{"id":5477,"date":"2015-08-18T10:17:56","date_gmt":"2015-08-18T03:17:56","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesiaheritage-cities.org\/?p=5477"},"modified":"2015-08-18T10:17:56","modified_gmt":"2015-08-18T03:17:56","slug":"festival-gamelan-yogyakarta-ke-20-memeriahkan-momentum-hari-ulang-tahun-ke-70-ri","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/festival-gamelan-yogyakarta-ke-20-memeriahkan-momentum-hari-ulang-tahun-ke-70-ri\/","title":{"rendered":"Festival Gamelan Yogyakarta ke-20 Memeriahkan Momentum Hari Ulang Tahun ke-70 RI"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">Festival Gamelan Yogyakarta ke-20 digelar di Taman Budaya Yogyakarta, Sabtu malam, dalam rangka memeriahkan momentum Hari Ulang Tahun ke-70 Republik Indonesia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">General Manager Yogyakarta Gamelan Festival (YGF), Setyaji Dewanto mengatakan perhelatan festival gamelan ke-20 mengangkat tema &#8220;<i>Gamelanggeng<\/i>&#8221; yang memiliki makna prokalamsi keabadian gamelan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Diilhami dari semangat gamelan, keabadian dan proklamasi kemerdekaan guna mengajak masyarakat kembali merasa memiliki dan memaknai gamelan dengan perspektif masing-masing,&#8221; kata dia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut Setyaji, perhelatan YGF ke-20 juga bertujuan mengingatkan kalangan pemuda untuk melestarikan seni gamelan sebagai kekayaan budaya asli Indonesia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Pemuda saat ini cenderung lupa dan mengenggap (seni gamelan) kuno,&#8221; kata dia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada malam pertama konser pembukaan YGF, ratusan penonton yang memenuhi Concert Hall Taman Budaya Yogyakarta disugihi penampilan seni gamelan dari siswa-siswi SMP 1 Jiwan, Kabupaten Madiun yang tergabung dalam Grup Caraka Budaya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dengan penampilan yang apik, mereka membawakan dua karya komposisi gamelan berjudul &#8220;Kidung Adi Brastasiwi&#8221; dan &#8220;Siswa Tama&#8221; yang keduanya memiliki pesan mengajak siswa terus belajar serta menjaga budi pekerti dan tata krama.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selanjutnya disusul penampilan seni gamelan yang dibawakan anak-anak penyandang disabilitas dari Panti Asuhan Bina Siwi. Mereka menyuguhkan komposisi &#8220;Lancaran Blindri&#8221;, &#8220;Lancaran Manyar Sewu&#8221;, serta &#8220;Sluku-Sluku Bathok&#8221;.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kendati memiliki keterbatasan fisik, seni gamelan yang mereka mainkan berhasil membuat seisi ruangan hening dan memukau penonton yang sebagian terdiri atas wisatawan domestik dan mancanegara.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selama konser gamelan berlangsung dalam YGF ke-20 yang akan ditutup pada 17 Agustus 2015, penonton juga bisa menikmati pameran berbagai seni instalasi di lobi Concert Hall TBY.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>antaranews.com<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Festival Gamelan Yogyakarta ke-20 digelar di Taman Budaya Yogyakarta, Sabtu malam, dalam rangka memeriahkan momentum Hari Ulang Tahun ke-70 Republik Indonesia. General Manager Yogyakarta Gamelan Festival (YGF), Setyaji Dewanto mengatakan&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":5481,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[76,96,87],"tags":[],"class_list":["post-5477","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news","category-featured","category-kota-yogyakarta"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5477","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5477"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5477\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5477"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5477"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5477"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}