{"id":3850,"date":"2014-09-04T11:08:55","date_gmt":"2014-09-04T04:08:55","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesiaheritage-cities.org\/?p=3850"},"modified":"2014-09-04T11:08:55","modified_gmt":"2014-09-04T04:08:55","slug":"masjid-tiban-turen-malang-arsitektur-langit-ajaib-dan-menakjubkan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/masjid-tiban-turen-malang-arsitektur-langit-ajaib-dan-menakjubkan\/","title":{"rendered":"Masjid Tiban Turen Malang &#8220;Arsitektur Langit, Ajaib dan Menakjubkan&#8221;"},"content":{"rendered":"<p><strong><em><a class=\"alrptip\" href=\"http:\/\/www.islam-institute.com\/ajaib-pohon-kurma-ini-berbuah-setiap-bulan-ramadhan.html\">Masjid<\/a> Tiban<\/em> atau <a class=\"alrptip\" href=\"http:\/\/www.islam-institute.com\/ajaib-pohon-kurma-ini-berbuah-setiap-bulan-ramadhan.html\">masjid<\/a> \u2018Jin\u2019 adalah <a class=\"alrptip\" href=\"http:\/\/www.islam-institute.com\/ajaib-pohon-kurma-ini-berbuah-setiap-bulan-ramadhan.html\">Masjid<\/a> Ajaib<\/strong> yang mana arsitekturnya merupakan inspirasi dari langit yang menakjubkan. <strong>Selain sebagai masjid, bangunan 10 lantai yang megah dan indah ini sebenarnya adalah Pondok Pesantren Salafiah Bihaaru Bahri Asali Fadlaailir Rahmah<\/strong> yang terletak di <strong>desa Turen, Kabupaten Malang, Jawa Timur.<\/strong><\/p>\n<p><a title=\"Masjid Tiban Turen Malang Jawa Timur\" href=\"http:\/\/www.islam-institute.com\/masjid-tiban-turen-malang-arsitektur-langit-ajaib-dan-menakjubkan.html\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><strong>Pondok Pesantren Salafiah Bihaaru Bahri Asali Fadlaailir Rahmah<\/strong><\/a> yang disingkat: Bi Ba\u2019a Fadlrah, karena namanya cukup panjang, dan <strong>mempunyai arti Laut Madu atau, \u201cFadilah Rohmat\u201d (Segarane Madu, Fadhole Rohmat-terjemahan Bahasa Jawa).<\/strong><\/p>\n<p><strong>Oleh masyarakat Malang disebut <em>Masjid Tiban<\/em> <\/strong>karena konon masjid yang sangat megah ini dibangun tanpa sepengetahuan warga sekitar. <strong>Menurut cerita yang beredar justru dibangun oleh jin dalam waktu hanya semalam.<\/strong> Namun, ketika desas-desus ini dikonfirmasi kepada \u201cmanajemen masjid\u201d, disebutkan bahwa pembangunan masjid \u2013 yang <strong>sebenarnya merupakan kompleks pondok pesantren, semua bersifat normal karena dikerjakan oleh santri dan jamaah.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Pada tahun 2009 beredar sudah mulai k desa-desus munculnya <em>Masjid Tiban<\/em> yang berbau dunia gaib langsung dibantah oleh \u201cmanajemen masjid\u201d.<\/strong> Dengan jelas sekali bantahan terpampang di depan meja penerima tamu dengan tulisan besar-besar, \u201cApabila ada orang yang mengatakan bahwa ini adalah <strong>pondok tiban<\/strong> (pondok muncul dengan tiba-tiba), dibangun oleh jin dsb, itu tidak benar. Karena bangunan ini adalah<strong> Pondok Pesantren Salafiyah \u201cBihaaru Bahri \u2018Asali Fadlaailir Rahmah\u201d<\/strong> yang murni <strong>dibangun oleh para santri dan jamaah.\u201d<\/strong><\/p>\n<p>Pondok Pesantren <strong>Bihaaru Bahri \u2018Asali Fadlaailir Rahmah<\/strong> konon mulai dibangun pada tahun 1978 oleh <strong>Romo Kiai Haji Ahmad Bahru Mafdlaluddin Shaleh Al-Mahbub Rahmat Alam<\/strong>, atau yang akrab disapa <strong>Romo Kiai Ahmad.<\/strong><\/p>\n<p>Tujuan untuk dibangunnya <em><strong>Masjid Tiban<\/strong><\/em> ini selain sebagai tempat ibadah juga sebagai pemersatu <a class=\"alrptip\" href=\"http:\/\/www.islam-institute.com\/ahlan-wa-sahlan-selamat-datang-di-islam-institute.html\">umat Islam<\/a> dalam mengkaji <a class=\"alrptip\" href=\"http:\/\/www.islam-institute.com\/nigeria-boko-haram-membantai-50-an-mahasiswa-perguruan-tinggi.html\">Islam<\/a>. Karena selain berfungsi sebagai masjid, tempat ini juga sebagai pondok pesantren yang berfungsi untuk mempelajari <strong><a class=\"alrptip\" href=\"http:\/\/www.islam-institute.com\/nigeria-boko-haram-membantai-50-an-mahasiswa-perguruan-tinggi.html\">Islam<\/a><\/strong> secara dalam. Bangunannya yang indah dan megah membuat banyak orang yang datang untuk berkunjung ke <em><strong>Masjidd Tibban<\/strong><\/em> di\u00a0 <strong>Turen<\/strong> ini. Mereka mengaggumi kuasa sang pencipta, karena atas hidayah-NYA yang telah diberikan kepada para pendiri dan masyarakat sekitar masjid ini dapat berdiri kokoh. Dengan adanya <strong>masjid ini<\/strong>, banyak masyarakat yang mendalami <a class=\"alrptip\" href=\"http:\/\/www.islam-institute.com\/nigeria-boko-haram-membantai-50-an-mahasiswa-perguruan-tinggi.html\">Islam<\/a> di tempat ini secara baik.<\/p>\n<h3>Asal-usul Pembangunan <strong><em>\u2018<\/em><\/strong><em><strong>Masjid Tiban<\/strong><\/em>\u2018 Turen Malang<\/h3>\n<p><strong><em>Masjid Tiban<\/em> atau Masjid Jin juga disebut Masid Turen<\/strong> sebenarnya merupakan sebuah komplek pondok pesantren. Nama Pondok Pesantren (Ponpes) Salafiyah adalah Bihaaru Bahri \u2018Asali Fadlaailir Rahmah (disingkat: Bi Ba\u2019a Fadlrah), yang <strong>terletak di Jalan KH. Wahid Hasyim Gang Anggur No.10, RT 07 \/ RW 06 Desa Sananrejo, Turen, Kabupaten Malang.<\/strong> Rintisan Ponpes Bi Ba\u2019a Fadlrah ini dimulai pada 1963 oleh Romo <strong>Kyai Haji Ahmad Bahru Mafdlaluddin Shaleh Al-Mahbub Rahmat Alam<\/strong>, atau yang akrab disapa <strong>Romo Kyai Ahmad.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Ponpes ini dibangun sejak tahun 1978 di areal seluas 4 hektare, dan kira-kira baru 1,5 hektare<\/strong> dari luas tanah itu yang digunakan untuk bangunan utamanya. Arsitektur bangunannya sangat menawan, sangat serius dan rumit. Semua ini terlihat pada setiap detail ornamennya. Jauh sebelum ini benar-benar tak ada yang menyangka di sebuah <strong>desa kecil Sananrejo, Turen, Kabupaten Malang<\/strong> berdiri sebuah bangunan megah dengan arsitektur yang sedemikian mengagumkan. Begitu datang di areal <em><strong>masjid Tiban<\/strong><\/em>, pengunjung akan disambut oleh kemegahan bangunan, keindahannya dan wibawanya akan mampu melumpuhkan kesombongan kita. Dari melangkahkan kaki untuk pertama kalinya di dalam <strong>bangunan pondok pesantren dan <em>masjid Tiban<\/em><\/strong>, sampai keluar, kesombongan siapa saja akan mengkerut, dari tingkat pertama sampai dengan tingkatnya yang ke sepuluh.<\/p>\n<p><strong>Bangunan utama pondok pesantren dan <em>masjid Tiban<\/em><\/strong> tersebut mencapai 10 lantai. Tingkat 1 sampai dengan 4 digunakan sebagai tempat kegiatan para <strong>Santri Pondok Tiban<\/strong>, lantai 6 seperti ruang keluarga, sedangkan <strong>lantai 5, 7, 8 terdapat toko-toko kecil yang dikelola oleh para Santriwati (Santri Wanita).<\/strong> Ada berbagai macam makanan ringan dijual dengan harga murah, selain itu ada juga barang-barang yang dijual berupa pakaian Sarung, Sajadah, Jilbab, Tasbih dan sebagainya.<\/p>\n<p>Tak hanya unik, bahkan di dalam areal ponpes <strong>Bihaaru Bahri \u2018Asali Fadlaailir Rahmah<\/strong> juga <strong>tersedia kolam renang, dilengkapi perahu<\/strong> yang hanya khusus untuk dinaiki wisatawan anak-anak. Di dalam komplek ponpes itu juga terdapat berbagai jenis binatang seperti kijang, monyet, kelinci, aneka jenis ayam dan burung.<\/p>\n<p><strong>Ajaibnya, arsitektur yang dijadikan acuan bukan hasil rekayasa seorang arsitek <\/strong>yang handal lulusan perguruan tinggi. <strong>Semuanya adalah dari hasil istikharah pemilik pondok<\/strong>, <strong>KH Ahmad Bahru Mafdlaludin Soleh.<\/strong> Bangunan ini tidak dapat diperkirakan jadinya, sekarang sudah 10 lantai dibangun, bisa jadi nanti ditambah atau bisa-bisa dikurangi. Karena semua tergantung <strong>istikharah Romo Kyai (Kyai Ahmad).<\/strong> Romo Kyai juga yang ngepaskan amalan-amalan. Mungkin karena itu, banyak berita bahwa bangunan ini adalah <strong>masjid tiban (tiba-tiba ada).<\/strong> Padahal ini bukan masjid tapi<strong> pondok pesantren<\/strong>, Gus Alief (santri) berkata <strong>\u201ctiap hari selalu datang pengunjung dari berbagai kota ke pondok pesantren ini.<\/strong> Di buku tamu pun berbagai komentar tentang keindahan <strong>pondok pesantren<\/strong> ini tertulis. Bahkan, tak jarang ada yang mengaku tersentuh hatinya ketika memasuki sebuah ruang. Tiap orang berbeda.\u201d<\/p>\n<p>Sumber : islam-institute.com<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Masjid Tiban atau masjid \u2018Jin\u2019 adalah Masjid Ajaib yang mana arsitekturnya merupakan inspirasi dari langit yang menakjubkan. Selain sebagai masjid, bangunan 10 lantai yang megah dan indah ini sebenarnya adalah&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":3851,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[76,96,93],"tags":[],"class_list":["post-3850","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news","category-featured","category-kota-malang"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3850","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3850"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3850\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3850"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3850"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3850"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}