{"id":5575,"date":"2015-09-11T11:16:15","date_gmt":"2015-09-11T04:16:15","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesiaheritage-cities.org\/?p=5575"},"modified":"2015-09-11T11:16:15","modified_gmt":"2015-09-11T04:16:15","slug":"festival-layang-layang-di-surabaya-digelar-akhir-pekan-ini","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/festival-layang-layang-di-surabaya-digelar-akhir-pekan-ini\/","title":{"rendered":"Festival Layang-Layang di Surabaya digelar Akhir Pekan Ini"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">Festival Layang-Layang yang diselenggarakan Pemkot Surabaya digelar di Side Area Long Beach Selatan Pakuwon City Surabaya pada akhir pekan ini, Sabtu (12\/9) dan Minggu (13\/9), dengan diikuti 36 partisipan dari dalam dan luar negeri.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Digelarnya acara ini adalah demi meningkatkan apresiasi masyarakat tentang kebudayaan, khususnya layang-layang. Sekarang susah menemui masyarakat yang bermain layang-layang di sore hari,&#8221; kata Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata Kota Surabaya, Wiwiek Widayati, di Surabaya, Kamis.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut dia, acara yang menggandeng Persatuan Layang-Layang Surabaya (Perlabaya) ini akan diikuti 36 partisipan yang datang dari 17 daerah di Indonesia dan 20 partisipan dari lima negara yakni Malaysia, Swedia, Singapura, Brunei Darussalam dan Makau.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Nantinya para partisipan ini akan memperebutkan total hadiah senilai Rp44 juta rupiah,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia mengatakan, pada hari pertama, para penonton akan disuguhi lomba layang-layang dua dan tiga dimensi, layang-layang kereta naga, dan layang-layang <i>rokkaku challange<\/i>, serta pertunjukan layang-layang dari luar negeri.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada hari kedua festival, lanjut dia, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini akan hadir dan ikut menerbangkan layang-layang sebagai tanda dibukanya acara.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Wiwiek menjelaskan festival yang digelar ini bukan semata-mata tentang hadiah, namun tujuan dari acara ini adalah melestarikan budaya permainan layang-layang yang ada di masyarakat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Selain itu, nantinya di acara ini masyarakat akan diberikan pengetahuan tentang membuat layang-layang,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kepala Bidang Rekreasi Hiburan Umum Dinas Pariwisata Kota Surabaya, Fauzie M Yos menjelaskan bahwa pada hari kedua festival, akan ada pelatihan membuat layang-layang bagi pelajar sekolah menengah atas dan bazaar layang-layang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Masyarakat juga dapat menikmati kuliner sambil menyaksikan demo kegiatan Dirgantara Angkatan Laut berupa aeromodelling dan paramotor.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Jika tahun kemarin pelatihan diikuti oleh siswa sekolah dasar, maka pelatihan kali ini akan diikuti oleh pelajar sekolah menengah atas. Nantinya mereka akan diberikan pelatihan membuat layang-layang dengan bentuk tiga dimensi,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Festival layang-layang ke-18 ini diharapkan setiap tahunnya akan diikuti lebih banyak partisipan dan pengunjung.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Tahun ini menurut data, partisipan yang hadir berjumlah sekitar 120 partisipan, kami berharap tiap tahun akan naik jumlahnya baik untuk pengunjung dan partisipan,&#8221; katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>antaranews.com\/image <span class=\"_r3\"><span class=\"irc_ho\" dir=\"ltr\">lifestyle.harianterbit.com<\/span><\/span><\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Festival Layang-Layang yang diselenggarakan Pemkot Surabaya digelar di Side Area Long Beach Selatan Pakuwon City Surabaya pada akhir pekan ini, Sabtu (12\/9) dan Minggu (13\/9), dengan diikuti 36 partisipan dari&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":5576,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[76,96,90],"tags":[],"class_list":["post-5575","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news","category-featured","category-kota-surabaya"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5575","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5575"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5575\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5575"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5575"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5575"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}