{"id":4103,"date":"2014-10-23T13:48:54","date_gmt":"2014-10-23T06:48:54","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesiaheritage-cities.org\/?p=4103"},"modified":"2014-10-23T13:48:54","modified_gmt":"2014-10-23T06:48:54","slug":"indonesia-untuk-pertama-kali-menjadi-tuan-rumah-pameran-wisata-islam-dunia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/indonesia-untuk-pertama-kali-menjadi-tuan-rumah-pameran-wisata-islam-dunia\/","title":{"rendered":"Indonesia Untuk Pertama Kali Menjadi Tuan Rumah Pameran Wisata Islam Dunia"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-family: Verdana,sans-serif;\"><span style=\"font-size: small;\">Ketua WITM Events Sdn. Bhd. Malaysia Dato Mohamad Khalid Harun mengatakan, Indonesia untuk pertama kali menjadi tuan rumah pameran wisata Islam dunia atas kesepahaman Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (Kemenparekraf RI).<\/span><\/span><\/p>\n<div style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: Verdana,sans-serif;\"><span style=\"font-size: small;\">\u201cAcara pameran wisata Islam dunia sudah dua kali dilaksanakan di Malasyia, namun tahun ini Indonesia menjadi negara pertama di luar Malaysia yang akan melaksanakan kegiatan tersebut yang bekerjasama dengan rajaMICE.com,\u201d kata Dato Mohammad Khalid di Gedung Kemenparekraf Jakarta, Rabu malam.<\/span><\/span><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: Verdana,sans-serif;\"><span style=\"font-size: small;\">Mohammad mengatakan, Indonesia dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia, mempunyai kekuatan besar untuk menjadi pusat wisata syariah global. Oleh sebab itu, pihaknya akan terus bekerjasama dengan Kemenparekraf\u00a0 RI.<\/span><\/span><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: Verdana,sans-serif;\"><span style=\"font-size: small;\">Ia juga mengatakan, pada tahun depan juga akan melaksanakan kegiatan yang serupa dengan melibatkan kurang lebih 50 negara yang akan dilaksanakan di Indonesia. Sehingga diharapkan potensi-potensi wisata syariah di Indonesia dapat diketahui, dikenal dan dikunjungi oleh wisatawan luar negeri.<\/span><\/span><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: Verdana,sans-serif;\"><span style=\"font-size: small;\">Wakil Menteri\u00a0 Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI Sapta Nirwandar mengatakan, Ia mengajak kepada pelaku industri perjalanan dan pariwisata dari Indonesia agar berpartisipasi dalam acara tersebut.<\/span><\/span><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: Verdana,sans-serif;\"><span style=\"font-size: small;\">\u201cAgar mengambil kesempatan ini untuk jaringan dengan pembelian perdagangan luar negeri guna membawa Indonesia lebih banyak wisata asing terutama dari negara-negara Islam,\u201d kata Sapta Nirwandar <\/span><\/span><span style=\"font-family: Verdana,sans-serif;\"><span style=\"font-size: small;\">seperti dilansir <em>Mi\u2019raj Islamic News Agency (MINA).<\/em> <\/span><\/span><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: Verdana,sans-serif;\"><span style=\"font-size: small;\">Pada kesempatan yang sama, Direktur pemasaran Kemenparekraf RI Esty Reko Astuty \u00a0mengatakan, potensi wisata syariah di Indonesia sangat bagus, banyak bermacam-macam tempat wisata di Indonesia.<\/span><\/span><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: Verdana,sans-serif;\"><span style=\"font-size: small;\">\u201cAda 13 destinasi wisata syariah di Indonesia, yaitu; Aceh, Sumatera Barat, Riau, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Bali, Nusa Tenggara Barat,\u201d kata Esty.<\/span><\/span><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: Verdana,sans-serif;\"><span style=\"font-size: small;\">Ia juga mengatakan, Kemenparekraf RI akan berupaya melakukan pembentukan Dirjen baru khusus bidang pariwisata syariah, sehingga potensi wisata syariah yang besar tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk pertumbuhan pariwisata dan pertumbuhan perekonomian Indonesia.<\/span><\/span><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: Verdana,sans-serif;\"><span style=\"font-size: small;\">Acara pameran tersebut merupakan kombinasi World Islamic Tourism Mart (WITM) dan Indonesia Travel Holiday Fair (ITHF) 2014 yang menghasilkan sebuah media baru pameran pariwisata yang melayani industri perjalanan dan pariwisata baik untuk pasar <em>outbound<\/em> maupun <em>inbound<\/em>.<\/span><\/span><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: Verdana,sans-serif;\"><span style=\"font-size: small;\">Acara WITM-IHF 2014 sendiri digelar atas kerjasama antara WITM EVENT Malasyia dan Raja MICE Indonesia, yang didukung oleh Kemenparekraf RI serta Garuda Indonesia sebagai <em>Official Airlines<\/em>, diadakan di Kartika Expo, Balai Kartini 24-26 Oktober.<br \/>\n<\/span><\/span><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: Verdana,sans-serif;\"><span style=\"font-size: small;\">Pada tahun ini\u00a0 IHF sudah terhitung selama 14 kali diselenggarakan, acara tersebut \u00a0merupakan pameran bisnis untuk konsumen yang akan menampilkan industri Pariwisata dari berbagai sektor, agen travel yang akan menawarkan paket wisata terbaik dengan harga spesial, diskon tiket pesawat airlines, dan lain sebagainya.<\/span><\/span><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: Verdana,sans-serif;\"><span style=\"font-size: small;\">Sedangkan WITM akan mengadakan konferensi yang menampilkan pembicara dari dalam dan luar negeri yang mengangkat <em>tema \u201cEmerging Trends in Islamic Tourism. Travel &amp; Hospital Sector\u201d<\/em> serta ada sesi khusus <em>networking <\/em>yang akan mempertemukan penjual WITM-IHF dengan pembeli dari dalam dan luar negeri.<\/span><\/span><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: Verdana,sans-serif;\"><span style=\"font-size: small;\">WITM-ITHF 2014 bertujuan untuk menarik 30.000 konsumen dan pengunjung dengan omset penjualan yang diproyeksikan sebesar 30.000 miliar rupiah. Selama tiga hari pameran, konsumen dapat membeli paket liburan domestik dan internasional serta dengan harga promo dari airlines. <i><span style=\"font-size: x-small;\">[gie\/islamedia\/mirajnews]<\/span><\/i><\/span><\/span><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Sumber : islamedia.co<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ketua WITM Events Sdn. Bhd. Malaysia Dato Mohamad Khalid Harun mengatakan, Indonesia untuk pertama kali menjadi tuan rumah pameran wisata Islam dunia atas kesepahaman Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":4104,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[76,96],"tags":[],"class_list":["post-4103","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news","category-featured"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4103","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4103"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4103\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4103"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4103"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4103"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}