{"id":5802,"date":"2015-11-26T10:29:26","date_gmt":"2015-11-26T03:29:26","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesiaheritage-cities.org\/?p=5802"},"modified":"2015-11-26T10:29:26","modified_gmt":"2015-11-26T03:29:26","slug":"kota-lama-di-jadikan-sebagai-destinasi-wisata","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/kota-lama-di-jadikan-sebagai-destinasi-wisata\/","title":{"rendered":"Kota Lama di Jadikan Sebagai Destinasi Wisata"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta Pemerintah Kota Semarang melalui dinas terkait untuk membuka kawasan Kota Lama menjadi salah satu destinasi wisata pada Januari 2016.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Sangat sedikit negara yang memiliki kawasan serupa dengan kawasan Kota Lama Semarang sehingga perlu dibuka sebagai destinasi wisata,&#8221; kata Ganjar di Semarang, Selasa (24\/11\/2015).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut Ganjar, kalau kawasan Kota Lama Semarang dibuka menjadi destinasi wisata maka &#8220;heritage&#8221;-nya akan dikembangkan dan akan diselenggarakan banyak kegiatan pariwisata yang melibatkan berbagai kalangan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Kalau bisa kita buka, nanti kita buatkan acara di sana, saya (sudah) menghubungi beberapa perusahaan garmen, kita ingin membuka &#8216;factory outlet&#8217;, harapan saya orang bisa menikmati kuliner, musik, piknik sekaligus berbelanja fashion,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kota Lama Semarang adalah sebuah kawasan yang memiliki pesona arsitektur Eropa yang indah. Selain gedung-gedung megah, stasiun kereta, terdapat pula kanal-kanal yang mengelilingi sehingga membuatnya seperti miniatur Belanda di ibu kota Provinsi Jawa Tengah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Saat ini, sejumlah Badan Usaha Milik Negara seperti PT Pelni, Kantor Pos Indonesia, PT Samudera Indonesia menempati gedung-gedung di kawasan Kota Lama Semarang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>travel.kompas.com\/Image\u00a0<span class=\"_r3\"><span class=\"irc_ho\" dir=\"ltr\">kotatuaku.com<\/span><\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada kesempatan sebelumnya, Ganjar mengaku serius menggarap berbagai potensi pada sektor pariwisata yang tersebar di 35 kabupaten\/kota karena dinilai mampu bertahan dalam berbagai kondisi ekonomi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Krisis ekonomi yang terjadi saat ini ternyata tidak memengaruhi bisnis di sektor pariwisata sehingga akan saya garap serius sehingga dapat menumbuhkan perekonomian di daerah,&#8221; katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berdasarkan data Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jateng, potensi obyek wisata di 35 kabupaten\/kota saat ini tercatat sebanyak 417 lokasi yang terdiri atas 132 lokasi wisata alam, 88 lokasi wisata budaya, 105 lokasi wisata buatan, 21 lokasi wisata minat khusus, dan wisata lain-lain sebanyak 71 lokasi.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta Pemerintah Kota Semarang melalui dinas terkait untuk membuka kawasan Kota Lama menjadi salah satu destinasi wisata pada Januari 2016. &#8220;Sangat sedikit negara yang memiliki&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":5803,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[76,96,97],"tags":[],"class_list":["post-5802","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news","category-featured","category-kota-semarang"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5802","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5802"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5802\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5802"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5802"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5802"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}