{"id":5496,"date":"2015-08-20T11:20:40","date_gmt":"2015-08-20T04:20:40","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesiaheritage-cities.org\/?p=5496"},"modified":"2015-08-20T11:20:40","modified_gmt":"2015-08-20T04:20:40","slug":"museum-tekstil-pamerkan-seratusan-songket-nusantara","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/museum-tekstil-pamerkan-seratusan-songket-nusantara\/","title":{"rendered":"Museum Tekstil Pamerkan Seratusan Songket Nusantara"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">Museum Tekstil Jakarta memamerkan sekitar 100 kain songket Nusantara koleksi beberapa museum di berbagai provinsi penghasil tenun mulai 19 Agustus sampai 20 September.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Di antara kain yang dipamerkan ada Pebasa, Salampe, selendang khas Sumbawa, Nusa Tenggara Barat; dan sarung tenun songket benang perak Tembe Songke buatan sebelum 1940 yang berhias motif pohon rumit dengan berbagai jenis burung dari Bima.<\/p>\n<div style=\"text-align: justify;\">Ada pula Ija Pinggang, tenun sutra Aceh yang sederhana namun indah yang pada 1905 dihadiahkan kepada seorang guru bernama Nawawi Soetan Makmoer.<\/div>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain itu ada sarung Dodo dari Toraja Utara (Sulawesi Selatan); sarung King Sungkir dengan ragam hias dan warna meriah dari Sungai Pelaik (Kalimantan Barat); serta Baju Muli dari Kaur, Bengkulu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Pameran ini sebagai upaya kami dalam membangkitkan kesadaran masyarakat untuk mencintai kekayaan wastra songket Indonesia,&#8221; kata Kepala Unit Pengelola Museum Seni Dyah Damayanti pada pembukaan pameran di Museum Tekstil.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dyah mengatakan koleksi tenun songket dalam pameran bertajuk &#8220;Ragam Songket Nusantara dan Tradisi Tenun Serupa&#8221; merupakan koleksi dari Museum Tekstil, Museum Nasional dan beberapa museum provinsi di Indonesia serta para kolektor tenun songket di Jakarta dan Bali.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Museum Provinsi Kalimantan Barat termasuk salah satu museum yang meminjamkan koleksinya untuk melengkapi ragam hias tenun songket dalam pameran itu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Kami meminjamkan empat koleksi, yakni kain songket dan baju yang umurnya kira-kira sudah 100 tahun dan tinggal satu-satunya di Kalimantan Barat,&#8221; kata Kepala Museum Provinsi Kalimantan Barat Muhammad Hasyim.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Usia songket-songket yang dipamerkan beragam, mulai dari awal abad 20, tahun 1900an sampai 1970an.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Buku berjudul &#8220;Floating Threads&#8221; karya Judi Achjadi tentang teknik hiasan lungsi diluncurkan pada pembukaan pameran itu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>antaranews.com\/image tempo.co<br \/>\n<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Museum Tekstil Jakarta memamerkan sekitar 100 kain songket Nusantara koleksi beberapa museum di berbagai provinsi penghasil tenun mulai 19 Agustus sampai 20 September. Di antara kain yang dipamerkan ada Pebasa,&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":5500,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[76,96],"tags":[],"class_list":["post-5496","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news","category-featured"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5496","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5496"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5496\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5496"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5496"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5496"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}