{"id":3834,"date":"2014-08-15T10:58:23","date_gmt":"2014-08-15T03:58:23","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesiaheritage-cities.org\/?p=3834"},"modified":"2014-08-15T10:58:23","modified_gmt":"2014-08-15T03:58:23","slug":"selama-masa-libur-lebaran-kunjungan-ke-borobudur-mencapai-57-456-orang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/selama-masa-libur-lebaran-kunjungan-ke-borobudur-mencapai-57-456-orang\/","title":{"rendered":"Selama Masa Libur Lebaran Kunjungan Ke Borobudur Mencapai 57.456 Orang"},"content":{"rendered":"<p>Puncak kunjungan wisatawan ke obyek wisata Candi <a style=\"color: #428bca;\" href=\"http:\/\/indeks.kompas.com\/tag\/borobudur\">Borobudur<\/a> di Magelang, Jawa Tengah selama masa libur Lebaran 2014 terjadi pada H+3 (31\/7\/2014) mencapai 57.456 orang.<\/p>\n<p>Kabid Humas dan Protokol PT Taman Wisata Candi <a style=\"color: #428bca;\" href=\"http:\/\/indeks.kompas.com\/tag\/borobudur\">Borobudur<\/a> Prambanan dan Ratu Boko (TWCBPR), Martana Eka Rahmadi di Magelang, Rabu (13\/8\/2014) mengatakan, puncak kunjungan tersebut merupakan rekor selama dikelola oleh TWCBPR sejak 1989.<\/p>\n<p>&#8220;Jumlah pengunjung pada hari tersebut paling banyak sehingga merupakan rekor. Pada Lebaran 2013 puncak pengunjung juga terjadi pada H+3 Lebaran dengan jumlah wisatawan hanya 50.512 orang,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Menurut Martana, selama libur Lebaran pada H-2 hingga H+13 (26 Juni-10 Agustus 2014) pengunjung Candi <a style=\"color: #428bca;\" href=\"http:\/\/indeks.kompas.com\/tag\/borobudur\">Borobudur<\/a> mencapai 327.047 orang, terdiri atas 310.453 wisatawan nusantara dan 16.594 wisatawan mancanegara.<\/p>\n<p>Puncak kunjungan juga terjadi pada H+3 di Candi Prambanan dan Ratu Boko dengan jumlah wisatawan 27.659 orang dan 2.694 orang.<\/p>\n<p>Pelaksana Tugas Kepala Pemasaran PT TWCBPR, Emilia Untara, mengatakan, puncak kunjungan wisatawan terjadi pada H+3 setelah masyarakat selesai bersilaturahmi pada hari H hingga H+2 lebaran. Membeludaknya pengunjung pada libur lebaran tidak lepas dari promosi yang dilakukan tim pemasaran TWCBPR.<\/p>\n<p>&#8220;Seminggu sebelum masa libur lebaran, kami telah melakukan promosi di Jakarta, antara lain melalui lokasi pemberangkatan mudik bareng dengan menyebar 15.000 brosur promosi,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Selain itu, lanjut Emilia, pihaknya melakukan kerja sama dengan instansi yang mengeluarkan peta mudik untuk mencantumkan obyek wisata Candi <a style=\"color: #428bca;\" href=\"http:\/\/indeks.kompas.com\/tag\/borobudur\">Borobudur<\/a>, Prambanan, dan Ratu Boko.<\/p>\n<p>&#8220;Sebelumnya kami juga melakukan promosi di dalam negeri dan luar negeri. Banyaknya pengunjung ini kemungkinan bisa saja dampak dari promosi tahun-tahun sebelumnya,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Sumber : kompas.com<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Puncak kunjungan wisatawan ke obyek wisata Candi Borobudur di Magelang, Jawa Tengah selama masa libur Lebaran 2014 terjadi pada H+3 (31\/7\/2014) mencapai 57.456 orang. Kabid Humas dan Protokol PT Taman&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":3835,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[76,96,87],"tags":[],"class_list":["post-3834","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news","category-featured","category-kota-yogyakarta"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3834","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3834"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3834\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3834"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3834"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3834"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}