{"id":4003,"date":"2014-10-07T14:06:24","date_gmt":"2014-10-07T07:06:24","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesiaheritage-cities.org\/?p=4003"},"modified":"2014-10-07T14:06:24","modified_gmt":"2014-10-07T07:06:24","slug":"patung-buddha-tertua-di-museum-nasional","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/patung-buddha-tertua-di-museum-nasional\/","title":{"rendered":"Patung Buddha Tertua di Museum Nasional"},"content":{"rendered":"<p>Museum Nasional Indonesia memamerkan patung Buddha Dipangkara tertua yang merupakan peninggalan abad ke-2 Masehi untuk meningkatkan pengetahuan kesejarahan masyarakat.<\/p>\n<p>&#8220;Patung Buddha Dipangkara berbahan baku perunggu ini merupakan koleksi tertua di antara 141 ribu koleksi patung di Museum Nasional,&#8221; kata Pengurus Layanan Edukasi Museum Nasional, Asep Firman Y di Jakarta.<\/p>\n<p>Asep menjelaskan patung Buddha Dipangkara diperkirakan peninggalan abad ke-2 Masehi karena dilihat dari gaya seni, struktur dan bentuk abad ke-2 dari India Selatan, ditemukan di Sikendeng Mamuju, Sulawesi Barat.<\/p>\n<p>&#8220;Para nelayan di Sulawesi mempercayai patung ini membawa keberkahan dan kebaikan dalam melaut, karena dapat meningkatkan hasil tangkapan ikan,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Menurut Asep, kemungkinan arca tersebut dibawa pelaut karena tidak ditemukan kerajaan Hindu-Buddha tapi itu bukan asli buatan Indonesia karena didatangkan dari luar merupakan interpretasi ahli arca dilihat dari gaya seni abad ke-2 ditemukan Disikendeng Mamuju.<\/p>\n<p>&#8220;Sampai saat ini, tidak menemukan bekas peradaban Hindu Buddha, dan tidak ditemukan kerajaan di sana. Buddha Dipangkara merupakan Buddha penjaga laut dan kemungkinan dibawa pelaut sehingga ada di wilayah Sulawesi,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Sumber : travel.kompas.com<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Museum Nasional Indonesia memamerkan patung Buddha Dipangkara tertua yang merupakan peninggalan abad ke-2 Masehi untuk meningkatkan pengetahuan kesejarahan masyarakat. &#8220;Patung Buddha Dipangkara berbahan baku perunggu ini merupakan koleksi tertua di&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":4020,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[76,96,107],"tags":[],"class_list":["post-4003","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news","category-featured","category-jakarta-pusat"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4003","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4003"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4003\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4003"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4003"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4003"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}