masyarakat. Dilain pihak berbagai peninggalan benda cagar budaya yang berada di <b><i>negeri\u00a0 atas angin<\/i><\/b> ini menunjukkan Kota Sungai Penuh merupakan bagian tidak terpisahkan dari salah satu pusat peradaban tertua yang pernah ada di atas permukaan bumi.<\/p>\n<p>Kota kecil yang berada dalam wilayah Alam Kerinci memiliki kiondisi alam yang indah dengan panorama alam yang aduhai, tempat kehidupan berbagai spesies flora dan fauna langka, telah menginspirasikan seorang pujangga Gazali Burhan Rio Djayo mengumpamakan daerahnya bagaikan <b><i>\u00a0Sekepal tanah dari surga. <\/i><\/b><i>B<\/i>entang alamnya &#8211; yang terdiri dari gugus pegunungan senantiasa diselimuti awan putih dan embun serta lembah menawan yang terhampar luas membentuk kantung (Engclave) yang uniek spesifik dan merupakan bagahagian <b><i>engclave<\/i><\/b> yang terluas yang pernah di huni manusia di dunia. sebahagian dari kawasan ini diselimuti hutan belantara liar dan basah dengan berbagai tingkat keragaman hayati yang tumbuh pada ketinggian yang berbeda dengan tiga ekosistim.<\/p>\n<p>Dalam wilayah tiga ekosistim,Kota Sungai Penuh yang merupakan bagian tidak terpisahkan\u00a0 dari\u00a0 alam Kerinci memproduksi udara segar dan sejuk yang dihirup oleh sebahagian penduduk dunia, Di wilayah Kota Sungai Penuh terdapat pesona wisata alam seperti kawasan agro bisnis <i>Talang Lindung<\/i> hingga ke <i>Renah Kayu Embun<\/i>, wisata alam Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) di Bukit Tapan, Objek wisata <i>Bukit Kahyangan<\/i><\/p>\n<p>Kombinasi panorama alam yang indah itu juga menyimpan beraneka ragam Flora dan Fauna, setidaknya terdapat 4.000 jenis Spesies Flora termasuk jenis tanaman langka \u201cHarpulia\u201d dan \u201cVinus Strain Kerinci\u201d dan terdapat\u00a0 beraneka jenis satwa unggas yang terbang bebas\u00a0 dikawasan hutan TNKS yang Vistor Centernya berada di Kota Sungai Penuh, 6 jenis primata dan\u00a0 mahkluk misterius yakni\u00a0 \u201c Uhang Pandak \u201d\u00a0 dan Cigau.<\/p>\n<p>Pesona alam Kota Sungai Penuh dengan beraneka ragam <b><i>Flora &#8211; Fauna<\/i><\/b> dan ke aneka ragaman\u00a0 seni, budaya dan detak\u00a0 ritme\u00a0 kehidupan\u00a0 masyarakatnya\u00a0 yang begitu sempurna adalah\u00a0 sebuah\u00a0 karunia\u00a0 Tuhan\u00a0 yang belum ditemukan dibelahan dunia lain, Kota Sungai Penuh yang\u00a0 merupakan bagian dari\u00a0 alam Kerinci menggambarkan\u00a0 <b><i>kesaktian atau\u00a0 keajaiban<\/i><\/b>,\u00a0 potensi\u00a0 ini merupakan\u00a0 sebuah <b><i>anugerah<\/i><\/b> yang tiada ternilai yang diberikan oleh Sang Maha Pencipta. Kota yang berada di <b><i>Puncak Andalas<\/i><\/b>\u00a0 merupakan daerah yang memiliki satu kesatuan kultur dan satu kesatuan hukum adat<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sekilas Tentang Kota Sungai Penuh Secara historis Kota Sungai Penuh merupakan daerah otonom baru hasil pemekaran Kabupaten Kerinci, terbentuk berdasarkan Undang Undang Nomor 25 Tahun 2008 dan disyahkan oleh DPR-RI&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[76,108],"tags":[],"class_list":["post-3079","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-news","category-kota-sungai-penuh"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3079","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3079"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3079\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3079"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3079"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3079"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}