{"id":4113,"date":"2014-10-27T13:50:06","date_gmt":"2014-10-27T06:50:06","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesiaheritage-cities.org\/?p=4113"},"modified":"2014-10-27T13:50:06","modified_gmt":"2014-10-27T06:50:06","slug":"27-calon-situs-warisan-dunia-dari-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/27-calon-situs-warisan-dunia-dari-indonesia\/","title":{"rendered":"27 Calon Situs Warisan Dunia dari Indonesia"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">Terdapat <strong>27 calon Situs Warisan Dunia dari Indonesia<\/strong> yang telah masuk daftar <em>tentatif<\/em> (daftar usulan calon nominasi) <a title=\"Situs Warisan Dunia\" href=\"http:\/\/alamendah.wordpress.com\/2010\/06\/24\/daftar-situs-warisan-dunia-di-indonesia\/\">Situs Warisan Dunia<\/a> UNESCO (<em>World Heritage<\/em>). Ke-27 tempat tersebut telah terdaftar di website resmi Situs Warisan Dunia UNESCO.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Daftar tentatif (<em>tentative list<\/em>) adalah daftar yang memuat berbagai tempat yang diajukan setiap negara untuk dinominasikan sebagai <a title=\"Calon Situs Warisan Dunia\" href=\"http:\/\/alamendah.wordpress.com\/2011\/04\/05\/27-calon-situs-warisan-dunia-dari-indonesia\">calon Situs Warisan Dunia<\/a>. Setelah menjadi nominasi, dan melalui proses evaluasi, Komite Warisan Dunia (<em>UNESCO World Heritage Committee<\/em>) menetapkan layak tidaknya sebuah tempat menjadi Situs Warisan Dunia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span id=\"more-3511\"><\/span>Berikut 27 lokasi di <a title=\"Indonesia\" href=\"http:\/\/alamendah.wordpress.com\/category\/indonesia\">Indonesia<\/a> yang menjadi kandidat (telah masuk daftar <em>tentatif<\/em>) Situs Warisan Dunia:<\/p>\n<ol>\n<li>\n<div style=\"text-align: justify;\"><strong>Benteng Belgica<\/strong> (<em>Belgica Fort<\/em>). Benteng Belgica adara sebuah benteng yang dibangun Portugis pada abad 16 di Pulau Neira, Maluku. Kemudian pada 1611 dibangun kembali oleh VOC Belanda. Diajukan dalam kategori budaya pada 19 Oktober 1995.<\/div>\n<\/li>\n<li>\n<div style=\"text-align: justify;\"><strong>Candi Sukuh<\/strong> (<em>Sukuh Hindu Temple<\/em>), Karanganyar, Jawa Tengah. Merupakan komplek Candi Hindu yang memiliki arsitektur unik. Diajukan dalam kategori budaya pada 19 Oktober 1995.<\/div>\n<\/li>\n<li>\n<div><strong>Candi Ratu Boko<\/strong> (<em>Ratu Boko Temple Complex<\/em>), Yogyakarta. Merupakan situs purbakala yang merupakan kompleks sejumlah sisa bangunan seluas 25 ha yang diperkirakan sudah dipergunakan orang pada abad ke-8 pada masa Wangsa Sailendra (Rakai Panangkaran) dari Kerajaan Medang (Mataram Hindu). Diajukan dalam kategori budaya pada 19 Oktober 1995.<\/div>\n<\/li>\n<li>\n<div style=\"text-align: justify;\"><strong>Candi Penataran<\/strong> (<em>Penataran Hindu Temple Complex<\/em>), Blitar, Jawa Timur. Merupakan komplek percandian terluas di Jawa Timur yang dipekirakan dibangun pada masa Kerajaan Kediri. Diajukan sebagai Situs Warisan Dunia dalam kategori budaya pada 19 Oktober 1995.<\/div>\n<\/li>\n<li>\n<div style=\"text-align: justify;\"><strong>Gua Gajah<\/strong> (<em>Elephant Cave<\/em>). Goa Gajah terletak di Desa Bedulu, Blahbatuh, Gianyar, Bali merupakan sebuah pura peninggalan masa awal periode Hindu di Bali (abad XI). Diajukan sebagai Situs Warisan Dunia dalam kategori budaya pada 19 Oktober 1995.<\/div>\n<\/li>\n<li>\n<div style=\"text-align: justify;\"><strong>Kota Tua Banten<\/strong> (<em>Banten Ancient City<\/em>), Banten. Kota Tua Banten Lama adalah situs yang merupakan sisa kejayaan Kerajaan Islam Banten. Diajukan sebagai Situs Warisan Dunia dalam kategori budaya pada 19 Oktober 1995.<\/p>\n<ol>\n<li value=\"7\">\n<div style=\"text-align: justify;\"><strong>Kompleks Waruga Burial<\/strong> (<em>Waruga Burial Complex<\/em>), Sulawesi Utara. Merupakan komplek adalah kuburan tradisional Minahasa dimana mayat disimpan dalam sarkofagus batu persegi dengan lubang di tengah dan tutup berbentuk prisma. Diajukan dalam kategori budaya pada 19 Oktober 1995.<\/div>\n<\/li>\n<li>\n<div style=\"text-align: justify;\"><strong>Kompleks Keraton Yogyakarta<\/strong> (<em>Yogyakarta Palace Complex<\/em>). Merupakan istana resmi Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat yang dibangun sejak 1755 yang masih difungsikan hingga kini. Diajukan sebagai Situs Warisan Dunia dalam kategori budaya pada 19 Oktober 1995.<\/div>\n<\/li>\n<li>\n<div style=\"text-align: justify;\"><strong>Kompleks Istana Pulau Penyengat<\/strong> (<em>Pulau Penyengat Palace Complex<\/em>), Kepulauan Riau. Merupakan peninggalan Kerajaan Melayu Riau-Lingga Diajukan dalam kategori budaya pada 19 Oktober 1995.<\/div>\n<\/li>\n<li>\n<div style=\"text-align: justify;\"><strong>Masjid Agung Demak<\/strong> (<em>Great Mosque of Demak<\/em>), Demak, Jawa Tengah. Masjid Agung Demak dibangun pada abad ke-15 oleh Sultan Demak (Raden Fatah) bersama para Wali Songo. Diajukan dalam kategori budaya pada 19 Oktober 1995.<\/div>\n<\/li>\n<li>\n<div style=\"text-align: justify;\"><strong>Pura Besakih <\/strong>(<em>Besakih<\/em>). Pura Besakih terdapat di Desa Besakih, Kecamatan Rendang Kabupaten Karangasem, Bali. Diajukan dalam kategori budaya pada 19 Oktober 1995.<\/div>\n<\/li>\n<li>\n<div style=\"text-align: justify;\"><strong>Situs Megalitikum dan Rumah Tradisional Ngada<\/strong> (<em>Ngada traditional house and megalithic complex<\/em>), kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur. Merupakan budaya Suku Nagekeo, Suku Bajawa dan Suku Riung yang masih dipertahankan hingga kini. Diajukan dalam kategori budaya pada 19 Oktober 1995.<\/div>\n<\/li>\n<li>\n<div style=\"text-align: justify;\"><strong>Taman Prasejarah Gunongan<\/strong> (<em>Gunongan Historical Park<\/em>), Nanggroe Aceh Darussalam. Didirikan oleh Sultan Iskandar Muda pada abad ke-17 sebagai persembahan kepada Sang Permaisuri. Diajukan dalam kategori budaya pada 19 Oktober 1995.<\/div>\n<\/li>\n<li>\n<div style=\"text-align: justify;\"><strong>Taman Nasional Betung Kerihun<\/strong> (<em>Betung Kerihun National Park \/ Transborder Rainforest Heritage of Borneo<\/em>), Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat. Merupakan <a title=\"taman nasional\" href=\"http:\/\/alamendah.wordpress.com\/2010\/04\/11\/daftar-taman-nasional-di-indonesia\/\">taman nasional<\/a> seluas 800.000 Ha. Diajukan dalam kategori Alam pada tanggal 02 Februari 2004.<\/div>\n<\/li>\n<li>\n<div style=\"text-align: justify;\"><strong>Kepulauan Banda<\/strong> (<em>Banda Islands<\/em>), Maluku. Kepulauan Banda terdiri dari sepuluh pulau vulkanis yang tersebar di Laut Banda. Diajukan dalam kategori Alam pada tanggal 07 Februari 2005.<\/div>\n<\/li>\n<li>\n<div style=\"text-align: justify;\"><strong>Kepulauan Derawan<\/strong> (<em>Derawan Islands<\/em>). Adalah sebuah kepulauan dengan sekitar 31 pulau yang terletak di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Diajukan dalam kategori Alam pada tanggal 07 Februari 2005.<\/div>\n<\/li>\n<li>\n<div style=\"text-align: justify;\"><strong>Kepulauan Raja Ampat<\/strong> (<em>Raja Ampat Islands<\/em>), Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat. Merupakan gugus kepulauan dengan sekitar 1.500 pulau. Diajukan sebagai Situs Warisan Dunia dalam kategori Alam pada tanggal 07 Februari 2005.<\/div>\n<\/li>\n<li>\n<div style=\"text-align: justify;\"><strong>Taman Nasional Bunaken<\/strong> (<em>Bunaken National Park<\/em>), Sulawesi Utara. Merupakan taman nasional yang wilayahnya meliputi enam pulau yakni Bunaken, Manado Tua, Mantehage, Naen, Naen Kecil dan Siladen yang merupakan salah satu <a title=\"Taman laut di Indonesia\" href=\"http:\/\/alamendah.wordpress.com\/2011\/03\/21\/taman-laut-terindah-di-indonesia\/\">taman laut terindah di Indonesia<\/a>. Diajukan dalam kategori Alam pada tanggal 07 Februari 2005.<\/div>\n<\/li>\n<li>\n<div style=\"text-align: justify;\"><strong>Taman Nasional Taka Bonerate<\/strong> (<em>Taka Bonerate National Park<\/em>), Sulawesi Selatan. Merupakan taman nasional dengan kawasan atol terbesar ketiga di dunia yang menjadikannya sebagai salah satu kawasan taman laut terindah di Indonesia. Diajukan dalam kategori Alam pada tanggal 07 Februari 2005.<\/div>\n<\/li>\n<li>\n<div style=\"text-align: justify;\"><strong>Taman Nasional Wakatobi<\/strong> (<em>Wakatobi National Park<\/em>), Kabupaten Wakatobi, <a title=\"Sulawesi\" href=\"http:\/\/alamendah.wordpress.com\/tag\/sulawesi\">Sulawesi Tenggara<\/a>. Adalah Taman Nasional meliputi area seluas 1.390.000 ha dengan pesona keindahan lautnya. Diajukan dalam kategori Alam pada tanggal 07 Februari 2005.<\/div>\n<\/li>\n<li>\n<div style=\"text-align: justify;\"><strong>Lanskap Kebudayaan Provinsi Bali<\/strong> (<em>Cultural Landscape of Bali Province<\/em>). Diajukan dalam kategori budaya pada 18 Januari 2007.<\/div>\n<\/li>\n<li>\n<div style=\"text-align: justify;\"><strong>Candi Muaro Jambi<\/strong> (<em>Muarajambi Temple Compound<\/em>), kabupaten Muaro Jambi, Jambi. Merupakan kompleks percandian agama Hindu-Budha peninggalan Kerajaan Sriwijaya dan Kerajaan Melayu dengan area seluas 2.062 hektar, dengan sedikitnya 82 reruntuhan bangunan kuno yang terbuat dari konstruksi bata. Diajukan dalam kategori budaya pada 06 Oktober 2009.<\/div>\n<\/li>\n<li>\n<div style=\"text-align: justify;\"><strong>Pemukiman Tradisional Tana Toraja<\/strong> (<em>Tana Toraja Traditional Settlement<\/em>), Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Merupakan rangkaian dari 10 pemukiman tradisional dengan berbagai budaya unik yang terus dilestarikan. Diajukan sebagai Situs Warisan Dunia dalam kategori budaya pada 06 Oktober 2009.<\/div>\n<\/li>\n<li>\n<div style=\"text-align: justify;\"><strong>Situs Gua Prasejarah di Maros \u2013 Pangkep<\/strong> (<em>Prehistoric Cave Sites in Maros-Pangkep<\/em>), Kabupaten <a title=\"Karst Maros Pangkep\" href=\"http:\/\/alamendah.wordpress.com\/2009\/10\/06\/karst-maros-pangkep-terluas-kedua-di-dunia\/\">Maros dan Pangkep<\/a>, Sulawesi Selatan. Merupakan kawasan karst (kapur) yang unik karena berbentuk menara-menara (<em>tower karst<\/em>) dengan berbagai goa. Diajukan dalam kategori alam pada 06 Oktober 2009.<\/div>\n<\/li>\n<li>\n<div style=\"text-align: justify;\"><strong>Situs Bawomataluo<\/strong> (<em>Bawomataluo Site<\/em>). Situs Bawomataluo terletak di Desa Bawomataluo, Kecamatan Teluk Dalam, Kabupaten Nias Selatan. Diajukan sebagai Situs Warisan Dunia dalam kategori budaya pada 06 Oktober 2009.<\/div>\n<\/li>\n<li>\n<div style=\"text-align: justify;\"><strong>Situs Candi Muara Takus<\/strong> (<em>Muara Takus Compound Site<\/em>), Kabupaten Kampar, Riau. Situs Candi Muara Takus merupakan kompleks candi Budha yang terdiri atas 4 candi yaitu Candi Tua, Candi Bungsu, Mahligai Stupa dan Palangka. Diajukan dalam kategori budaya pada 06 Oktober 2009.<\/div>\n<\/li>\n<li>\n<div style=\"text-align: justify;\"><strong>Situs Trowulan \u2013 Ibukota Kerajaan Majapahit<\/strong> (<em>Trowulan \u2013 Former Capital City of Majapahit Kingdom<\/em>), Mojokerto, Jawa Timur. Merupakan satu-satunya situs kota jaman Hindu-Budha di Indonesia yang masih dapat ditemukan. Diajukan dalam kategori budaya pada 06 Oktober 2009.<\/div>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\">Saat ini terdapat 911 tempat di 151 negara di seluruh dunia yang telah ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia. Situs warisan Dunia itu terbagi dalam tiga ketegori yakni 704 lokasi dalam kategori kebudayaan, 180 (kategori alam), dan 27 (kategori campuran).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Di Indonesia sendiri terdapat 7 lokasi yang telah ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia. Daftarnya silahkan dibaca di artikel <a title=\"Daftar Situs Warisan Dunia di Indonesia\" href=\"http:\/\/alamendah.wordpress.com\/2010\/06\/24\/daftar-situs-warisan-dunia-di-indonesia\/\">Daftar Situs Warisan Dunia di Indonesia<\/a>. Semoga, kedepannya lokasi-lokasi yang kini masih dalam <em>tentatif list<\/em> tersebut dapat menyusul ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sumber :\u00a0alamendah.org<\/p>\n<\/div>\n<\/li>\n<\/ol>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Terdapat 27 calon Situs Warisan Dunia dari Indonesia yang telah masuk daftar tentatif (daftar usulan calon nominasi) Situs Warisan Dunia UNESCO (World Heritage). Ke-27 tempat tersebut telah terdaftar di website&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":4117,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[76],"tags":[],"class_list":["post-4113","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4113","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4113"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4113\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4113"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4113"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4113"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}