{"id":4901,"date":"2015-04-09T12:37:14","date_gmt":"2015-04-09T05:37:14","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesiaheritage-cities.org\/?p=4901"},"modified":"2015-04-09T12:37:14","modified_gmt":"2015-04-09T05:37:14","slug":"ajang-sepeda-tambora-bike-ketika-sepeda-lahir-dari-tambora","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/ajang-sepeda-tambora-bike-ketika-sepeda-lahir-dari-tambora\/","title":{"rendered":"Ajang Sepeda &#8220;Tambora Bike&#8221; Ketika Sepeda &#8220;Lahir&#8221; dari Tambora"},"content":{"rendered":"<p>Gelaran ajang bersepeda &#8220;Tambora Bike&#8221; telah dimulai pada pukul 7.15 WITA di Alun-Alun Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, Kamis (9\/4\/2015). Menteri Pariwisata Arief Yahya beserta Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrowi, Gubernur NTB TGH Muhammad Zainul Majdi, dan Pemimpin Redaksi Harian <em>Kompas<\/em> Budiman Tanuredjo turut melepas keberangkatan para pesepeda.<\/p>\n<p>Ajang sepeda &#8220;Tambora Bike&#8221; melintasi dua pulau besar NTB yaitu Pulau Mataram dan Pulau Sumbawa.\u00a0 Para pesepeda akan melalui tiga etape menuju Doro Ncanga, di kaki Gunung Tambora, sebagai titik finis.<\/p>\n<div>&#8220;Ajang Tambora Bike ini merupakan \u00a0bersepeda yang sangat <em>historical<\/em>. Karena sepeda tercipta waktu (Gunung) Tambora meletus,&#8221; kata Arief ketika beristirahat saat bersepeda, Lombok Tengah, Kamis (9\/4\/2015).<\/div>\n<div><\/div>\n<div>Ketika Gunung Tambora meletus pada tahun 1815, di Eropa terjadi tahun tanpa musim panas pada tahun 1816. Kesulitan bepergian di kondisi tanpa musim panas diperkirakan melahirkan cikal-bakal sepeda yang kemudian menjadi sepeda yang dikenal saat ini.<\/p>\n<p>Dalam ajang &#8220;Tambora Bike&#8221;, pemandangan keindahan menjadi daya tarik yang sayang dilewatkan. &#8220;Kita punya budaya yang bagus, punya alam yang bagus tapi komunikasi kita lemah. Kita harus promosi lebih gencar lagi,&#8221; katanya.<\/p><\/div>\n<div><\/div>\n<div>Ia mengharapkan &#8220;Tambora Bike&#8221; dapat turut mempromosikan pariwisata Nusa Tenggara Barat khususnya Pulau Sumbawa yang masih kurang dikenal dibandingkan Pulau Lombok.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>Ada tiga etape yang harus dilalui pesepeda &#8220;Tambora Bike&#8221; selama perjalanan menuju Doro Ncanga. Etape 1 berlangsung dari Mataram menuju Desa Utan, Etape 2 dari Desa Utan ke Desa Pidang, dan Etape 3 dari Desa Pidang ke Doro Ncanga.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>&#8220;Tambora Bike&#8221; merupakan bagian dari kegiatan &#8220;Tambora Challenge&#8221; yang diselenggarakan oleh Harian <em>Kompas<\/em>. Tambora Challenge diselenggarakan untuk memperingati dua abad letusan Gunung Tambora.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>Sumber : travel.kompas.com<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Gelaran ajang bersepeda &#8220;Tambora Bike&#8221; telah dimulai pada pukul 7.15 WITA di Alun-Alun Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, Kamis (9\/4\/2015). Menteri Pariwisata Arief Yahya beserta Menteri Pemuda dan Olahraga Imam&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":4902,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[76,96],"tags":[],"class_list":["post-4901","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news","category-featured"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4901","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4901"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4901\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4901"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4901"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4901"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}