{"id":4510,"date":"2015-01-16T10:47:04","date_gmt":"2015-01-16T03:47:04","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesiaheritage-cities.org\/?p=4510"},"modified":"2015-01-16T10:47:04","modified_gmt":"2015-01-16T03:47:04","slug":"kegiatan-internasional-pertama-di-bangka-barat-bangkitkan-pariwisata","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/kegiatan-internasional-pertama-di-bangka-barat-bangkitkan-pariwisata\/","title":{"rendered":"Kegiatan Internasional Pertama di Bangka Barat Bangkitkan Pariwisata"},"content":{"rendered":"<p>&#8220;Home Stay Fair&#8221; (HSF) atau pertemuan para pelaku usaha rumah singgah se-Asia Tenggara yang akan digelar di Muntok, Kabupaten Bangka Barat, Kepulauan Bangka Belitung, diharapkan menjadi momentum awal kebangkitan sektor pariwisata di daerah itu.<\/p>\n<p>&#8220;Kami yakin kesuksesan kegiatan internasional pertama yang akan diselenggarakan di Bangka Barat, pada awal September 2015 itu bisa menjadi titik awal dimulainya sektor pariwisata di daerah itu,&#8221; ujar Kepala Seksi Pengembangan Destinasi Wisata Dinas Perhubungan, Pariwisata, Kebudayaan dan Informatika Kabupaten Bangka Barat, Rahadiyan di Muntok.<\/p>\n<p>Demi kesuksesan tersebut, Rahadiyan mengharapkan seluruh warga di daerah itu mampu memanfaatkan kegiatan tersebut dengan ikut berpartisipasi di dalamnya. &#8220;Beri pelayanan maksimal kepada para tamu agar mereka nyaman dan betah tinggal berlama-lama, kesan itu penting untuk dijadikan modal membangun pariwisata,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Selain menjadi pelayan, menurut Rahadiyan, banyaknya peserta dan tamu yang akan hadir di daerah itu juga harus ditangkap untuk dijadikan peluang membuka ekonomi baru. &#8220;Masyarakat harus jeli membaca karakter para tamu yang akan hadir, baik dari sisi kebutuhan harian mereka maupun apa yang akan mereka bawa dari daerah itu,&#8221; ucapnya.<\/p>\n<p>Dia menerangkan, pada kegiatan HSF 2015 yang akan digelar selama empat hari tersebut ada banyak peluang yang bisa ditawarkan, seperti kebutuhan makan, hiburan, pernak-pernik, jasa transportasi sampai oleh-oleh yang akan mereka bawa. &#8220;Kami berharap masyarakat tanggap dan menangkap peluang tersebut, jangan sampai mereka tidak membawa kesan apa-apa dari Bangka Barat,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Rahadiyan berharap digelarnya HSF 2015 akan mampu membuka peluang usaha baru di daerah yang selama ini masyarakatnya banyak menggantungkan dari sektor pertambangan timah tersebut. &#8220;Kami berharap ke depan pariwisata bisa menjadi salah satu pilar ekonomi masyarakat, untuk itu sebagai langkah awal kita wajib ikut berperan dalam menyukseskan HSF 2015,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>HSF 2015 merupakan kegiatan yang difasilitasi Kementerian Pariwisata yang akan diikuti perwakilan dari 10 negara se-Asia Tenggara dan perwakilan seluruh provinsi di Indonesia. Pada kegiatan itu akan digelar berbagai kegiatan seperti seminar usaha rumah singgah dan pariwisata, seminar pengelolaan kota tua, pameran dan berbagai hiburan.<\/p>\n<p>Sumber : kompas.com<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&#8220;Home Stay Fair&#8221; (HSF) atau pertemuan para pelaku usaha rumah singgah se-Asia Tenggara yang akan digelar di Muntok, Kabupaten Bangka Barat, Kepulauan Bangka Belitung, diharapkan menjadi momentum awal kebangkitan sektor&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":4511,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[76,96,113],"tags":[],"class_list":["post-4510","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news","category-featured","category-kabupaten-bangka-barat"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4510","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4510"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4510\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4510"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4510"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4510"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}