{"id":3277,"date":"2014-02-27T04:09:59","date_gmt":"2014-02-27T04:09:59","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesia-heritage.net\/?p=3277"},"modified":"2014-02-27T04:09:59","modified_gmt":"2014-02-27T04:09:59","slug":"pamong-yang-plamboyan-itu-telah-pergi-menghadap-tuhan-nya-in-memoriam-drs-h-saadoeddin","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/pamong-yang-plamboyan-itu-telah-pergi-menghadap-tuhan-nya-in-memoriam-drs-h-saadoeddin\/","title":{"rendered":"Pamong yang Plamboyan Itu telah pergi menghadap Tuhan nya (In Memoriam Drs.H.Saadoeddin)"},"content":{"rendered":"<p>Selasa 28 Januari 2014, awan berarak mendung menyelimuti wajah kota Sungai Penuh, ratusan pelayat dengan raut wajah sendu memenuhi rumah duka\u00a0 di jalan MH.Thamrin Simpang Tiga Rawang Kecamatan\u00a0 Hamparan Rawang.Kota Sungai Penuh<\/p>\n<p>Pagi itu di\u00a0 diruang tengah\u00a0 terbujur\u00a0 jasad\u00a0 tokoh\u00a0 dan budayawan alam Kerinci Drs.H.Saadoeddin, Mantan Sekretaris Wilayah Daerah Kotamadya Solok dan mantan Anggota DPRD Propinsi Sumatera barat dua periode.<\/p>\n<p>Sejumlah Tokoh masyarakat,para sahabat,para pejabat, mantan pejabat di Sumatera Barat termasuk\u00a0 Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia\u00a0 H. Gamawan Fauzi dan Istri, mengirimkan ucapan berbelangsungkawa kepada keluarga almarhum<\/p>\n<p>Almarhum Drs.H.Saadoeddin,\u00a0 Putra terbaik alam Kerinci Lahir di\u00a0 Rawang\u00a0 3 November\u00a0 1939, merupakan\u00a0 salah satu putra\u00a0 alam Kerinci yang meniti karir birokrasi di alam Minangkabau, almarhum menyelesaikan pendidikan Sekolah Rakyat 6 tahun(1953),SMP di Sungai Penuh (1956) dan menyelsaikan\u00a0 pendidikan SMA\u00a0 di Kota Sungai Penuh.<\/p>\n<p>Dimasa mudanya, Saadoeddin dikenal sebagai sosok seniman, bersama rekan rekannya mendirikan sekaligus\u00a0 menjadi menjadi motor penggerak group musik\/ Band Kusuma Jaya di Hamparan Besar Tanah Rawang,dan beliau dikenal sebagai seorang pemain drama dan hingga tutup usia\u00a0 beliau\u00a0 masih giat dalam\u00a0 berbagai kegiatan dan aktifitas sosial kemasyarakatan termasuk memperhatikan\u00a0 masalah masalah adat\u00a0 dan budaya suku Kerinci.<\/p>\n<p>Usai menyelesaikan pendidikan\u00a0 Menengah Atas\u00a0 Di Kota Sungai Penuh,\u00a0 Saadoedin muda\u00a0\u00a0 melangkahkah kaki\u00a0 merantau\u00a0 kenegeri Minangkabau yang dikenal sebagai\u00a0 negeri budaya dan daerah pendidikan terkemuka\u00a0 di Pulau Sumatera, mimpi pemuda Saadoeddin\u00a0 kala itu\u00a0 hanya satu yakni\u00a0 melanjutkan pendidikan\u00a0 ketingkat yang lebih tinggi yang saat itu sangat sedikit orang dari Kerinci\u00a0 yang mampu\u00a0 melanjutkan pendidikan\u00a0 di Minangkabau(Sumatera Barat)<\/p>\n<p>Berbekal dengan semangat, Saadoeddin\u00a0 dapat diterima\u00a0 untuk melanjutkan \u00a0pendidikan\u00a0 KDC di Bukittinggi Sumatera Barat, dengan ketekunan dan disiplin yang tinggi Saadoeddin dapat\u00a0 menyelesaikan pendidikan KDC tahun 1963 dan \u00a0di sela sela pekerjaannya\u00a0 sebagai Pegawai Negeri\u00a0 Saadoedin melanjutkan pendidikan di Akademi Pemerintahan Dalam Negeri (APDN) \u00a0dan selesai tahun 1968 di Bukittinggi, sedangkan Gelar Sarjana\u00a0 beliau selesaikan di Institut\u00a0 Ilmu Pemerintahan (IIP) tahun 1977 di Jakarta..<\/p>\n<p>Drs..Saadoeddin\u00a0 memulai karir Pegawai Negeri Sipil dengan jabatan\u00a0 Kepala Seksi Protokoler pada Kantor Gubernur Kepala Daerah\u00a0 Tingkat I Sumatera Barat, berbagai jabatan strategis di Lingkungan Pemerintahan Propinsi Sumatera Barat pernah beliau jalani,\u00a0 beliau \u00a0menjabat Kepala Biro Admistrasi,Kepala Biro Politik\u00a0 pada kantor Walikota Padang Panjang, Kepala Biro Pemerintahan pada Kantor Bupati Sawah Lunto Sijunjung.<\/p>\n<p>Pada tahun 1970- 1972\u00a0 beliau\u00a0 diangkat menjadi anggota DPRD-GR Kabupaten Sawah Lunto Sijunjung sekaligus menjadi sekretaris PPD\u00a0 dan Kepala\u00a0 Bagian Tata Usaha\u00a0 Personalia Kabupaten Sawah Lunto Sijunjung dan pada tahun\u00a0 1972-1975\u00a0 dipercaya menjadi \u00a0Camat Kecamatan Sijungjung\u00a0 Kabupaten Sawah Lunto Sijunjung.<\/p>\n<p>Pada tahun 1978\u00a0 Beliau\u00a0 dipercaya menjadi Kepala bagian\u00a0 Pemerintahan\u00a0 pada kantor Bupati Kabupaten Tanah Datar hingga tahun 1982,Karir Putra alam Kerinci\u00a0 kelahiran\u00a0 Rawang Kota Sungai Penuh\u00a0 di Ranah Minang terus\u00a0 melesat,pada tahun 1982 hingga tahun\u00a0 1996 Drs.H.Saadoeddin\u00a0 dipercaya menjadi Kepala BP 7 Kabupaten Tanah Datar dan\u00a0 pada tahun 1993\u00a0 hingga 1997 beliau\u00a0 dipercaya menjadi wakil ketua PPD II Kotamadya Solok.<\/p>\n<p>Pada tahun 1993 hingga tahu\u00a0 1999 dipercaya oleh Pemerintah Sumatera Barat untuk menjbat Sekretaris Wilayah Daerah Kota Madya Solok,dan\u00a0 pada tahun 1999 selama 2 periode\u00a0 menjadi anggota DPRD Propinsi Sumatera Barat.<\/p>\n<p>Pada tahun \u00a01998 Beliau\u00a0 berangkat ketanah suci Makkah untuk\u00a0 menunaikan ibadah Haji dan sebagai tokoh Masyarakat alam Kerinci\u00a0 di Sumatera Barat, Drs.H.Saadoeddin dikenal sebagai seorang cendekiawan muslim dan budayawan yang disegani dan menjadi tokoh panutan, hal ini dibuktikan dengan\u00a0 sejumlah\u00a0 aktifitas\u00a0 ditengah tengah masyarakat dan dunia pendidikan, diluar kapasitas sebagai seorang Pejabat, selama 5 tahun beliau pernah menjadi Dosen Luar Biasa pada akademi Dakwah Padang Panjang,Batu Sangkar, Penatar P.4 di Sumatera Barat, selama 10 tahun (1983- 1993) almarhum\u00a0 menjadi Dosen Luar Biasa pada IAIN Imam Bonjol Fakultas Tarbiyah di Batu Sangkar dan\u00a0 merangkap sebagai Dosen pada Fakultas Ekonomi dan fakultas peternakan\u00a0 Universitas Maha Putra Muhammad Yamin di Batu Sangkar.<\/p>\n<p>Catatan yang penulis himpun dari berbagai sumber, almarhum Drs.H.Saadoeddin di masa mudanya\u00a0 pernah menjabat Sekretaris Senat Mahasiswa APDN Bukittinggi(1966-1968),Ketua Kokar Mindagri Kabupaten Sawah Lunto\/Sijunjung,Sekretaris dan Wakil Ketua AMPI,Ketua Pelti Kabupaten Tanah Datar, dilingkungan kediamannya beliau dipercaya\u00a0 menjadi ketua LKMD Kelurahan Diponegoro di Batu Sangkar, Ketua Pelti Kabupaten Tanah Datar.<\/p>\n<p>Sebagai sosok\u00a0 agamis\u00a0 dan tokoh masyarakat\u00a0 dimasa hidupnya\u00a0 almarhum Drs.H.Saadoeddin\u00a0\u00a0 pernah menjabat\u00a0 Kakwarcab Pramuka Kodya Solok,Ketua Palang Merah Indonesia Kodya\u00a0 Solok,Ketua LPTQ Kodya Solok ,Ketua PHBI dan PHBN Kodya Solok,Ketua Baziz dan Ketua Kopri Kodya Solok.<\/p>\n<p>Di dunia Politik\u00a0 Almarhum Drs.H.Saadoeddin\u00a0\u00a0 pernah\u00a0 dipercaya menjadi Ketua Biro Pemenangan Pemilu\u00a0 pada sekber Golkar Kabupaten Sawahlunto \/Sijunjung,Wakil Sekretaris DD II Golkar Kabupaten Tanah Datar.Ketua DPD Golkar Kabupaten Tanah Datar,Anggota Dewan Penasehat Golkar Kodya Solok dan\u00a0 pernah menjadi Pengurus DPD I Golkar Propinsi Sumatera Barat.<\/p>\n<p>Semasa\u00a0 aktif dalam dunia birokrasi, almarhum dimasa hidupnya pernah\u00a0 menerima penghargaan sebagai Pegawai teladan\u00a0 I yang diberikan oleh Gubernur Sumatera Barat, pada tahun 1993 memperoleh Penghargaan Satya Pengabdian 25 tahun dan 30 tahun\u00a0 dari Presiden Republik Indonesia dan pada tahun 1999 almarhum memperoleh\u00a0 Piagam Penghargaan dari menteri Peranan Wanita karena dianggap berjasa dalam mengembangkan BKMT Sumatera Barat<\/p>\n<p>Sebagai seorang putra alam Kerinci,pada tahun 1998\u00a0 sejumlah tokoh tokoh masyarakat di alam Kerinci memanggil beliau pulang kampung untuk memimpin\u00a0 Kabupaten Kerinci yang saat itu belum dimekarkan, melalui pemilihan yang alot dan demokratis\u00a0\u00a0 tiga pasang kandidat yang saat itu bertarung beliau kalah\u00a0 dua suara dari rivalnya H.Fauzi Siin, Meskipun\u00a0 kalah dua suara ,namun dengan sikap seorang\u00a0 birokrat\u00a0 sejati\u00a0 beliau dengan legowo\u00a0 menerima hasil Pemilihan yang saat\u00a0 itu dilaksanakan oleh DPRD Kabupaten Kerinci.<\/p>\n<p>Figur drs. H,Saadoeddin merupakan figur yang saat ini tergolong tokok figur langka dan sulit ditemui, meski\u00a0 menjadi pejabat penting di negeri orang, hingga akhir hayatnya beliau hidup sederhana ,jauh dari kesan hidup mewah, dimasa tuanya &#8211; di tanah kelahirannya\u00a0 beliau mendirikan Yayasan \u201cMarisa\u201d yang bergerak di bidang\u00a0 Pendidikan dan sosial, dan\u00a0 masyarakat se Hamparan Rawang\u00a0 pernah mendaulat beliau sebagai Pengurus sekaligus sebagai Ketua Panitia Pelaksana\u00a0 Renovasi Masjid Raya Rawang, pada masa itu beliau mempelopori Pembuatan\u00a0 5\u00a0 Qubah yang semula dari seng biasa menjadi Qubah dengan bahan material multiroff,dan ditangan beliau Bangunan\u00a0 Masjid berarsitektur Modren Pertama\u00a0 Kebanggaan Masyarakat Kota Sungai Penuh yang \u00a0di renovasi menjadi sebuah bangunan yang indah dan anggun.<\/p>\n<p>Pada saat acara Kenduri Cinta\u00a0 tanggal 10\u00a0 Oktober 2010 yang lalu, penulis sempat melakukan\u00a0 dialog ringan\u00a0 dengan\u00a0 beliau, dari hasil dialog ringan tampak keseriusan beliau dalam\u00a0 memperhatikan\u00a0 adat dan kebudayaan alam Kerinci yang uniek dan spesifik.<\/p>\n<p>Suku Kerinci,menurut Drs.H.Saadoeddin merupakan sebuah\u00a0 komunitas masyarakat yang mendiami puncak andalas Pulau Sumatera memiliki keanekaragaman potensi Tanggibe dan Intagible serta memiliki potensi Sumber Daya Manusia yang Mumpuni dan Potensi Sumber Daya Alam yang luar biasa, dan Kawasan Hutan yang ada di Alam Kerinci merupakan\u00a0 paru paru dunia.<\/p>\n<p>Akan tetapi, hingga saat ini belum semua Potensi potensi yang ada itu dapat dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat,bahkan sejumlah artefak- benda benda budaya\u00a0 hingga saat ini belum\u00a0 dirawat sebagaimana mestinya.<\/p>\n<p>Khusus untuk Kota Sungai Penuh yang merupakan\u00a0 salah satu Kota tua di\u00a0 Propinsi Jambi dimasa lampau\u00a0 dikenal sebagai pusat pendidikan terkemuka di Propinsi Jambi, dan\u00a0 sejak tahun 1950 an sudah banyak\u00a0 masyarakat di alam Kerinci yang\u00a0 menjadi Sarjana,bahkan\u00a0 di Propinsi Jambi\u00a0 sampai era tahun 1980 an telah banyak melahirkan Profesor dan Doktor dan Perwira Tinggi.<\/p>\n<p>Diantara tokoh tokoh yang berhasil itu tercatat nama\u00a0 Jenderal.H.A,Thalib ( Mantan Dubes RI di Malaysia),\u00a0 H.Ramli Taha,SH (Mantan Sekjen Depsos.RI) Laksmana H.Syofyan Huri, Jenderal Khalid Karim.Leo( Mantan Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen) . Kolonel.H. Fahmi Mukhtar,Kolonel Thalat Siin, Prof.DR. H.Amir Hakim Usman, Prof.Dr.H.Yakub Isman, Ir. Rivai (Mantan Dirjen Perkebunan) Prof. Dr .dr .H.Havid Ardy, Prof.Dr.H.Firwan Tan.Dipl.Ing ,\u00a0 DR.H.Husaini Ardy ,Profesor.Aulia Tasman,Prof . Sudirman.M.Johan, Ir.Rivai.<\/p>\n<p>Belakangan,seiring dengan semakin berkembangnya\u00a0 kabupaten tetangga baik di wilayah Proinsi Jambi maupun Kabupaten Tetanga\u00a0 di wilayah Sumatera Barat, membuat perkembangan pendidikan di Kota Sungai Penuh\u00a0 akhir akhir ini\u00a0 berjalan ditempat, bahkan satu satunya\u00a0 perguruan tinggi\u00a0 Negeri\u00a0 yang ada di alam Kerinci\u00a0 yakni STAIN hingga saat ini\u00a0 masih bersifat sekolah tinggi dan belum ditingkatkan statusnya menjadi Universitas\u00a0 Islam Negeri (UIN) atau IAIN.<\/p>\n<p>Untuk Saat ini\u00a0 di alam Kerinci, sektor Industri sulit untuk dikembangkan \u00a0kecuali industri wisata dan pendidikan, dengan di bukanya Perguruan Perguruan Tinggi Negeri\u00a0 dan Swasta diharapkan alam Kerinci\u00a0 akan mampu mengeksport tenaga kerja terdidik , Ilmuawan\/tekhnorat,pengusaha dan birokrat yang handal\u00a0 Kata Drs.H.Saadoedin.<\/p>\n<p>Kini, sosok Birokrat, Cendekiawan,seniman dan budayawan\u00a0 alam Kerinci itu telah tiada, ia telah pergi untuk selama lamanya menghadap\u00a0 Tuhan nya.ia tak mewariskan apa apa,kecuali sebuah jejak keteladanan yang saat ini semakin langka ditemui,kesedehanaan,kejujuran nurani dan kebersajaannya merupakan sebuah warisan yang dapat\u00a0 diteladani para pemimpin dan para pengambil kebijakkan di alam Kerinci.<\/p>\n<p>Tampaknya\u00a0 almarhum memahami betul,bahwa\u00a0 seorang pemimpin itu harus satu kata dengan perbuatan, dan saat ini masyakat\u00a0 sangat membutuhkan keteladanan bukan hanya sekedar pernyataan yang hanya menyenangkan hati untu sementara.<\/p>\n<p>Parno Tegane,SE putra sulung\u00a0 beliau\u00a0 kepada penulis\u00a0 Jum\u2019at\u00a0 14\/2-2014b mengemukakan\u00a0 sebelum wafat selama 1 tahun beliau menderita sakit dan dilakukan rawat jalan,beliau sempat melakukan kemoterapy dan\u00a0 setelah dilakukan kemoterapy tim medis yang merawat beliau sempat mevonis beliau sembuh dan sehat, dan selama 2 bulan sempat sembuh,belakangan kondisi pisik\u00a0 beliau semakin menurun, rencana jika kondisi pisik beliau agak membaik,keluarga sepakat untuk\u00a0 membawa\u00a0 beliau untuk berobat ke Malaysia, namun\u00a0 Allah punya rencana lain, pada tanggal 27 Januari 2014\u00a0 beliau telah pergi\u00a0 menghadap Tuhan nya untuk selama lamanya<\/p>\n<p>Beliau wafat dalam usia \u00a075 tahun, meninggalkan seorang istri Hajjah Martina, 4 orang putra putri masing masing\u00a0 Parno Tegane,SE, Gusra Purnama,S.Sos, Anggun Saltian, dan Dessy Marisa,SE dan \u00a0meninggalkan 4 orang cucu<\/p>\n<p>Selamat jalan \u00a0Bapakku Drs.H.Saadoeddin, menghadaplah engkau pada Tuhan mu dan berbaringlah dalam ke abadian cinta Nya, mudah mudahan kelak akan lahir Pamong Pamong dan Pemimpin yang mampu memahami bahasa rakyat, bukan seorang\u00a0 pemimpin yang minta dipahami rakyatnya, tak salah seorang bijak mengatakan\u201d Hidup hanya satu kali, beri ia punya arti&#8230;&#8230;.semoga!<\/p>\n<p>(Penulis: Budhi VJ Rio Temenggung. Penerima PIN Emas dan Anugerah Kebudayaan Tingkat Nasional tahun 2013)<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Selasa 28 Januari 2014, awan berarak mendung menyelimuti wajah kota Sungai Penuh, ratusan pelayat dengan raut wajah sendu memenuhi rumah duka\u00a0 di jalan MH.Thamrin Simpang Tiga Rawang Kecamatan\u00a0 Hamparan Rawang.Kota&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":3278,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[76,108],"tags":[],"class_list":["post-3277","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news","category-kota-sungai-penuh"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3277","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3277"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3277\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3277"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3277"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3277"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}