{"id":5847,"date":"2015-12-08T17:28:42","date_gmt":"2015-12-08T10:28:42","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesiaheritage-cities.org\/?p=5847"},"modified":"2015-12-08T17:28:42","modified_gmt":"2015-12-08T10:28:42","slug":"kemenpar-gelar-festival-kuliner-di-ambon","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/kemenpar-gelar-festival-kuliner-di-ambon\/","title":{"rendered":"Kemenpar Gelar Festival Kuliner di Ambon"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">Kementerian Pariwisata (Kemenpar) akan menggelar festival kuliner di kota Ambon 11 -12 Desember 2015, kata kepala Dinas Pariwisata kota Ambon, Henry Sopacua.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Festival kuliner merupakan program kementerian yang disinergikan ke sejumlah daerah di Indonesia seperti kota Ambon karena memiliki kuliner khas yang dapat dipromosikan kepada wisatawan nusantara maupun mancanegara,&#8221; katanya di Ambon, Senin.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia mengatakan, sebagai upaya mengangkat kuliner Indonesia, Kementerian Pariwisata terus mempererat kerjasama antar daerah, khususnya dari segi Usaha Kecil Menengah (UKM) dalam menumbuh kembangkan kuliner di Tanah Air.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Keaslian kuliner daerah itu berada di masyarakat setempat, ditunjang pelaku usaha dan UKM yang selama ini bekerja agar selera nusantara tidak akan pernah hilang,&#8221; katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut Henry, Ambon dipilih sebagai kota yang memiliki kuliner khas, layaknya kota lainnya di Indonesia yang terkenal dengan kulinernya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Kegiatan tersebut sepenuhnya ditangani oleh pihak kementerian, sedangkan kami bertugas untuk menyiapkan pelaku usaha yang akan menampilkan kuliner khas pada festival makan bersama,&#8221; katanya seraya menambahkan bahwa kegiatan ini bukan semata-mata makan bersama tetapi berupaya untuk menarik minat para wisatawan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia menjelaskan, sebanyak 40 pelaku usaha di kota Ambon akan terlibat dalam festival tersebut dan menampikan kuliner khas Ambon yang mungkin selama ini belum dikenal masyarakat luas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kuliner yang akan ditampilkan di antaranya makanan berbahan dasar ikan yang akan ditampilkan bersama papeda (berbahan dasar sagu), selain itu aneka kue dari sagu dan bahan pokok lainnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Selain makanan kami juga akan menampilkan pakaian khas, souvenir dan pentas seni yang menampilkan musisi lokal dengan lagu khas Maluku,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hal terpenting kata Henry dari kegiatan ini yakni bagaimana para pelaku usaha dan masyarakat Ambon menjaga dan melestarikan pangan lokal yang bergizi dan berimbang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Pelaku usaha juga diminta untuk mempertahankan kuliner khas dan tidak terpengaruh dengan sajian makanan modern yang saat ini menjadi perhatian masyarakat, yakni makanan cepat saji dan makanan ala luar negeri,&#8221; katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>antaranews.com\/Image\u00a0<span class=\"_r3\"><span class=\"irc_ho\" dir=\"ltr\">konfrontasi.com<\/span><\/span><\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kementerian Pariwisata (Kemenpar) akan menggelar festival kuliner di kota Ambon 11 -12 Desember 2015, kata kepala Dinas Pariwisata kota Ambon, Henry Sopacua. &#8220;Festival kuliner merupakan program kementerian yang disinergikan ke&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":5848,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[76,96,81],"tags":[],"class_list":["post-5847","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news","category-featured","category-kota-ambon"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5847","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5847"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5847\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5847"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5847"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5847"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}