{"id":5232,"date":"2015-06-10T14:36:19","date_gmt":"2015-06-10T07:36:19","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesiaheritage-cities.org\/?p=5232"},"modified":"2015-06-10T14:36:19","modified_gmt":"2015-06-10T07:36:19","slug":"festival-kaligarang-2015-semarang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/festival-kaligarang-2015-semarang\/","title":{"rendered":"&#8220;Festival Kaligarang 2015&#8221; Semarang"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">Ribuan orang memadati kawasan Sungai Banjir Kanal Barat Semarang untuk menyaksikan pergelaran &#8220;Festival Kaligarang 2015&#8221; yang dimeriahkan dengan pesta lampion.<\/p>\n<p>Setidaknya ada ribuan lampion yang diterbangkan ke udara dan langsung memenuhi langit Kota Semarang, diiringi sorak-sorai dari masyarakat yang hadir pada festival itu.<\/p>\n<p>Hiburan musik ditampilkan di sisi timur sungai, sementara Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo beserta jajaran pejabat berada di sisi barat sungai.<\/p>\n<p>Hendi, sapaan akrab Hendrar Prihadi dan Ganjar Pranowo lalu menyeberangi Sungai Banjir Kanal Barat secara bergantian dengan menaiki perahu karet tim Search and Rescue (SAR) yang disiapkan.<\/p>\n<p>Jajaran pejabat lainnya, seperti Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kota Semarang Supriyadi turut menyeberang menggunakan perahu karet untuk menyaksikan pembukaan Festival Kaligarang 2015.<\/p>\n<p>Dalam sambutannya, Hendi menyatakan Festival Kaligarang yang berlangsung 29-31 Mei itu, sekaligus penutup perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-468 Kota Semarang dan peringatan Hari Air Sedunia.<\/p>\n<p>&#8220;Sungai Banjir Kanal Barat ini sekarang cantik dan menjadi tempat penyelenggaraan berbagai agenda yang luar biasa, seperti Festival Kaligarang ini. Tempat ini memang luar biasa cantik,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Hendi mengharapkan seluruh masyarakat untuk bersama-sama merawat Sungai Banjir Kanal Barat agar tetap cantik dan nyaman digunakan untuk berbagai kegiatan, termasuk kepariwisataan.<\/p>\n<p>Pada kesempatan sama, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengakui semakin banyaknya kegiatan menarik yang digelar di Kota Semarang yang bisa menarik masyarakat dan wisatawan untuk menyaksikannya.<\/p>\n<p>&#8220;Baru saja tadi saya bersama Pak Wali (Hendi, red.) meresmikan pembukaan pameran foto di kawasan Kota Lama. Saya bangga Semarang makin gereget. Banyak event yang bisa ditonton masyarakat,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Ia mengingatkan festival itu juga sekaligus memperingati Hari Air Sedunia sehingga harus menjadikan introspeksi untuk menghemat air dan menjaga kelestarian sungai, termasuk Sungai Banjir Kanal Barat.<\/p>\n<p>&#8220;Sungai ini dibangun dengan perjuangan luar biasa makanya harus dijaga. Ingat juga, sebentar lagi musim kemarau. Tabung air, jaga air, jaga kebersihan untuk kepentingan bersama,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Selain pesta lampion, festival itu juga dimeriahkan puluhan stan dari kalangan usaha mikro kecil menengah (UMKM) dan pemberdayaan kesejahteraan keluarga (PKK) menampilkan produk-produk unggulan.<\/p>\n<p>Ada pula berbagai lomba yang digelar, seperti lomba memasak, lomba foto produk UMKM, lomba mewarnai, senam massal, dan berbagai stan kuliner khas Semarang yang bisa memanjakan lidah pengujung.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>antaranews.com \/ image fajar.co.id<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ribuan orang memadati kawasan Sungai Banjir Kanal Barat Semarang untuk menyaksikan pergelaran &#8220;Festival Kaligarang 2015&#8221; yang dimeriahkan dengan pesta lampion. Setidaknya ada ribuan lampion yang diterbangkan ke udara dan langsung&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":5233,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[76,96,97],"tags":[],"class_list":["post-5232","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news","category-featured","category-kota-semarang"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5232","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5232"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5232\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5232"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5232"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5232"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}