{"id":5884,"date":"2015-12-28T10:25:59","date_gmt":"2015-12-28T03:25:59","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesiaheritage-cities.org\/?p=5884"},"modified":"2015-12-28T10:25:59","modified_gmt":"2015-12-28T03:25:59","slug":"kota-lama-semarang-jadi-kawasan-wisata-di-tahun-baru","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/kota-lama-semarang-jadi-kawasan-wisata-di-tahun-baru\/","title":{"rendered":"Kota Lama Semarang Jadi Kawasan Wisata di Tahun Baru"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">Kota Lama Semarang dalam beberapa hari ke depan akan berubah status. Kawasan tersebut rencananya akan dibuka menjadi kawasan destinasi wisata baru, yaitu kawasan wisata kota lama.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan, pesona Kota Lama memang indah, namun belum ada upaya untuk menggarapnya dengan baik. Ia mengibaratkan Kota Lama sebagai sebuah gumpalan batu akik yang belum dilirik banyak orang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ketika akik telah dipoles, dipotong dari batu besarnya hasilnya akan terlihat indah. Tapi beda ketika batu itu tetap dibiarkan aslinya, tidak banyak yang dilirik banyak orang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cJadi Kota Lama belum ada yang istilahnya \u201cmemotong\u201d saja. Kalau sudah dikemas kayak akik akan sangat indah,\u201d katanya di Semarang, Minggu (27\/12\/2015).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Untuk pengemasan itulah, rencananya pada akhir tahun 2015, atau bertepatan dengan malam tahun baru akan diadakan <em>launching<\/em> pembukaan kawasan wisata kota lama. Nantinya akan ada gerbang pintu masuk dan pintu keluarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ganjar mengaku telah menerima sejumlah proposal pengembangan, baik dari kalangan swasta maupun dari Pemerintah Kota Semarang. Namun, Pemprov Jateng sedang berhitung terkait proposal yang diajukan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKalau memungkinkan nanti pas tahun baru di-<em>launching<\/em>, biar jadi destinasi, dan dimulai banyak pihak ikut terlibat. Tapi, syaratnya tidak boleh ada kendaraan yang lewat sana,\u201d kata Ganjar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Setelah dibuka, kawasan itu diminta untuk tidak sepi dari pertunjukan. Para aktivis maupun komunitas yang ada di Kota Lama diminta unjuk gigi menampilkan kreativitasnya. \u201cSetelah itu tugas saya nanti tinggal mengkoordinasikan siapa yang punya keinginan, interest, seni, budaya. Pentas musik, kesenian harus selalu ada,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pembukaan Kota Lama sebagai destinasi wisata juga nantinya akan disertai dengan sejumlah ketersediaan aksesoris sebagai cinderamata. Dinas Perdagangan dan Perindustrian Jateng telah meminta sejumlah pabrik untuk membuat suvenir dan koleksi yang akan dipajang dalam outlet di Kota Lama. \u201cKalau sudah semuanya tinggal nanti masalah kulinernya,\u201d tambah Ganjar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>ravel.kompas.com\/Image\u00a0<span class=\"_r3\"><span class=\"irc_ho\" dir=\"ltr\">nasional.tempo.co<\/span><\/span><\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kota Lama Semarang dalam beberapa hari ke depan akan berubah status. Kawasan tersebut rencananya akan dibuka menjadi kawasan destinasi wisata baru, yaitu kawasan wisata kota lama. Gubernur Jawa Tengah Ganjar&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":5885,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[76,96,97],"tags":[],"class_list":["post-5884","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news","category-featured","category-kota-semarang"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5884","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5884"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5884\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5884"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5884"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5884"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}