{"id":4006,"date":"2014-10-07T12:35:32","date_gmt":"2014-10-07T05:35:32","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesiaheritage-cities.org\/?p=4006"},"modified":"2014-10-07T12:35:32","modified_gmt":"2014-10-07T05:35:32","slug":"benteng-kerajaan-thang-long-pusaka-budaya-dunia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/benteng-kerajaan-thang-long-pusaka-budaya-dunia\/","title":{"rendered":"Benteng Kerajaan Thang Long \u2013 pusaka budaya dunia"},"content":{"rendered":"<p><em><strong>Benteng Kerajaan Thang Long adalah kompleks peninggalan sejarah\u00a0 yang terkait dengan sejarah\u00a0 Benteng kota Thang Long \u2013Hanoi. Bangunan arsitektur\u00a0 ini dibangun oleh para raja dalam\u00a0 berbagai \u00a0periode sejarah dan menjadi situs peninggalan sejarah\u00a0 yang\u00a0 paling penting\u00a0 dalam sistim\u00a0 berbagai\u00a0 situs peninggalan sejarah\u00a0 Vietnam. Pada tahun 2010, kompleks situs peninggalan sejarah\u00a0 Benteng Kerajaan Thang Long dari Vietnam\u00a0 telah diakui oleh UNESCO sebagai\u00a0 Pusaka Budaya Dunia<\/strong>.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Lebih\u00a0 dari 10 abad lalu,\u00a0 ketika memindahkan ibukota Hoa Lu (provinsi Ninh Binh)\u00a0 ke benteng Dai La, Raja\u00a0 Ly Cong Uan (atau raja Ly Thai To) telah membangun\u00a0 lagi benteng Thang Long di lokasi benteng Dai La lama. Benteng Thang Long terdiri dari:\u00a0 Lingkaran paling\u00a0 luar ialah\u00a0 benteng kota. Lingkaran kedua\u00a0 (tengah) \u00a0ialah benteng kerajaan &#8211; tempat kerja para bangsawan. Benteng paling kecil yang terletak di \u00a0tempat paling dalam\u00a0 ialah\u00a0 benteng\u00a0 daerah larangan \u2013 tempat diperuntukan bagi raja dan permaisuri\u00a0 serta para selir dan wanita pelayan yang cantik. Mengalami masa \u00a0lebih\u00a0 dari 1000 tahun, benteng\u00a0 kota Thang Long\u00a0 dulu yang sekarang adalah ibukota Hanoi telah menyaksikan perubahan-perubahan\u00a0 melalui\u00a0 berbagai zaman feodal. Banyak peperangan telah merusak dan menguruk banyak bangunan arsitektur seni rupa, tapi bekas kompleks benteng kerajaan Thang Long tetap masih ada. Di zona sentral tetap masih tampak bekas-bekas gedung\u00a0 istana kerajaan kuno berbentuk persegi empat yang dibangun pada zaman Dinasti Nguyen tahun 1835. Nama-nama\u00a0 pintu \u00a0gerbang benteng \u00a0dulu\u00a0 tetap digunakan\u00a0 untuk memberi nama kepada jalan-jalan di sekitar benteng kuno seperti pintu gerbang Utara, pintu gerbang Selatan, pintu gerbang Timur. Meskipun tidak ada bangunan-bangunan istana lagi, namun tetap masih ada beberapa bangunan\u00a0 peninggalan sejarah sepanjang poros\u00a0 jantungnya kompleks\u00a0 Benteng kerajaan\u00a0 kuno\u00a0 seperti pintu\u00a0 gerbang Doan Mon, Istana Kinh Thien, \u00a0puri putri raja \u00a0Hau Lau. Di situs peninggalan sejarah Istana\u00a0 Kinh Thien\u00a0 di jantungnya benteng kota\u00a0 tetap masih ada\u00a0 sepasang naga \u00a0dari batu utuh sejak\u00a0 zaman Dinasti Le (abad ke-XV). Pintu gerbang benteng Utara\u00a0 beserta gugus dinding\u00a0 benteng\u00a0 Hanoi\u00a0 masih cukup utuh. Satu situs penginggalan sejarah\u00a0 yang mencuat ialah\u00a0 tiang bendera\u00a0 Hanoi yang dibangun dengan bentuk menara yang tingginya 33 meter tetap\u00a0 berdiri secara kokoh bersama \u2013sama dengan waktu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada tahun 2010, bertepatan dengan peringatan ultah ke-1000 berdirinya ibukota Thang Long-Hanoi, para ilmuwan telah menemukan lagi di bawah permukaan tanah banyak bangunan arsitektur, peninggalan sejarah dan benda-benda\u00a0 arkheologi yang sangat bernilai\u00a0 tentang benteng kerjaaan Thang Long.\u00a0 Ini merupakan bukti-bukti ilmu yang menegaskan bahwa ini terus-menerus merupakan\u00a0 pusat ibukota dari banyak zaman feodal Vietnam. Profesor bidang sejarah Le Van Lan memberitahukan: \u201c<em>Berbagai peninggalan sejarah yang ditemukan seperti buku yang dibuka, berlapis-lapisan dan teratur. Di dalamnya 3 meter ialah lapisan\u00a0 budaya arkheologi\u00a0 benteng Dai La, periode pra Thang Long. Di kedalaman\u00a0 3 meter ialah\u00a0 lapisan kebudayaan\u00a0 Dinasti Le (abad ke-XI-XII). Di dalamnya 2 meter ialah lapisan kebudayaan pada zaman Tran (abad ke-XIII). Peninggalan-peninggalan digali\u00a0 di kawasan benteng kota Thang Long yang bertepatan dengan peringatan ultah ke-1000 berdirinya ibukota Thang Long-Hanoi tampaknya seperti memberikan kita satu buku di perut bumi yang tak ternilaikan harganya, cukup untuk mengenal bahwa\u00a0 tempat ini\u00a0 adalah ibukota, jantungnya Tanah Air selama 1000 tahun. <\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bersama dengan peninggalan-peninggalan bangunan arsitektur yang unik, puluhan ribu benda sebagai\u00a0 simbol\u00a0 berbagai lapisan kebudayaan melalui berbagai periode yang ditemukan sebagian merekonstruksikan\u00a0 proses\u00a0 sejarah\u00a0 dari abad ke-VII sampai abad ke- IX, yang menyelujuri\u00a0 berbagai dinasti Ly, Tran, Mac, Le dan Nguyen. \u00a0Di kawasan\u00a0 sentral\u00a0 benteng kota sekarang\u00a0 ada beberapa bangunan\u00a0 arsitektur pada zaman penjajahan Perancis dan bangunan rumah D67 dengan peninggalan-peninggalan seperti terowongan,\u00a0 tempat berapat \u00a0yang terletak di perut bumi. Rumah D67 adalah\u00a0 Markas tempat kerja \u00a0dimana Polit Biro Komite Sentral Partai Komunis Vietnam dan Komisi Militer Komite Partai telah mengeluarkan keputusan-keputusan\u00a0 bersejarah untuk mensukseskan perang perlawanan menentang Imperialis Amerika Serikat untuk menyelamatkan Tanah Air. Ketika berbicara tentang\u00a0 benteng kuno Thang Long-Hanoi ini, profesor bidang sejarah Phan Huy Le memberitahukan: \u201c<em>Sekarang semua\u00a0 badan memimpin yang paling\u00a0 tinggi Vietnam tetap\u00a0 berhimpun di tempat ini. Kawasan peninggalan sejarah ini, meskipun\u00a0 skalanya tidak besar dan arsitekturnya\u00a0 juga tidak\u00a0 terlalu besar, tapi di dalam-nya memuat\u00a0 nilai-nilai simbolik sejarah, budaya Vietnam, mencerminkan nilai global yang diterima oleh Vietnam untuk menciptakan fundasi ideologi, dari situ dikeluarkan haluan dan kebijakan dalam\u00a0 usaha pembangunan dan pengembangan Vietnam<\/em>\u201d.<\/p>\n<p>Pada tanggal 1 Agustus 2010,\u00a0 kompleks\u00a0 peninggalan benteng kota\u00a0 Thang Longp-Hanoi\u00a0 dari Vietnam\u00a0 diakui oleh UNESCO sebagai Pusaka Budaya Dunia\u00a0 berdasar pada tiga kriterium : Bukti\u00a0 khas\u00a0 tentang\u00a0 proses pergaulan\u00a0 kebudayaan\u00a0 jangka panjang, tempat yang menerima pengaruh kebudayaan dari\u00a0 luar, banyak doktrin dan ide\u00a0 yang punya nilai global tentang peradaban umat manusia untuk menciptakan segi-segi yang unik dan kreatif dari pusat politik, ekonomi, kebudayaan nasional dan\u00a0 bukti tentang tradisi kebudayaan \u00a0yang lama\u00a0 dari orang Vietnam di daerah dataran rendah sungai Merah melalui berbagai periode sejarah yang mempunyai hubungan dengan kawasan dan dunia.<\/p>\n<p>Sumber : vovworld.vn<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Benteng Kerajaan Thang Long adalah kompleks peninggalan sejarah\u00a0 yang terkait dengan sejarah\u00a0 Benteng kota Thang Long \u2013Hanoi. Bangunan arsitektur\u00a0 ini dibangun oleh para raja dalam\u00a0 berbagai \u00a0periode sejarah dan menjadi&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":4018,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[76,96],"tags":[],"class_list":["post-4006","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news","category-featured"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4006","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4006"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4006\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4006"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4006"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4006"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}