{"id":5739,"date":"2015-11-05T12:01:42","date_gmt":"2015-11-05T05:01:42","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesiaheritage-cities.org\/?p=5739"},"modified":"2015-11-05T12:01:42","modified_gmt":"2015-11-05T05:01:42","slug":"wisata-sejarah-kota-tua-muntok-dipromosikan-ke-belanda","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wisata-sejarah-kota-tua-muntok-dipromosikan-ke-belanda\/","title":{"rendered":"Wisata Sejarah Kota Tua Muntok Dipromosikan ke Belanda"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">Pemerintah Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, mempromosikan wisata sejarah Kota Tua Muntok dan lada putih ke Belanda.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Selain mempromosikan Muntok yang sudah ditetapkan sebagai salah satu kota pusaka di Indonesia, kunjungan ke Negeri Kincir Angin kali ini juga untuk mempromosikan potensi lada putih,&#8221; kata Kasubag Humas Sekretariat Daerah Kabupaten Bangka Barat, Dipa Pandu Putratama, Selasa (3\/11\/2015).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia mengatakan, kunjungan sejumlah pejabat Pemkab Bangka Barat ke Belanda sebagai bentuk keseriusan pemerintah dalam mengelola dan mengembangkan Kota Tua Muntok.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Selain promosi, kunjungan para pejabat ini juga dalam rangka menghadiri undangan Indonesia Diaspora Network yang beberapa waktu lalu telah berkunjung ke Muntok,&#8221; kata Dipa.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Indonesia Diaspora Network adalah sebuah organisasi bentukan WNI di Belanda yang memiliki tujuan memfasilitasi perencanaan pembangunan kota-kota di Indonesia menjadi kota layak huni dan kota terbaik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam kunjungan tersebut, menurut Dipa, rombongan juga memberikan informasi terkait potensi daerah yang selama ini terkenal sebagai penghasil bijih timah terbaik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Kami berharap melalui promosi potensi daerah di Belanda, pembangunan di Bangka Barat semakin berkembang dan bisa memberikan manfaat nyata untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat,&#8221; katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Rombongan pejabat Pemkab Bangka Barat yang berkunjung ke Belanda dipimpin Bupati Zuhri M Syazali, Ketua DPRD Kabupaten Bangka Barat, Hendra Kurniady, Guru Besar Arsitektur Universitas Indonesia Prof Kemas Ridwan Kurniawan, Dewan Pembina Kota Pusaka Bangka Barat Ramli Ngad Jum dan beberapa anggota lainnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada kunjungan tersebut, lanjut Dipa, rombongan pejabat Kabupaten Bangka Barat diterima langsung Wakil Kepala Perwakilan KBRI Belanda, HA Ibnu Wahyutomo, di Den Haag.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ibnu Wahyutomo menyampaikan bahwa saat ini lada menjadi salah satu rempah impor nomor satu yang dikonsumsi masyarakat Belanda, dan ketergantungan terhadap rempah-rempah masih didominasi dari daerah Maluku dan sekitarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ibnu mengenal dengan baik importir utama lada di Belanda dan KBRI siap membantu memfasilitasi Pemkab Bangka Barat dengan importir.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>travel.kompas.com<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pemerintah Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, mempromosikan wisata sejarah Kota Tua Muntok dan lada putih ke Belanda. &#8220;Selain mempromosikan Muntok yang sudah ditetapkan sebagai salah satu kota pusaka&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":5740,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[76,96],"tags":[],"class_list":["post-5739","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news","category-featured"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5739","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5739"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5739\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5739"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5739"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5739"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}